Loading...

Pengembangan Sentra Pertanian Cabai Organik Dengan Sistem Polikultur Hortikultura Berteknologi Digital

Innovillage
Share post:

Virtual Reality adalah sebuah teknologi yang membuat pengguna atau user dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia virtual yang disimulasikan oleh komputer. Di pilihnya Desa Belega untuk membuat VR karena desa tersebut memiliki potensi yang sebagian besar masyarakatnya pengrajin bambu, sehingga akan sangat menarik dan tepat apabila diwujudkan dalam visualisasi 360° atau lingkungan secara tiga dimensi, karena selain memiliki tampilan yang menarik masyarakat luar bisa melihat Desa Belega tanpa harus berada di lokasi dan juga bisa melihat kerajinan kerajinan bambu yang ada diDesa Belega dan juga tidak perlu kesulitan melakukan pengamatan secara langsung ke lingkungan sekitar karena dengan media ini mereka dapat mengetahuinya melalui perangkat Android dan alat VR serta pengontrolnya untuk menjelajahi simulasi dunia digital. Melalui VR ini diharapkan masyarakat lebih mengenal tentang "Desa Belega" tanpa harus berada di lokasi sesungguhnya. Pembuatan sebuah program Virtual Tour di Desa Belega ini dapat menampilkan lokasi-lokasi dari pengrajin bambu yang terdapat di Desa Belega. Desa Belega yang terkenal dengan sentra wisata kerajinan bambu sehingga dilakukan pembuatan Virtual Reality atau Virtual Tour yang akan mempermudah para penduduk desa ataupun pendatang (wisatawan) untuk mengetahui spot-spot tertentu seperti lokasi-lokasi pengrajin bambu, lokasi pusat desa, lokasi tempat pasraman dan lain sebagainya. Maka dengan penerapan teknologi VR (Virtual Reality) sangat cocok untuk diterapkan, karena teknologi VR merupakan penerapan dari teknologi multimedia yang memiliki kelebihan dalam mendeskripsikan sebuah objek dimana

visualisasi yang ditampilkan dapat dilihat dari segala sudut, karena memiliki 3 dimensi visual sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan lingkungan tempat kerajinan bambu yang ada di Desa Belega secara virtual tanpa datang langsung ke lokasi. Proses yang dilakukan selama implementasi sosial project yaitu pembagian tugas kepada anggota tim, setelah itu terjun kelapangan untuk take foto 360 dan mencari dan encatat informasi yang didapat selanjutnya melakukan editing pada foto 360 danv dilanjutkan pembuatan Web dan memasukan informasi kedalam Website yang telah dibuat dan ditahap akhir melakukan sosialisasi/implementasi akhir Website 360 kepada masyarakat.

Hasil dari program yang kami buat yaitu website yang berisi tentang penjualan bambu di Desa Belega, terdapat foto 360 pada setiap lokasi pengerajin tersebut. Memudahkan masyarakat maupun costumer melihat barang maupun furniture tanpa harus datang langsung ke lokasi pengerajin. Masyarakat di desa belega sudah menerima inofasi virtual reality 360 kerajinan bambu dan dari beberapa masyarakat memeberikan masukan untuk bisa dikembangkan lagi mengenai fitur fitur yang ada didalam website tersebut. Kolaborasi yang dilalukan sesama tim mahasiswa, dosen pendamping, kampus, masyarakat dan pihak lainnya berjalan sangat baik, Dosen pendamping memberikan arahan arahan kepada mahasiswa dan juga mahasiswa mampu dengan baik dan sopan berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Masyarakat khususnya para pemilik Artshop maupun Workshop sangat terbuka untuk kita melakukan take video 360 maupun take foto kegiatan di sekitar artshop mereka.

Peluang keberlanjutan social project ini semoga didalam website bisa menambahkan fitur fitur terbaru selain yang sudah dibuat oleh Tim innovilage dan untuk berapa lama dapat digunakan kemungkinan 2 - 4 tahun kedepan. Selain itu, program ini dapat lebih dikembangkan lagi dimasa depan mengingat teknologi terus berinovasi. Sehingga program website 360 ini tidak akan ditinggalkan begitu saja.

Video Implementasi tahap awal : https://youtu.be/cv90o45pRl8

Video Implementasi tahap tengah : https://youtu.be/5VL3Qqp8kfk

Video Implemeenttasi tahap akhir : https://youtu.be/UpQAvUPzpsM

#Innovillage2022 #DigitalUntukSemua
Share post:
Top