Menumbuhkan Literasi di Desa Wonosari dengan Teknologi dan Inovasi
01 November 2024
Universitas Negeri Medan
Projek
- Judul:Menumbuhkan Literasi di Desa Wonosari dengan Teknologi dan Inovasi
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:SUMATERA UTARA, DELI SERDANG, TANJUNG MORAWA, WONOSARI.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Negeri Medan
- Ketua:Muammar Sahala Tua Siregar
- Angota#1:Muammar Sahala Tua Siregar, Suwanda, Aldino
SDGs
Pendidikan BermutuShare
Deskripsi
DESA Wonosari di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, memiliki banyak potensi. Sayangnya, warga dihadapkan pada tantangan signifikan dalam bidang pendidikan. Dengan luas wilayah 4 km² dan jumlah penduduk sekitar 5.292 jiwa, sekitar 28,85% dari penduduknya (1.527 orang), masih kesulitan dalam keterampilan membaca. Kondisi ini mencakup anak-anak, remaja, hingga dewasa yang disebabkan oleh terbatasnya akses pendidikan formal, bahan bacaan, dan fasilitas literasi lainnya. Ditambah dengan kondisi geografis yang terpencil dan rendahnya literasi digital, masyarakat Desa Wonosari kesulitan dalam memanfaatkan teknologi untuk mengakses informasi dan meningkatkan pengetahuan mereka. Sebagai solusi, tim Sikkola Raiat menawarkan dua inovasi yang saling mendukung untuk mengatasi permasalahan tersebut: Aplikasi Sikkola Raiat dan Rumah Baca Berbasis Multimedia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat melek huruf di Desa Wonosari dengan pendekatan yang inovatif, memadukan teknologi digital dan fasilitas fisik yang mendukung literasi. Aplikasi Sikkola Raiat memberikan solusi dengan menyediakan materi literasi dasar melalui media interaktif seperti video, animasi, audio, dan game. Aplikasi berbasis Android ini memudahkan masyarakat untuk belajar kapan saja dan di mana saja. Aplikasi ini dirancang khusus untuk memudahkan warga dewasa dalam memahami materi literasi, menjadikannya alat yang praktis untuk meningkatkan keterampilan membaca.Selain itu, Rumah Baca Berbasis Multimedia yang dilengkapi dengan fasilitas komputer, jaringan internet, dan alat peraga lainnya, menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat. Rumah Baca ini menyediakan bahan bacaan digital dan fisik yang relevan untuk mendukung proses belajar membaca dan menulis. Pelatihan literasi digital juga diberikan agar masyarakat dapat mengoperasikan perangkat teknologi seperti smartphone dan komputer secara mandiri. Implementasi program ini dimulai dengan persiapan fasilitas, termasuk penyediaan buku, alat peraga, komputer, dan jaringan internet, serta sosialisasi mengenai aplikasi Sikkola Raiat dan Rumah Baca Berbasis Multimedia kepada masyarakat. Pelatihan literasi berlangsung selama beberapa minggu, dengan pemantauan progres secara berkala. Pada tahap akhir, aplikasi Sikkola Raiat diunggah ke Play Store, memungkinkan akses lebih luas untuk masyarakat di luar Desa Wonosari. Hasil dari program ini sangat menggembirakan. Sebanyak 79 peserta Rumah Baca Berbasis Multimedia berhasil meningkatkan kemampuan membaca mereka hingga mencapai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Sementara itu, aplikasi Sikkola Raiat telah diuji oleh 526 pengguna dalam tahap pengujian tertutup. Selain itu, peningkatan angka melek huruf di Desa Wonosari tercatat sebesar 5%, sesuai dengan target program. Program ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta langsung, tetapi juga menarik perhatian sekolah-sekolah di luar desa untuk menerapkan metode serupa. Salah satu cerita yang menginspirasi datang dari Yuli Astuti, seorang ibu rumah tangga yang awalnya merasa tertinggal dalam hal literasi. Setelah mengikuti program ini, ia merasa lebih percaya diri dalam membaca dan mengakses informasi. Winda Safitri, warga lainnya, juga merasakan perubahan signifikan dalam hidupnya. Ia kini mampu membaca daftar belanjaan di pasar tanpa kesulitan, yang sebelumnya menjadi hambatan besar bagi dirinya.