
Drive Innovation
Create Impact
Build a Lasting Future
Drive Innovation
Create Impact
Build a Lasting Future
| NO | TANGGAL | WAKTU | PROGRAM | KEGIATAN |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mulai: 1 September 2025 Berakhir: 20 Oktober 2025 |
50 hari | Awerness Program dan Kick Off Programs |
|
| 2 | 20 Oktober 2025 | 1 hari | Grand Launching Innovillage 2025 |
|
| 3 | Mulai: 20 Oktober 2025 Berakhir: 10 November 2025 |
20 hari | Proposal Making |
|
| 4 | Mulai: 20 Oktober 2025 Berakhir: 10 November 2025 |
20 hari | Proposal Submission |
|
| 5 | 1 November 2025 | 1 hari | Pelatihan 1 |
|
| 6 | Mulai: 10 November 2025 Berakhir: 20 November 2025 |
10 hari | On-Desk Assessment |
|
| 7 | 15 November 2025 | 1 hari | Pelatihan 2 |
|
| 8 | Mulai: 21 November 2025 Berakhir: 21 Januari 2026 |
2 Bulan | Produk desain |
|
| 9 | 13 Desember 2025 | 1 hari | Pelatihan 3 |
|
| 10 | Mulai: 22 Januari 2026 Berakhir: 20 Februari 2026 |
1 Bulan | Implementasi & Pelatihan / Sertifikasi Top 180 Innovillage |
|
| 11 | 7 Februari 2026 | 1 hari | Pelatihan 4 |
|
| 12 | Mulai: 21 Februari 2026 Berakhir: 28 Februari 2026 |
7 hari | Pemilihan TOP 50 Sosial Project |
|
| 13 | 25 Februari 2026 | 1 hari | Pelatihan 5 |
|
| 14 | Mulai: 5 Maret 2026 Berakhir: 15 Maret 2026 |
10 hari | Monev Akhir & Online Pitching |
|
| 15 | Mulai: 1 April 2026 Berakhir: 4 April 2026 |
3 hari | Awarding Program |
|
| 16 | Mulai: 5 April 2026 Berakhir: 5 Agustus 2026 |
5 Bulan | Sustainability Award |
|
Syarat dan Ketentuan
-
Syarat Umum Setiap Kategori
- Peserta Mahasiswa/i Perguruan Tinggi se-Indonesia: Terbuka bagi mahasiswa dari program studi D3/D4/S1 mulai semester 3 hingga semester akhir, serta program studi S2/Magister mulai semester 1 hingga semester akhir dengan status aktif.
- Dosen Pendamping: Setiap tim proyek sosial wajib didampingi oleh seorang dosen pendamping yang ditentukan oleh mahasiswa bersama pihak perguruan tinggi. Satu dosen dapat mendampingi maksimal lima tim proyek sosial.
- Pembentukan Tim Proyek Sosial: Tim proyek terdiri dari 1–3 mahasiswa dari perguruan tinggi yang sama. Pada tahun ini, diperbolehkan pula pembentukan tim lintas disiplin ilmu guna mendorong transfer pengetahuan dan memperkaya sudut pandang. Selain itu, tim juga dapat melibatkan mahasiswa internasional yang sedang berkuliah di universitas di Indonesia.
- Eksklusivitas Keanggotaan: Setiap mahasiswa hanya dapat terdaftar pada satu tim proyek sosial, baik sebagai ketua maupun anggota.
-
Orisinalitas Proyek Sosial:
Proyek sosial harus bersifat orisinal, bukan plagiat atau proyek yang sedang mengikuti kompetisi lain.
Peserta Innovillage sebelumnya diperbolehkan mendaftar kembali dengan judul proyek yang berbeda.
Namun demikian, apabila proposal yang diajukan merupakan bagian dari skema replikasi dalam bentuk pengembangan inovasi atau scale-up dari judul/topik yang ditetapkan oleh jejaring Innovillage Impact Network,
maka hal tersebut tetap dianggap sah dan tidak menyalahi prinsip orisinalitas.
Replikasi dalam konteks ini dimaknai sebagai pengembangan, perluasan, atau penerapan kembali inovasi yang sudah ada, baik berupa scale-up teknis maupun implementasi di lokasi lain, sepanjang masih berada dalam kerangka program yang ditawarkan oleh jejaring Innovillage Impact Network. - Observasi Lapangan: Tim diharapkan melakukan kunjungan dan assessment lapangan untuk memahami permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat desa. Hasil observasi menjadi dasar dalam perumusan inovasi.
- Kategori dan Jenis Luaran Proyek: Proyek sosial yang diajukan harus relevan dengan salah satu tema strategis 6th Innovillage: Kerawanan Pangan, Kesehatan (non-klinis, stunting, mental health, dan sanitasi air), UMKM dan Pemberdayaan Perempuan, Disabilitas, serta Lingkungan.
- Relevansi dengan SDGs dan Solusi Digital: Setiap proyek wajib memiliki nilai kebermanfaatan, memanfaatkan solusi digital, mengedepankan kolaborasi, dan berkontribusi pada pencapaian minimal satu sub-indikator Sustainable Development Goals (SDGs).
- Integrasi Magang Berdampak: Kegiatan Innovillage dapat diakui sebagai bagian dari implementasi program Magang Berdampak, termasuk konversi ke SKS sesuai kebijakan masing-masing perguruan tinggi.
- Dokumentasi Video: Peserta wajib membuat video singkat berdurasi 3–5 menit yang menampilkan ringkasan permasalahan di lapangan dan gagasan inovasi digital yang akan diimplementasikan.
- Registrasi melalui MyInnovillage: Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi my.innovillage.id dengan mengisi formulir proposal yang disediakan, surat pernyataan orisinalitas, surat pengantar dari perguruan tinggi, dan tautan video.
-
Pelatihan:
Sebagai bagian dari rangkaian program, peserta wajib mengikuti pelatihan kompetensi umum yang dirancang untuk memperkuat kapasitas dan keterampilan dalam melaksanakan proyek sosial berbasis digital.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi terkini.
Adapun daftar pelatihan kompetensi umum yang harus diikuti peserta meliputi:- Data-Driven Digital Storytelling – Mengasah kemampuan bercerita dengan memanfaatkan data agar pesan kampanye lebih kuat dan persuasif.
- Applied AI & ML for Social Media Analysis – Mengenalkan penerapan kecerdasan buatan dan machine learning untuk memahami tren serta perilaku di media sosial.
- Cyber Awareness in Digital Campaigns – Membekali peserta dengan kesadaran dan strategi keamanan siber dalam menyusun serta menjalankan kampanye digital.
- Digital Campaign Optimization – Memberikan keterampilan dalam merancang, mengukur, dan mengoptimalkan efektivitas kampanye digital.
- Future Skills: From Data to Decision – Menyiapkan peserta dengan kemampuan analisis data hingga pengambilan keputusan strategis berbasis informasi yang akurat.
- Publikasi Inovasi: Innovillage berhak menggunakan dan mempublikasikan seluruh inovasi yang telah diimplementasikan peserta.
-
Syarat Khusus Setiap Kategori
-
Kategori Dampak Sosial Keberlanjutan
- Lokasi Masyarakat Sasaran: Proyek yang diajukan dalam kategori ini wajib menyasar masyarakat yang sudah menjadi penerima program Innovillage pada tahun-tahun sebelumnya, minimal di tingkat desa atau kelurahan yang telah tercatat dalam dashboard Innovillage. Ketentuan ini dimaksudkan untuk memperkuat serta memperluas dampak dari inisiatif yang telah berjalan sebelumnya, sehingga tercipta kesinambungan manfaat bagi komunitas tersebut. Solusi yang dikembangkan diharapkan mampu meningkatkan pembangunan berkelanjutan di desa atau wilayah binaan, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan hidup. Dengan demikian, proyek yang diajukan tidak hanya sekadar menambahkan program baru, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
- Pengukuran Dampak: Setiap proposal wajib mencantumkan rencana metode pengukuran dampak yang jelas dan terukur. Hal ini penting agar pelaksanaan program dapat dievaluasi, dilihat efektivitasnya, serta dipantau kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan.
-
Kategori Inovasi untuk Menciptakan Nilai Bersama
- Berbasis Konsep Creating Shared Value (CSV): Proyek yang diajukan dalam kategori ini harus berbasis pada prinsip Penciptaan Nilai Bersama (Creating Shared Value/CSV). Artinya, inovasi yang diusulkan tidak hanya memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, tetapi juga terintegrasi dengan nilai ekonomi bagi bisnis, khususnya ekosistem bisnis Telkom. Setiap solusi yang dikembangkan harus memanfaatkan produk atau layanan Telkom sebagai bagian dari strategi implementasi, sehingga menciptakan dampak ganda: mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus memberikan kontribusi positif bagi komunitas. Dengan demikian, proyek dalam kategori ini harus mampu menghadirkan keseimbangan nyata antara dampak sosial dan ekonomi, serta berorientasi pada keberlanjutan.
- Pengukuran Dampak: Sama halnya dengan kategori sebelumnya, setiap proposal dalam kategori ini juga wajib menyertakan rencana metode pengukuran dampak. Metode ini harus mampu menjelaskan bagaimana proyek akan dievaluasi, apa indikator keberhasilannya, serta bagaimana manfaat sosial dan ekonomi dapat diukur secara objektif.
-
Kategori Dampak Sosial Keberlanjutan
1. Tahapan Pengusulan dan Penerimaan
Pada tahap pengusulan, peserta wajib memilih kategori yang sesuai dengan kriteria dan syarat yang berlaku. Ketepatan pemilihan kategori merupakan aspek penting dalam kriteria penilaian. Kemudian, peserta merancang proposal Social Project sesuai dengan template yang disediakan. Adapun ketentuan Proposal adalah sebagai berikut:
Proposal Social Project yang diusulkan terdiri dari 10 hingga 15 halaman (termasuk lampiran) dengan ketentuan Halaman Pertama yaitu Sampul Proposal Social Project.
a. Diberikan kebebasan untuk dapat menggunakan desain Sampul Proposal Social Project yang diusulkan. Misalkan gambar kondisi lapangan di desa yang akan dikembangkan atau desain animasi yang interaktif.
b. Wajib diperhatikan dalam Sampul dan Proposal tidak boleh mencantumkan Identitas peserta dan asal perguruan tinggi karena data tersebut telah diinputkan saat proses registrasi dan submit proposal melalui MyInnovillage.
Halaman Selanjutnya Kerangka Proposal memuat konten sebagai berikut:
a. Latar Belakang dan Pain Point
Berisi penjelasan tentang Gambaran Umum Social Project, Identifikasi Permasalahan dari Hasil Observasi dan Asesmen Lapangan, Penentuan Lokasi Desa, Kabupaten/Kota dan Provinsinya.
b. Usulan Solusi Inovasi atau Digitalisasi Social Project
Berisi penjelasan tentang ide dan gagasan yang ditawarkan atau solusi digital yang akan dibuat dan diimplementasikan di desa lokasi. Serta menjelaskan mekanisme dan cara kerja inovasi Social Project yang diusulkan.
c. Langkah-langkah Implementasi dan Pelibatan Stakeholder Terkait
Berisi rencana Proses Pelaksanaan, Timeline/Linimasa Pelaksanaan dalam kurun waktu implementasi selama 2.5 Bulan hari kalender dan siapa saja yang akan terlibat di lapangan serta peranannya. Langkah-langkah implementasi harus disertai pengukuran dampak pada tahap akhir implementasi kegiatan.
d. Target Kebermanfaatan dan Keberlanjutan
Berisi tentang kebermanfaatan apa yang akan dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan desa serta dapat diukur misalnya jumlah masyarakat dan pihak yang merasakan manfaatnya. Dan memiliki peluang keberlanjutan Social Project kedepannya untuk terus dijalankan oleh masyarakat.
e. Rencana Anggaran Biaya yang Diajukan
Berisi gambaran rencana pengeluaran Operasional, Investasi Barang/Jasa dan pengeluaran lainnya. Batas usulan masing-masing setiap Social Project adalah maksimal Rp 30 juta.
f. Lampiran
Berisi Surat Pernyataan Orisinalitas, Surat Pengantar dari Perguruan Tinggi Asal, Pakta Integritas, gambar-gambar dan Link Video.
2. Pelaksanaan dan Laporan Kemajuan
Setelah memperoleh pendanaan Social Project, setiap peserta wajib melaksanakan rencana sesuai yang diusulkan pada proposal. Peserta wajib melakukan update progress implementasi Social Project pada setiap periode, baik berupa laporan, foto dan video kemajuan proses implementasi sesuai template Laporan Kemajuan. Guna meningkatkan kemampuan peserta, peserta diwajibkan mengikuti Virtual Bootcamp yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara dan mengupload sertifikat yang telah diterima setelah pelatihan dilaksanakan. Laporan Kemajuan berisikan penjelasan tentang laporan progress tahap implementasi masing-masing tim Social Project yaitu apa saja yang telah dilakukan :
a. mulai dari koordinasi awal bersama tim,
b. koordinasi awal bersama dosen pendamping,
c. koordinasi bersama pihak desa dan masyarakat,
d. pemetaan tugas tim,
e. yang dilakukan hari ke hari oleh anggota tim,
f. proses awal pembuatan alat/aplikasi/materi,
g. siapa saja terlibat di dalamnya,
h. Program dan hasil implementasi setiap periode,
i. cerita masyarakat yang merasakan manfaat langsung,
j. dan progress pendukung lainnya.
k. serta laporan progress ini dibuat setiap periode sampai dengan tahap implementasi selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan.
3. Laporan Akhir
Laporan akhir berisikan gabungan hasil implementasi Social Project dari tahap awal hingga akhir. Untuk memastikan implementasi Social Project berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Laporan Akhir harus memuat mapping program berupa detail program, indikator, satuan, metode, dan hasil yang berkaitan dengan 17 Target SDG yang tersedia. Selain itu, laporan akhir juga harus memuat dampak berkelanjutan yang terukur dan dapat dikuantifikasikan dari sejak awal hingga pasca implementasi. Metode yang dapat digunakan beragam seperti antara lain Social Return of Investment (SROI), Index Kepuasan Masyarakat, dan Sustainability Compass. Pengukuran dampak tersebut dilakukan guna memastikan implementasi yang tepat guna dan berkelanjutan pasca selesainya kegiatan implementasi serta melampirkan hasil pengukuran dampak implementasi yang telah dilakukan. Laporan Akhir dan manual book (bagi jenis luaran program berupa produk) merupakan syarat agar dapat dilakukan pencairan anggaran Term-2 (30%).
4. Pemilihan Top 50 Social Project
Top 50 Social Project merupakan project terpilih berdasarkan hasil review laporan akhir. Peserta Top 50 Social Project mempresentasikan Progress Implementasi Social Project mereka secara online (Online Pitching) dalam waktu tertentu untuk kemudian dipilih dan diundang dalam kegiatan puncak Awarding Innovillage.
5. Kegiatan Awarding
Kegiatan awarding merupakan proses pemilihan Social Project terbaik yang akan diundang untuk menerima penghargaan dan berkesempatan mendesiminasikan dan memamerkan Social Project yang telah dilaksanakan. Apabila peserta terpilih sebagai peserta terbaik, peserta wajib melakukan duplikasi prototype, dan manual book untuk dapat dipamerkan dan didesiminasikan pada kegiatan Awarding.
Panduan pendaftaran Innovillage 2024 bagi peserta, bisa didownload di https://bit.ly/5thInnovillage2024.
Kriteria Penilaian Review Proposal Tahap 1
| No | Kriteria Penilaian | Skema A | Skema B |
|---|---|---|---|
| A | Desain Produk | 35 | 35 |
| A.1 |
Kesesuaian Produk dengan Permasalahan Rill Produk harus menjawab permasalahan yang relevan dengan kondisi nyata di masyarakat sasaran. Penilaian mencakup pemetaan masalah yang tepat. |
15 | 15 |
| A.2a |
Relevansi Antropologis dan Keberlanjutan Desain produk didasarkan pada karakteristik antropologis wilayah sasaran, termasuk adat, norma sosial, pola perilaku, serta kearifan lokal. Harus menunjukkan kemungkinan keberlanjutan dalam jangka panjang. |
10 | 10 |
| A.2b |
Kompleksitas dan Perkembangan variabel desain Produk mempertimbangkan berbagai variabel desain seperti sosial budaya, ekonomi lokal, potensi teknologi, serta penerimaan masyarakat. |
10 | 10 |
| B | Inovasi | 30 | 30 |
| B.1 |
Orisinalitas dan Inovasi Solusi Digital Mengukur orisinalitas ide mahasiswa serta inovasi solusi digital yang ditawarkan. Solusi harus baru, belum dipublikasikan atau mengikuti kompetisi lain, serta menghadirkan pendekatan teknologi digit yang dapat menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. |
10 | 10 |
| B.2a |
Keberlanjutan Dari Program Sebelumnya Menilai inovasi yang menghasilkan dampak sosial berkelanjutan, mencakup kemampuan solusi bertahan dan memberikan kontribusi positif jangka panjang bagi masyarakat. |
20 | |
| B.2b |
Menciptakan Nilai Bersama (Value Creation) Fokus pada inovasi yang tidak hanya berdampak bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan nilai bersama (CSV) antara masyarakat, pemerintah, bisnis loka, Telkom. Penilaian ditekankan pada keuntungan jangka panjang bagi semua pihak. |
20 | |
| C | Implementasi | 35 | 35 |
| C.1 |
Relevansi dengan SDGs, Peluang Keberlanjutan, dan Dampak Sosial Menilai relevansi inovasi dengan tujuan SDGs, peluang keberlanjutan di masyarakat, serta dampak sosial kuantitatif maupun kualitatif dengan fokus keberlanjutan dan perubahan nyata. |
25 | 25 |
| C.2 |
Kolaborasi dan Potensi Pengembangan Menilai sejauh mana inovasi melibatkan kolaborasi (tim, masyarakat, stakeholder), serta potensi pengembangan lebih lanjut agar memberi manfaat lebih luas dan mendalam. |
10 | 10 |
Kriteria Penilaian Review Tahap 2 (Desk Evaluation)
| No | Kriteria Penilaian | Kategori A | Kategori B |
|---|---|---|---|
| 1 |
Capaian Ide Inovasi Social Project Yang Telah Diimplementasi Beberapa aspek kriteria meliputi kesesuaian proyek dengan rencana awal (termasuk tujuan, anggaran dan jadwal) yang telah ditetapkan. |
30 | 30 |
| 2a |
Kebermanfaatan Hasil Implementasi Innovillage di Masyarakat Dampak sosial dari implementasi SDGs. Hasilnya dapat diukur secara konkret terhadap perubahan positif dalam komunitas atau masyarakat. Semakin besar kemungkinan proyek tersebut bermanfaat bagi mereka semakin baik. |
25 | |
| 2b |
Pencapaian Nilai Kebersamaan Bagi Bisnis dan Masyarakat Nilai kebersamaan tercapai ketika inovasi mampu memberi manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat sekaligus menghadirkan nilai ekonomi bagi bisnis. Dampaknya dapat diukur secara konkret, baik dari peningkatan kesejahteraan komunitas maupun penguatan posisi bisnis melalui pemanfaatan produk dan layanan yang relevan. Semakin besar manfaat ganda yang dihasilkan, semakin tinggi nilai kebersamaan yang dicapai. |
25 | |
| 3 |
Kolaborasi Internal dan External di Lapangan Mengkaji keterlibatan berbagai tim di dalam organisasi untuk bekerja bersama secara efisien. Hal ini melibatkan kemampuan untuk berbagi informasi, sumber daya, dan komunikasi yang baik di antara berbagai pihak yang terlibat. Kemudian, aspek penting lain adalah mengevaluasi apakah proyek sosial memiliki potensi untuk berkolaborasi dengan pihak eksternal, seperti mitra bisnis, organisasi nirlaba, atau lembaga pemerintah. Kemampuan untuk menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan pihak eksternal dapat membuka pintu untuk sumber daya tambahan, pengetahuan, dan dukungan yang dapat memperkuat proyek. Untuk dapat masuk kedalam tahap hilirisasi, peserta harus dapat memenuhi komposisi tim 3H (Hustler, Hacker, dan Hipster) |
15 | 15 |
| 4 |
Peluang Keberlanjutan Innovillage Proyek harus sejalan dengan salah satu atau beberapa tujuan SDG yang telah ditetapkan secara nasional dan global. Kemudian, proyek harus memiliki sumber daya yang cukup baik atau dukungan dari pihak berkepentingan untuk menjalankannya dalam jangka panjang. Hal ini memastikan bahwa proyek dapat terus berjalan dan berkontribusi pada pencapaian SDG. |
15 | 15 |
| 5 |
Dampak Inovasi Yang Diimplementasikan Merupakan indikator untuk mengukur keunikan produk yang dikembangkan relatif terhadap produk sejenis yang telah ada, serta potensi pendapatan dan estimasi besar pasar yang dapat diperoleh. Produk yang dikembangkan dikatakan unik jika tidak banyak produk yang sejenis, sehingga meningkatkan peluang market size. |
15 | 15 |
Kriteria Penilaian Review Tahap 3 (Online Pitching)
| No | Kriteria Penilaian | Poin |
|---|---|---|
| 1 |
Kejelasan & Struktur Presentasi Presentasi harus dipaparkan dengan jelas dengan penyajian data yang menarik, intonasi yang baik dan mudah dipahami oleh audiens. |
15 |
| 2 |
Capaian Ide Inovasi Beberapa aspek kriteria meliputi kesesuaian proyek dengan rencana awal (termasuk tujuan, anggaran dan jadwal) yang telah ditetapkan. |
25 |
| 3 |
Penyampaikan Keunikan Produk Yang Dikembangkan Untuk Dapat Masuk Pasar Merupakan indikator untuk mengukur keunikan produk yang dikembangkan relatif terhadap produk sejenis yang telah ada, serta potensi pendapatan dan estimasi besar pasar yang dapat diperoleh. |
20 |
| 4 |
Peluang keberlanjutan Proyek harus sejalan dengan salah satu atau beberapa tujuan SDG yang telah ditetapkan secara nasional dan global. Kemudian, proyek harus memiliki sumber daya yang cukup baik atau dukungan dari pihak berkepentingan untuk menjalankannya dalam jangka panjang. Hal ini memastikan bahwa proyek dapat terus berjalan dan berkontribusi pada pencapaian SDG. |
20 |
| 5 |
Peluang Keberlanjutan Innovillage Proyek harus sejalan dengan salah satu atau beberapa tujuan SDG yang telah ditetapkan secara nasional dan global. Kemudian, proyek harus memiliki sumber daya yang cukup baik atau dukungan dari pihak berkepentingan untuk menjalankannya dalam jangka panjang. Hal ini memastikan bahwa proyek dapat terus berjalan dan berkontribusi pada pencapaian SDG. |
15 |
| 5 |
Dampak Inovasi Yang Diimplementasikan Merupakan indikator untuk mengukur keunikan produk yang dikembangkan relatif terhadap produk sejenis yang telah ada, serta potensi pendapatan dan estimasi besar pasar yang dapat diperoleh. Produk yang dikembangkan dikatakan unik jika tidak banyak produk yang sejenis, sehingga meningkatkan peluang market size. |
20 |
Kriteria Penilaian Keberlanjutan Pasca Program
| No | Kriteria Penilaian | Poin |
|---|---|---|
| 1 |
Jumlah Penerima Manfaat Langsung Berapa banyak individu yang mendapatkan dampak nyata dari program. |
10 |
| 2 |
Tingkat Kepuasan Masyarakat Menilai penerimaan dan efektivitas program di mata Masyarakat. |
5 |
| 3 |
Peningkatan Literasi/Keterampilan Mengukur peningkatan pengetahuan atau kemampuan spesifik Masyarakat. |
15 |
| 4 |
Efisiensi Biaya Operasional Mengukur penurunan pengeluaran rutin setelah inovasi diterapkan. |
15 |
| 5 |
Keberlanjutan Operasional Sistem atau alat yang diberikan digunakan terus menerus secara efektif. |
10 |
| 6 |
Kapasitas Lokal Untuk Melanjutkan Kemampuan Masyarakat atau Mitra Lokal dalam mengelola program secara mandiri. |
15 |
| 6 |
Kapasitas Lokal Untuk Melanjutkan Kemampuan Masyarakat atau Mitra Lokal dalam mengelola program secara mandiri. |
15 |
| 7 |
Keterlibatan Masyarakat Lokal Mengukur Partisipasi aktif Masyarakat terhadap program. |
5 |
| 8 |
Kesiapan Skalabilitas Inovasi dapat diterapkan di tempat lain. |
5 |
| 9 |
Pengurangan Limbah/Emisi Mengukur penurunan emisi CO2 dan jumlah limbah sampah organic/anorganik, dll. |
10 |
| 10 |
Penghematan Konsumsi Energi/air Mengukur efisiensi dalan penggunaan energi dan air. |
10 |