WATER HERO, Sistem Otomatisasi Penampungan dan Penjernihan Air Berbasis Teknologi sebagai Solusi Kekurangan Air
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT., atas segala limpahan Rahmat dan karunia-Nya yang telah memberikan Tim kami kesempatan untuk dapat melanjutkan Progress Implementasi Project kami sampai ke tahap akhir ini. Pada tahap awal kami memulai nya dengan focus pada pembuatan alat, yaitu pembuatan indicator sensor. Sensor yang kami gunakan ini terdiri dari sensor Ultrasonic hc-sr04, sensor TDS meter, dan sensor PH meter. Dimulai dengan bimbingan diskusi secara langsung dengan dosen pembimbing kami yang kami mulai pada tanggal 11 Oktober 2022. Bu Haifa Nabila selaku dosen pembimbing kami menyampaikan intruksi perorangan wajib mempelajari setiap sensor yang akan digunakan nantinya untuk indicator nya tersebut. Dan mulai melakukan proses pembelian alat-alat pada hari Jumat, 14 Oktober 2022 oleh Anggota Tim 1 & 2 di LTC Glodok, Jakarta Pusat. Pada hari itu kami mendapatkan sensor Ultrasonic, Arduino, dan LCD Interface. Dikarenakan sulitnya mencarii bahan dan alat lainnya yang dibutuhkan, maka kami melanjutkan pembelian bahan dan alat tersebut melalui toko online. Setelah bahan dan alat yang dibutuhkan untuk pembuatan alat sekiranya sudah terkumpul beberapa, kami mulai melakukan program dan rangkaian sensor Ultrasonic hc-sr04 pada hari Senin, 17 Oktober 2022. Terdapat beberapa kendala seperti rangkaian dan program terus menerus error dan hasil Output tidak muncul pada layar LCD Interface. Pada awalnya sumber air utama yang kami gunakan yaitu sumur gali, terkendala dengan ukuran diameter galian yang di perkirakan berdiameter 80 cm dengan tinggi 1 ½ meter. Ternyata pada akhirnya hanya bisa di gali dengan kebutuhan buis berdiameter 60 cm dengan tinggi 1 meter. Dikarenakan buis awal yang dibeli dan sudah sampai lokasi berdiameter 80 cm dengan tinggi 1 ½ meter. Maka kami harus melakukan proses penukaran di Toko
Matrial yang jaraknya kurang lebih 5 Km dari desa tempat kami Implementasi. Dikarenakan jadwal pengiriman yang cukup padat, maka pengiriman buis baru bisa dikirim keesokan harinya. Maka dari itu, kami melanjutkan pembuatan dudukan Tower Toren Air, dimulai dengan pengecatan Tower Toren Air agar terlihat lebih bersih dan keindahan estetika. Dilanjut dengan diletakannya Toren Air di atas Tower yang sudah berdiri dan dibagian bawah Tower toren air sudah diberikan dudukan semen agar tidak ada kumungkinan toren air terjatuh yang disebabkan oleh angin, banjir, atau hal yang lainnya. Setelah proses dudukan tower selesai dan diletakannya toren air di atas towernya, dilanjutkan dengan pembuatan dudukan semen buatan untuk peletakkan pompa air dan tabung filter air yang letaknya di dekat sumber air ke-2 yaitu kolam buatan dan tower toren air.
Hari ke-2 di desa kami melanjutkan dengan dipasangnya kotak enclosure yang berisi indicator sensor yang telah kami buat di letakannya pada dinding di samping tabung filter air. Dimana kami menggunakan listrik yang sifatnya sensitive terhadap air. Dan kegiatan terakhir yaitu pemasangan banner yang kami letakkan di depan Pesantren AlJambani sendiri. Setelah semua sudah selesai dipasang dan dipastikan tidak ada kendala yang terjadi. Kami melakukan wawancara serta Sosialisasi bersama para santri di Pesantren Al-Jambani desa Leuwibatu serta berpamitan pulang. Setelah tiga hari melakukan progress Implementasi di desa langsung. Dengan penuh rasa kesenangan hati kami para Anggota Tim, melihat para santri sekarang sudah dapat merasakan air bersih. Mereka dapat memulai kehidupan baru mereka dengan terbiasa menggunakan air bersih. Dari yang awalnya satu kolam dijadikan untuk sumber utama penggunaan air sehari-hari. Mereka sekarang akan memulai kebiasaan baru menggunakan air bersih dari keran air yang telah melewati proses filterisasi. Semoga kedepannya tidak ada kendala yang terjadi baik pada tabung filter, pompa air, sensorsensor yang terhubung, dan kendala lainnya.
Setelah tiga hari melakukan progress Implementasi di desa langsung. Dengan penuh rasa kesenangan hati kami para Anggota Tim, melihat para santri sekarang sudah dapat merasakan air bersih. Mereka dapat memulai kehidupan baru mereka dengan terbiasa menggunakan air bersih. Dari yang awalnya satu kolam dijadikan untuk sumber utama penggunaan air sehari-hari. Mereka sekarang akan memulai kebiasaan baru menggunakan air bersih dari keran air yang telah melewati proses filterisasi. Semoga kedepannya tidak ada kendala yang terjadi baik pada tabung filter, pompa air, sensorsensor yang terhubung, dan kendala lainnya. Untuk filter air yang digunakan pada project kami ini, kira2 dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama dengan perawatannya yaitu pengurasan tabung filter air. Dikarenakan air kolam yang cukup keruh dan berlumut, maka proses pengurasan harus dilakukan minimal 2x dalam sebulan. Untuk komponen lainnya seperti indicator sensor-sensor dan pompa air. Dapat dipastikan tidak ada perawatan lainnya. Peluang kedepannya dari project kami yang dapat dikembangkan yaitu dengan mengubah filter air biasa ini dengan multifilter air. Dimana nantinya air hasil filterisasi dari media multifilter ini layak dikonsumsi dan digunakan untuk masak atau sebagainya
Dengan kadar PH air yang pastinya netral (7) dan kadar TDS nya normal selayaknya air layak konsumsi. Pastinya dengan budget yang lebih dan perlu pengukuran level sumber air yang digunakan ini. Semoga nantinya kami dapat meneruskan peluang yang sudah kami rencanakan ini dan dapat dimanfaatkan para santri Al-Jambani Desa Leuwibatu disana.
Link video YouTube Laporan Awal : https://youtu.be/Sj5KV9FTC5k
Link video YouTube Laporan Tengah : https://youtu.be/rU6p5iWOnYE
Link video YouTube Laporan Akhir : https://youtu.be/TLAz_6VCthg