Harapan Baru bagi Anak-anak Kanker Melalui Pengurangan Adiksi Gawai
01 November 2024
Universitas Airlangga
Projek
- Judul:Harapan Baru bagi Anak-anak Kanker Melalui Pengurangan Adiksi Gawai
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:JAWA TIMUR, SURABAYA, GUBENG, MOJO.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Airlangga
- Ketua:Haikal Wiranata
- Angota#1:Haikal Wiranata,Muhimatul Khoiriyah
SDGs
Pendidikan BermutuShare
Deskripsi
PENDIDIKAN yang merata masih menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama bagi anak-anak yang menghadapi kerentanannya. Salah satunya adalah anak-anak penderita kanker yang menjalani perawatan intensif di rumah singgah. Anak-anak ini, meskipun berada di lingkungan yang mendukung, sering kali tidak memiliki akses pendidikan yang layak, terutama pendidikan nonformal yang sesuai dengan kondisi mereka. Di Yayasan Peduli Kanker Anak Indonesia (YPKAI) Surabaya, misalnya, pendidikan luar sekolah untuk anak-anak penderita kanker belum tersedia, dan mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan menggunakan gawai tanpa batasan durasi. Hal ini berisiko menumbuhkan adiksi terhadap perangkat tersebut. Sebagai respons terhadap masalah ini, tim inovator dari Universitas Airlangga menciptakan aplikasi Colourise, sebuah solusi pendidikan alternatif yang menggabungkan pelacakan penggunaan gawai dengan kegiatan melukis berbasis art therapy. Aplikasi ini memiliki dua fitur utama: tracking adiksi gawai dan storytelling. Fitur pertama memantau durasi penggunaan gawai oleh anak-anak, memberikan data yang membantu menentukan apakah seorang anak mengalami adiksi gawai. Sedangkan fitur storytelling didesain dengan tema yang sesuai dengan usia anak-anak, dari usia 0-8 tahun hingga 9-14 tahun, untuk mengedukasi mereka dengan cara yang menyenangkan. Melalui program yang dikembangkan dalam aplikasi ini, anak-anak tidak hanya diberi cerita yang mengajarkan nilai-nilai penting, tetapi juga kesempatan untuk berkreasi melalui lukisan. Program ini terbukti berhasil menurunkan penggunaan gawai rata-rata 3 jam per hari,menjauhkan anak-anak dari ketergantungan digital dan mendorong mereka untuk lebih berinteraksi secara sosial. Dari sisi ekonomi, hasil lukisan yang mereka buat juga dipasarkan secara online, memberikan mereka rasa berdaya dan kontribusi positif terhadap perekonomian keluarga, dengan sistem bagi hasil 50:50. Dalam tahap implementasi, Colourise telah melaksanakan sejumlah sesi melukis yang melibatkan berbagai media seperti kanvas, kertas coldpress, dan clay. Sebanyak 12 pertemuan terapi telah dilakukan, melibatkan 18 anak penderita kanker dari YPKAI Surabaya. Aktivitas ini tidak hanya memberikan pendidikan alternatif yang berguna, tetapi juga mempererat komunikasi antar anak, yang sebelumnya lebih cenderung individualis karena terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Kini, mereka saling berbagi dan peduli satu sama lain. Keberhasilan aplikasi ini diukur tidak hanya dari penurunan durasi penggunaan gawai, tetapi juga dari dampak sosial yang lebih luas. Anak-anak yang semula kesulitan membaca, kini lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi dan mengasah keterampilan literasi mereka melalui cerita yang disajikan. Bahkan, para orang tua juga merasakan dampaknya, dengan perubahan kebiasaan anakanak mereka yang kini lebih produktif dan terhindar dari kecanduan gawai. Ke depannya, proyek sosial Colourise akan terus dikembangkan. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), menjadi langkah berikutnya dalam memperluas jangkauan dan dampak positifnya. Dengan potensi pasar yang luas untuk karya seni lukis anak-anak, Colourise juga berencana untuk mengembangkan bisnis ini lebih jauh melalui platform e-commerce, memungkinkan karya seni mereka dihargai oleh masyarakat luas. Melalui inovasi ini, Colourise tidak hanya menciptakan perubahan dalam kehidupan anakanak kanker, tetapi juga memberi mereka harapan akan masa depan yang lebih baik, di mana mereka bisa tetap berpendidikan dan berdaya, meski dalam keterbatasan yang mereka hadapi.