Loading...
Innovillage-2025 Innovillage-2025
Badge
Badge
Badge
Innovillage 2025
BUMN Telkom University Telkom Indonesia

Drive Innovation
Create Impact
Build a Lasting Future

Drive Innovation
Create Impact
Build a Lasting Future

NO TANGGAL WAKTU PROGRAM KEGIATAN
1 Mulai:
1 September 2025
Berakhir:
20 Oktober 2025
50 hari Awerness Program dan Kick Off Programs
  • Roadshow ke Perguruan Tinggi / Forum / Asosiasi sesuai dengan Telkom Regional
  • Sosialisasi ke Mahasiswa / Perguruan Tinggi / Forum / Asosiasi sesuai dengan Telkom Regional
  • Program Campaign Media Sosial
  • Dst.
2 20 Oktober 2025 1 hari Grand Launching Innovillage 2025
  • Launching Resmi Program INNOVILLAGE 2025 sesuai dengan Telkom Regional
  • Arahan Direktur Human Capital Management PT Telkom Indonesia
  • Sharing Session
  • Showcase produk dari member jejaring Innovilllage Impact Network
  • Kick-Off Program Peluncuran website www.innovillage.id
3 Mulai:
20 Oktober 2025
Berakhir:
10 November 2025
20 hari Proposal Making
  • Innovillage Tahun 2025 terdapat 2 kategori yaitu Kategori Dampak Sosial Keberlanjutan dan Kategori Inovasi untuk Menciptakan Nilai Bersama
  • Penentuan tim dan anggota tim
  • Observasi dan asesmen lapangan ke lokasi desa yang akan diusulkan oleh tim
  • Diskusi bersama tim
  • Penyusunan Proposal dan Video usulan Innovillage oleh tim sesuai ketentuan dan kategori yang telah diinformasikan melalui website Innovillage
  • Review, revisi dan finalisasi Proposal dan Video oleh tim mahasiswa bersama dosen pendamping
  • Buat akun YouTube untuk upload Video Innovillage
  • Proposal Sosial Project dan Video yang akan diusulkan siap disubmit.
4 Mulai:
20 Oktober 2025
Berakhir:
10 November 2025
20 hari Proposal Submission
  • Setiap peserta mahasiswa dan dosen pendamping masing-masing membuat akun di menu MyInnovillage yang terdapat pada website
  • Mahasiswa calon ketua tim membuat tim Innovillage dan menambahkan peserta lain sebagai anggota tim
  • Dosen Pendamping melakukan approval Tim Innovillage yang telah ditentukan
  • Proses Pendaftaran dengan upload Proposal dan Video Innovillage sesuai kategori yang dipilih dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • Dokumen yang perlu dilampirkan: Surat Pernyataan Orisinalitas, Pakta Integritas, dan Surat Kesediaan Mitra
  • Template bisa diakses di link template
5 1 November 2025 1 hari Pelatihan 1
  • Data-Driven Digital Storytelling – Mengasah kemampuan bercerita dengan memanfaatkan data agar pesan kampanye lebih kuat dan persuasif.
6 Mulai:
10 November 2025
Berakhir:
20 November 2025
10 hari On-Desk Assessment
  • Proses penilaian Proposal Innovillage yang telah disubmit
  • Proposal Innovillage akan dinilai langsung oleh Tim Reviewer yang telah ditetapkan Panitia
  • Tim Reviewer akan menentukan Tim Mahasiswa sebagai Top 180 Innovillage Kategori Dampak Sosial Berkelanjutan dan Kategori Inovasi untuk Menciptakan Nilai Bersama yang dinyatakan lolos dan berhak mendapatkan Dana Implementasi dari Telkom Indonesia.
  • Proses Review 2 Tahap (Tahap 1 Cleansing) dan (Tahap 2 Review Content)
7 15 November 2025 1 hari Pelatihan 2
  • Applied AI & ML for Social Media Analysis – Mengenalkan penerapan kecerdasan buatan dan machine learning untuk memahami tren serta perilaku di media sosial.
8 Mulai:
21 November 2025
Berakhir:
21 Januari 2026
2 Bulan Produk desain
  • Pengumuman Top 180 Innovillage Kategori Dampak Sosial Berkelanjutan dan Kategori Inovasi untuk Menciptakan Nilai Bersama Terpilih dan berhak mendapatkan pendanaan implementasi.
  • Top 180 Innovillage Kategori Dampak Sosial Berkelanjutan dan Kategori Inovasi untuk Menciptakan Nilai Bersama Terpilih mendapatkan pendanaan implementasi sebesar maksimal Rp 30 juta
  • Pada tahap ini pencairan anggaran Term-1 sebesar (70%).
  • Tim Innovillage merancang produk berdasarkan kebutuhan dari desa sasar dengan analisa antropologi
  • Dokumen yang perlu dilampirkan: LoU dan Nota Kesepakatan
  • Template bisa diakses di link template
9 13 Desember 2025 1 hari Pelatihan 3
  • Cyber Awareness in Digital Campaigns – Membekali peserta dengan kesadaran dan strategi keamanan siber dalam menyusun serta menjalankan kampanye digital.
10 Mulai:
22 Januari 2026
Berakhir:
20 Februari 2026
1 Bulan Implementasi & Pelatihan / Sertifikasi Top 180 Innovillage
  • Tahap Implementasi Top 180
  • Seluruh tim diwajibkan untuk update progress implementasi Innovillage pada setiap periode, baik berupa laporan, foto dan video kemajuan proses implementasi serta bimbingan bersama dosen pendamping.
  • Top 180 Innovillage Kategori Dampak Sosial Berkelanjutan dan Kategori Inovasi untuk Menciptakan Nilai Bersama tetap melakukan Pendampingan atau Monitoring kepada Innovillage masing-masing untuk memastikan tetap berjalan dengan baik dalam kurun waktu 1-3 bulan ke depan.
  • Panitia penyelengara melakukan sampling menghubungi perwakilan desa dan kunjungan lapangan ke lokasi implementasi secara random.
  • Dokumentasi yang perlu dilampirkan: BAST Transfer Program dengan masyarakat (note: sudah tersedia SOP agar program tetap berjalan)
  • Template bisa diakses di link template
11 7 Februari 2026 1 hari Pelatihan 4
  • Digital Campaign Optimization – Memberikan keterampilan dalam merancang, mengukur, dan mengoptimalkan efektivitas kampanye digital.
12 Mulai:
21 Februari 2026
Berakhir:
28 Februari 2026
7 hari Pemilihan TOP 50 Sosial Project
  • Penilaian akhir hasil implementasi Innovillage Top 180 Innovillage oleh juri dari berbagai Perguruan Tinggi dan kalangan profesional / expert
  • Pemilihan dan penentuan Innovillage Top 50, sebanyak Top 25 Kategori Dampak Sosial Berkelanjutan dan Top 25 Kategori Inovasi untuk Menciptakan Nilai Bersama
  • Pembekalan menuju presentasi final bagi Top 50 Innovillage Presentasi Final / Online Pitching
13 25 Februari 2026 1 hari Pelatihan 5
  • Future Skills: From Data to Decision – Menyiapkan peserta dengan kemampuan analisis data hingga pengambilan keputusan strategis berbasis informasi yang akurat.
14 Mulai:
5 Maret 2026
Berakhir:
15 Maret 2026
10 hari Monev Akhir & Online Pitching
  • Kegiatan Online Pitching pemaparan Innovillage untuk masuk kedalam kegiatan Awarding
  • Pendanaan kepada tim yang telah terpilih
  • Laporan Akhir dan manual book (bagi jenis luaran program berupa produk) merupakan syarat agar dapat dilakukan pencairan anggaran Term-2 (30%).
  • Dokumen yang perlu dilampirkan: BAST
  • Template bisa diakses di link template
15 Mulai:
1 April 2026
Berakhir:
4 April 2026
3 hari Awarding Program
  • Puncak Awarding Program
  • Pengumuman pemenang Innovillage 2025
  • Apresiasi pemenang berupa Beasiswa Pendidikan dan Biaya Pengembangan Innovillage
  • Pengumuman tim - tim terpilih untuk kategori Penghargaan Khusus
16 Mulai:
5 April 2026
Berakhir:
5 Agustus 2026
5 Bulan Sustainability Award
  • Monitoring program keberlanjutan oleh universitas mitra setempat yang menaungi tim terkait
  • Sebelum masuk ke Innovillage 2026 akan ada penghargaan atau penganugrahan program yang sustain pada Innovillage 2025

Syarat dan Ketentuan

  1. Syarat Umum Setiap Kategori
    1. Peserta Mahasiswa/i Perguruan Tinggi se-Indonesia: Terbuka bagi mahasiswa dari program studi D3/D4/S1 mulai semester 3 hingga semester akhir, serta program studi S2/Magister mulai semester 1 hingga semester akhir dengan status aktif.
    2. Dosen Pendamping: Setiap tim proyek sosial wajib didampingi oleh seorang dosen pendamping yang ditentukan oleh mahasiswa bersama pihak perguruan tinggi. Satu dosen dapat mendampingi maksimal lima tim proyek sosial.
    3. Pembentukan Tim Proyek Sosial: Tim proyek terdiri dari 1–3 mahasiswa dari perguruan tinggi yang sama. Pada tahun ini, diperbolehkan pula pembentukan tim lintas disiplin ilmu guna mendorong transfer pengetahuan dan memperkaya sudut pandang. Selain itu, tim juga dapat melibatkan mahasiswa internasional yang sedang berkuliah di universitas di Indonesia.
    4. Eksklusivitas Keanggotaan: Setiap mahasiswa hanya dapat terdaftar pada satu tim proyek sosial, baik sebagai ketua maupun anggota.
    5. Orisinalitas Proyek Sosial: Proyek sosial harus bersifat orisinal, bukan plagiat atau proyek yang sedang mengikuti kompetisi lain. Peserta Innovillage sebelumnya diperbolehkan mendaftar kembali dengan judul proyek yang berbeda. Namun demikian, apabila proposal yang diajukan merupakan bagian dari skema replikasi dalam bentuk pengembangan inovasi atau scale-up dari judul/topik yang ditetapkan oleh jejaring Innovillage Impact Network, maka hal tersebut tetap dianggap sah dan tidak menyalahi prinsip orisinalitas.
      Replikasi dalam konteks ini dimaknai sebagai pengembangan, perluasan, atau penerapan kembali inovasi yang sudah ada, baik berupa scale-up teknis maupun implementasi di lokasi lain, sepanjang masih berada dalam kerangka program yang ditawarkan oleh jejaring Innovillage Impact Network.
    6. Observasi Lapangan: Tim diharapkan melakukan kunjungan dan assessment lapangan untuk memahami permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat desa. Hasil observasi menjadi dasar dalam perumusan inovasi.
    7. Kategori dan Jenis Luaran Proyek: Proyek sosial yang diajukan harus relevan dengan salah satu tema strategis 6th Innovillage: Kerawanan Pangan, Kesehatan (non-klinis, stunting, mental health, dan sanitasi air), UMKM dan Pemberdayaan Perempuan, Disabilitas, serta Lingkungan.
    8. Relevansi dengan SDGs dan Solusi Digital: Setiap proyek wajib memiliki nilai kebermanfaatan, memanfaatkan solusi digital, mengedepankan kolaborasi, dan berkontribusi pada pencapaian minimal satu sub-indikator Sustainable Development Goals (SDGs).
    9. Integrasi Magang Berdampak: Kegiatan Innovillage dapat diakui sebagai bagian dari implementasi program Magang Berdampak, termasuk konversi ke SKS sesuai kebijakan masing-masing perguruan tinggi.
    10. Dokumentasi Video: Peserta wajib membuat video singkat berdurasi 3–5 menit yang menampilkan ringkasan permasalahan di lapangan dan gagasan inovasi digital yang akan diimplementasikan.
    11. Registrasi melalui MyInnovillage: Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi my.innovillage.id dengan mengisi formulir proposal yang disediakan, surat pernyataan orisinalitas, surat pengantar dari perguruan tinggi, dan tautan video.
    12. Pelatihan: Sebagai bagian dari rangkaian program, peserta wajib mengikuti pelatihan kompetensi umum yang dirancang untuk memperkuat kapasitas dan keterampilan dalam melaksanakan proyek sosial berbasis digital. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi terkini.
      Adapun daftar pelatihan kompetensi umum yang harus diikuti peserta meliputi:
      1. Data-Driven Digital Storytelling – Mengasah kemampuan bercerita dengan memanfaatkan data agar pesan kampanye lebih kuat dan persuasif.
      2. Applied AI & ML for Social Media Analysis – Mengenalkan penerapan kecerdasan buatan dan machine learning untuk memahami tren serta perilaku di media sosial.
      3. Cyber Awareness in Digital Campaigns – Membekali peserta dengan kesadaran dan strategi keamanan siber dalam menyusun serta menjalankan kampanye digital.
      4. Digital Campaign Optimization – Memberikan keterampilan dalam merancang, mengukur, dan mengoptimalkan efektivitas kampanye digital.
      5. Future Skills: From Data to Decision – Menyiapkan peserta dengan kemampuan analisis data hingga pengambilan keputusan strategis berbasis informasi yang akurat.
    13. Publikasi Inovasi: Innovillage berhak menggunakan dan mempublikasikan seluruh inovasi yang telah diimplementasikan peserta.
  2. Syarat Khusus Setiap Kategori
    1. Kategori Dampak Sosial Keberlanjutan
      1. Lokasi Masyarakat Sasaran: Proyek yang diajukan dalam kategori ini wajib menyasar masyarakat yang sudah menjadi penerima program Innovillage pada tahun-tahun sebelumnya, minimal di tingkat desa atau kelurahan yang telah tercatat dalam dashboard Innovillage. Ketentuan ini dimaksudkan untuk memperkuat serta memperluas dampak dari inisiatif yang telah berjalan sebelumnya, sehingga tercipta kesinambungan manfaat bagi komunitas tersebut. Solusi yang dikembangkan diharapkan mampu meningkatkan pembangunan berkelanjutan di desa atau wilayah binaan, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan hidup. Dengan demikian, proyek yang diajukan tidak hanya sekadar menambahkan program baru, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
      2. Pengukuran Dampak: Setiap proposal wajib mencantumkan rencana metode pengukuran dampak yang jelas dan terukur. Hal ini penting agar pelaksanaan program dapat dievaluasi, dilihat efektivitasnya, serta dipantau kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan.
    2. Kategori Inovasi untuk Menciptakan Nilai Bersama
      1. Berbasis Konsep Creating Shared Value (CSV): Proyek yang diajukan dalam kategori ini harus berbasis pada prinsip Penciptaan Nilai Bersama (Creating Shared Value/CSV). Artinya, inovasi yang diusulkan tidak hanya memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, tetapi juga terintegrasi dengan nilai ekonomi bagi bisnis, khususnya ekosistem bisnis Telkom. Setiap solusi yang dikembangkan harus memanfaatkan produk atau layanan Telkom sebagai bagian dari strategi implementasi, sehingga menciptakan dampak ganda: mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus memberikan kontribusi positif bagi komunitas. Dengan demikian, proyek dalam kategori ini harus mampu menghadirkan keseimbangan nyata antara dampak sosial dan ekonomi, serta berorientasi pada keberlanjutan.
      2. Pengukuran Dampak: Sama halnya dengan kategori sebelumnya, setiap proposal dalam kategori ini juga wajib menyertakan rencana metode pengukuran dampak. Metode ini harus mampu menjelaskan bagaimana proyek akan dievaluasi, apa indikator keberhasilannya, serta bagaimana manfaat sosial dan ekonomi dapat diukur secara objektif.

1.    Tahapan Pengusulan dan Penerimaan

Pada tahap pengusulan, peserta wajib memilih kategori yang sesuai dengan kriteria dan syarat yang berlaku. Ketepatan pemilihan kategori merupakan aspek penting dalam kriteria penilaian. Kemudian, peserta merancang proposal Social Project sesuai dengan template yang disediakan. Adapun ketentuan  Proposal adalah sebagai berikut:

Proposal Social Project yang diusulkan terdiri dari 10 hingga 15 halaman (termasuk lampiran) dengan ketentuan Halaman Pertama yaitu Sampul Proposal Social Project.

a.    Diberikan kebebasan untuk dapat menggunakan desain Sampul Proposal Social Project yang diusulkan. Misalkan gambar kondisi lapangan di desa yang akan dikembangkan atau desain animasi yang interaktif.

b.    Wajib diperhatikan dalam Sampul dan Proposal tidak boleh mencantumkan Identitas peserta dan asal perguruan tinggi karena data tersebut telah diinputkan saat proses registrasi dan submit proposal melalui MyInnovillage.

Halaman Selanjutnya Kerangka Proposal memuat konten sebagai berikut:

a.    Latar Belakang dan Pain Point

Berisi penjelasan tentang Gambaran Umum Social Project, Identifikasi Permasalahan dari Hasil Observasi dan Asesmen Lapangan, Penentuan Lokasi Desa, Kabupaten/Kota dan Provinsinya.

b.    Usulan Solusi Inovasi atau Digitalisasi Social Project

Berisi penjelasan tentang ide dan gagasan yang ditawarkan atau solusi digital yang akan dibuat dan diimplementasikan di desa lokasi. Serta menjelaskan mekanisme dan cara kerja inovasi Social Project yang diusulkan.

c.    Langkah-langkah Implementasi dan Pelibatan Stakeholder Terkait

Berisi rencana Proses Pelaksanaan, Timeline/Linimasa Pelaksanaan dalam kurun waktu implementasi selama 2.5 Bulan hari kalender dan siapa saja yang akan terlibat di lapangan serta peranannya. Langkah-langkah implementasi harus disertai pengukuran dampak pada tahap akhir implementasi kegiatan.

d.    Target Kebermanfaatan dan Keberlanjutan

Berisi tentang kebermanfaatan apa yang akan dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan desa serta dapat diukur misalnya jumlah masyarakat dan pihak yang merasakan manfaatnya. Dan memiliki peluang keberlanjutan Social Project kedepannya untuk terus dijalankan oleh masyarakat.

e.    Rencana Anggaran Biaya yang Diajukan

Berisi gambaran rencana pengeluaran Operasional, Investasi Barang/Jasa dan pengeluaran lainnya. Batas usulan masing-masing setiap Social Project adalah maksimal Rp 30 juta.

f.     Lampiran

Berisi Surat Pernyataan Orisinalitas, Surat Pengantar dari Perguruan Tinggi Asal, Pakta Integritas, gambar-gambar dan Link Video.

 

2.    Pelaksanaan dan Laporan Kemajuan

Setelah memperoleh pendanaan Social Project, setiap peserta wajib melaksanakan rencana sesuai yang diusulkan pada proposal. Peserta wajib melakukan update progress implementasi Social Project pada setiap periode, baik berupa laporan, foto dan video kemajuan proses implementasi sesuai template Laporan Kemajuan. Guna meningkatkan kemampuan peserta, peserta diwajibkan mengikuti Virtual Bootcamp yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara dan mengupload sertifikat yang telah diterima setelah pelatihan dilaksanakan. Laporan Kemajuan berisikan penjelasan tentang laporan progress tahap implementasi masing-masing tim Social Project yaitu apa saja yang telah dilakukan :

a.     mulai dari koordinasi awal bersama tim, 

b.     koordinasi awal bersama dosen pendamping, 

c.     koordinasi bersama pihak desa dan masyarakat,

d.     pemetaan tugas tim, 

e.     yang dilakukan hari ke hari oleh anggota tim, 

f.      proses awal pembuatan alat/aplikasi/materi, 

g.     siapa saja terlibat di dalamnya,

h.     Program dan hasil implementasi setiap periode,

i.      cerita masyarakat yang merasakan manfaat langsung,

j.      dan progress pendukung lainnya.

k.     serta laporan progress ini dibuat setiap periode sampai dengan tahap implementasi selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan.

 

3.    Laporan Akhir

Laporan akhir berisikan gabungan hasil implementasi Social Project dari tahap awal hingga akhir. Untuk memastikan implementasi Social Project berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Laporan Akhir harus memuat mapping program berupa detail program, indikator, satuan, metode, dan hasil yang berkaitan dengan 17 Target SDG yang tersedia. Selain itu, laporan akhir juga harus memuat dampak berkelanjutan yang terukur dan dapat dikuantifikasikan dari sejak awal hingga pasca implementasi. Metode yang dapat digunakan beragam seperti antara lain Social Return of Investment (SROI), Index Kepuasan Masyarakat, dan Sustainability Compass. Pengukuran dampak tersebut dilakukan guna memastikan implementasi yang tepat guna dan berkelanjutan pasca selesainya kegiatan implementasi serta melampirkan hasil pengukuran dampak implementasi yang telah dilakukan. Laporan Akhir dan manual book (bagi jenis luaran program berupa produk) merupakan syarat agar dapat dilakukan pencairan anggaran Term-2 (30%).

 

4.    Pemilihan Top 50 Social Project

Top 50 Social Project merupakan project terpilih berdasarkan hasil review laporan akhir. Peserta Top 50 Social Project mempresentasikan Progress Implementasi Social Project mereka secara online (Online Pitching) dalam waktu tertentu untuk kemudian dipilih dan diundang dalam kegiatan puncak Awarding Innovillage.

 

5.    Kegiatan Awarding

Kegiatan awarding merupakan proses pemilihan Social Project terbaik yang akan diundang untuk menerima penghargaan dan berkesempatan mendesiminasikan dan memamerkan Social Project yang telah dilaksanakan. Apabila peserta terpilih sebagai peserta terbaik, peserta wajib melakukan duplikasi prototype, dan manual book untuk dapat dipamerkan dan didesiminasikan pada kegiatan Awarding.

Panduan pendaftaran Innovillage 2024 bagi peserta, bisa didownload di https://bit.ly/5thInnovillage2024.

Kriteria Penilaian Proposal dan Desk Evaluation

Kriteria Penilaian Review Proposal Tahap 1

No Kriteria Penilaian Skema A Skema B
A Desain Produk 35 35
A.1

Kesesuaian Produk dengan Permasalahan Rill

Produk harus menjawab permasalahan yang relevan dengan kondisi nyata di masyarakat sasaran. Penilaian mencakup pemetaan masalah yang tepat.

15 15
A.2a

Relevansi Antropologis dan Keberlanjutan

Desain produk didasarkan pada karakteristik antropologis wilayah sasaran, termasuk adat, norma sosial, pola perilaku, serta kearifan lokal. Harus menunjukkan kemungkinan keberlanjutan dalam jangka panjang.

10 10
A.2b

Kompleksitas dan Perkembangan variabel desain

Produk mempertimbangkan berbagai variabel desain seperti sosial budaya, ekonomi lokal, potensi teknologi, serta penerimaan masyarakat.

10 10
B Inovasi 30 30
B.1

Orisinalitas dan Inovasi Solusi Digital

Mengukur orisinalitas ide mahasiswa serta inovasi solusi digital yang ditawarkan. Solusi harus baru, belum dipublikasikan atau mengikuti kompetisi lain, serta menghadirkan pendekatan teknologi digit yang dapat menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.

10 10
B.2a

Keberlanjutan Dari Program Sebelumnya

Menilai inovasi yang menghasilkan dampak sosial berkelanjutan, mencakup kemampuan solusi bertahan dan memberikan kontribusi positif jangka panjang bagi masyarakat.

20
B.2b

Menciptakan Nilai Bersama (Value Creation)

Fokus pada inovasi yang tidak hanya berdampak bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan nilai bersama (CSV) antara masyarakat, pemerintah, bisnis loka, Telkom. Penilaian ditekankan pada keuntungan jangka panjang bagi semua pihak.

20
C Implementasi 35 35
C.1

Relevansi dengan SDGs, Peluang Keberlanjutan, dan Dampak Sosial

Menilai relevansi inovasi dengan tujuan SDGs, peluang keberlanjutan di masyarakat, serta dampak sosial kuantitatif maupun kualitatif dengan fokus keberlanjutan dan perubahan nyata.

25 25
C.2

Kolaborasi dan Potensi Pengembangan

Menilai sejauh mana inovasi melibatkan kolaborasi (tim, masyarakat, stakeholder), serta potensi pengembangan lebih lanjut agar memberi manfaat lebih luas dan mendalam.

10 10

Kriteria Penilaian Review Tahap 2 (Desk Evaluation)

No Kriteria Penilaian Kategori A Kategori B
1

Capaian Ide Inovasi Social Project Yang Telah Diimplementasi

Beberapa aspek kriteria meliputi kesesuaian proyek dengan rencana awal (termasuk tujuan, anggaran dan jadwal) yang telah ditetapkan.

30 30
2a

Kebermanfaatan Hasil Implementasi Innovillage di Masyarakat

Dampak sosial dari implementasi SDGs. Hasilnya dapat diukur secara konkret terhadap perubahan positif dalam komunitas atau masyarakat. Semakin besar kemungkinan proyek tersebut bermanfaat bagi mereka semakin baik.

25
2b

Pencapaian Nilai Kebersamaan Bagi Bisnis dan Masyarakat

Nilai kebersamaan tercapai ketika inovasi mampu memberi manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat sekaligus menghadirkan nilai ekonomi bagi bisnis. Dampaknya dapat diukur secara konkret, baik dari peningkatan kesejahteraan komunitas maupun penguatan posisi bisnis melalui pemanfaatan produk dan layanan yang relevan. Semakin besar manfaat ganda yang dihasilkan, semakin tinggi nilai kebersamaan yang dicapai.

25
3

Kolaborasi Internal dan External di Lapangan

Mengkaji keterlibatan berbagai tim di dalam organisasi untuk bekerja bersama secara efisien. Hal ini melibatkan kemampuan untuk berbagi informasi, sumber daya, dan komunikasi yang baik di antara berbagai pihak yang terlibat. Kemudian, aspek penting lain adalah mengevaluasi apakah proyek sosial memiliki potensi untuk berkolaborasi dengan pihak eksternal, seperti mitra bisnis, organisasi nirlaba, atau lembaga pemerintah. Kemampuan untuk menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan pihak eksternal dapat membuka pintu untuk sumber daya tambahan, pengetahuan, dan dukungan yang dapat memperkuat proyek. Untuk dapat masuk kedalam tahap hilirisasi, peserta harus dapat memenuhi komposisi tim 3H (Hustler, Hacker, dan Hipster)

15 15
4

Peluang Keberlanjutan Innovillage

Proyek harus sejalan dengan salah satu atau beberapa tujuan SDG yang telah ditetapkan secara nasional dan global. Kemudian, proyek harus memiliki sumber daya yang cukup baik atau dukungan dari pihak berkepentingan untuk menjalankannya dalam jangka panjang. Hal ini memastikan bahwa proyek dapat terus berjalan dan berkontribusi pada pencapaian SDG.

15 15
5

Dampak Inovasi Yang Diimplementasikan

Merupakan indikator untuk mengukur keunikan produk yang dikembangkan relatif terhadap produk sejenis yang telah ada, serta potensi pendapatan dan estimasi besar pasar yang dapat diperoleh. Produk yang dikembangkan dikatakan unik jika tidak banyak produk yang sejenis, sehingga meningkatkan peluang market size.

15 15

Kriteria Penilaian Review Tahap 3 (Online Pitching)

No Kriteria Penilaian Poin
1

Kejelasan & Struktur Presentasi

Presentasi harus dipaparkan dengan jelas dengan penyajian data yang menarik, intonasi yang baik dan mudah dipahami oleh audiens.

15
2

Capaian Ide Inovasi

Beberapa aspek kriteria meliputi kesesuaian proyek dengan rencana awal (termasuk tujuan, anggaran dan jadwal) yang telah ditetapkan.

25
3

Penyampaikan Keunikan Produk Yang Dikembangkan Untuk Dapat Masuk Pasar

Merupakan indikator untuk mengukur keunikan produk yang dikembangkan relatif terhadap produk sejenis yang telah ada, serta potensi pendapatan dan estimasi besar pasar yang dapat diperoleh.

20
4

Peluang keberlanjutan

Proyek harus sejalan dengan salah satu atau beberapa tujuan SDG yang telah ditetapkan secara nasional dan global. Kemudian, proyek harus memiliki sumber daya yang cukup baik atau dukungan dari pihak berkepentingan untuk menjalankannya dalam jangka panjang. Hal ini memastikan bahwa proyek dapat terus berjalan dan berkontribusi pada pencapaian SDG.

20
5

Peluang Keberlanjutan Innovillage

Proyek harus sejalan dengan salah satu atau beberapa tujuan SDG yang telah ditetapkan secara nasional dan global. Kemudian, proyek harus memiliki sumber daya yang cukup baik atau dukungan dari pihak berkepentingan untuk menjalankannya dalam jangka panjang. Hal ini memastikan bahwa proyek dapat terus berjalan dan berkontribusi pada pencapaian SDG.

15
5

Dampak Inovasi Yang Diimplementasikan

Merupakan indikator untuk mengukur keunikan produk yang dikembangkan relatif terhadap produk sejenis yang telah ada, serta potensi pendapatan dan estimasi besar pasar yang dapat diperoleh. Produk yang dikembangkan dikatakan unik jika tidak banyak produk yang sejenis, sehingga meningkatkan peluang market size.

20

Kriteria Penilaian Keberlanjutan Pasca Program

No Kriteria Penilaian Poin
1

Jumlah Penerima Manfaat Langsung

Berapa banyak individu yang mendapatkan dampak nyata dari program.

10
2

Tingkat Kepuasan Masyarakat

Menilai penerimaan dan efektivitas program di mata Masyarakat.

5
3

Peningkatan Literasi/Keterampilan

Mengukur peningkatan pengetahuan atau kemampuan spesifik Masyarakat.

15
4

Efisiensi Biaya Operasional

Mengukur penurunan pengeluaran rutin setelah inovasi diterapkan.

15
5

Keberlanjutan Operasional

Sistem atau alat yang diberikan digunakan terus menerus secara efektif.

10
6

Kapasitas Lokal Untuk Melanjutkan

Kemampuan Masyarakat atau Mitra Lokal dalam mengelola program secara mandiri.

15
6

Kapasitas Lokal Untuk Melanjutkan

Kemampuan Masyarakat atau Mitra Lokal dalam mengelola program secara mandiri.

15
7

Keterlibatan Masyarakat Lokal

Mengukur Partisipasi aktif Masyarakat terhadap program.

5
8

Kesiapan Skalabilitas

Inovasi dapat diterapkan di tempat lain.

5
9

Pengurangan Limbah/Emisi

Mengukur penurunan emisi CO2 dan jumlah limbah sampah organic/anorganik, dll.

10
10

Penghematan Konsumsi Energi/air

Mengukur efisiensi dalan penggunaan energi dan air.

10
Top