Clove-I : Solusi Cerdas Tingkatkan Kualitas Cengkeh Berbasis IoT untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Sumberuluh Nganjuk, Jawa Timur
28 Oktober 2020
Telkom University
Projek
- Judul:Clove-I : Solusi Cerdas Tingkatkan Kualitas Cengkeh Berbasis IoT untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Sumberuluh Nganjuk, Jawa Timur
- Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
- Lokasi Sosial Projek:Jawa Timur, Kabupaten Nganjuk, Ngetos, Ngetos.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Telkom University
- Ketua:Muhammad Akbar Wicaksana
- Angota#1:Wahyu Eka Kiswardani
- Angota#2:Fadhilah Nurdzati
SDGs
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur, Industri dan InovasiShare
Deskripsi
Desa sumberuluh nganjuk jawa timur adalah salah satu desa penghasil cengkeh di Indonesia. Melihat bagaimana cengkeh yang dahulu menjadi daya Tarik bangsa asing saat ke Indonesia tentunya kami terttarik untuk memberikan solusi teknologi dalam pengairan air di desa tersebut agar petani cengkeh mendapat keringan dalam menanam cengkeh dan hasil dari cengkeh bias berkualitas.
Dalam mengatasi masalah yang terjadi di desa sumberuluh maka kami melakukkan inovasi teknologi agar bisa memudahkan dan memaksimalkan hasil panen cengkeh dari desa sumberuluh. Kami menggunakan IOT untuk melakukan pengontrolan system perairan pohon cengkeh. Yang mana kami menggunakan mikroprosesor yaitu arduino.
Kami disini memanfaatkan arduino sebagai alat utama untuk menjalankan system pengairan otomatis yang digunakan untuk menyirami pohon cengkeh. Kami membuat alat otomisasi air. Alat ini berfungsi menyirami air ketika tanah pada pohon cengkeh tersebut kering dan akan berhenti ketika tanah di pohon tersebut lembab.
Jadi kami memanfaatkan sensor soil analyser yang dihubungkan pada arduino agar bisa membaca kelembapan yang terjadi pada tanah. Setelah sensor mendapat ukuran kelembapan tanah maka akan mengirimkan informasi tersebut kepada mikroprosesor dan akan diproses langsung ke relay yang terhubung dengan listrik dan mesin air, jika tanah kering maka air pompa akan menyala dan mengirimkan air kepada system terasering di kebun cengkeh tersebut, dan jika tanah sudah mulai lembap maka pompa tersebut akan otomatis mati. Sehingga petani cengkeh tidak harus dating kekebun dan menyirami pohon cengkeh setiap harinya. Serta ini dapat mengefesiensikan waktu petani untuk melakukan kegiatan lain yang bisa mengakat perekonomian mereka.
Sejauh ini alat yang kami pasang cukup berhasil dan bermanfaat bagi kebun cengkeh salah seorang warga yang kami jadikan kebun percontohan untuk percobaan alat tersebut. Dan juga kami telah memberikan 5 buah alat kepada kepala desa untuk dibagikan dan digunakan warga warga yang sangat memerlukan alat tersebut.
Pada saat ini jika kami mendapatkan sponsor dan bantuan untuk mengembangkan alat ini maka kami akan membuat desa sumberuluh menjadi desa pertanian cengkeh berbasis IOT. Dan akan menyempurnakan system kerja alatkami yang tidak hanya berguna untuk menyirami air tetapi juga berguna untuk mengawasi kodisi pohon yang bisa di pantau melalui aplikasi android.
Harapan kami alat ini bisa terus berkembang dan istikomah digunakan oleh masyarakat serta kami berkeinginan memberi edukasi lebih ke masyarakat mengenai teknologi dan cara pembuatannya agar masyarakat bisa berkembang dengan mandiri dan bisa menciptakan alat alat teknologi sendiri yang berguna untuk mereka. Dan bisa memberantas kebutaan teknologi di Indonesia ini.
Video dokumentasi bisa dilihat di sini.