Penerima Pendanaan Innovillage 2024: Mengubah Inovasi Menjadi Dampak Nyata di Masyarakat
Program Innovillage 2024 kembali memberikan peluang besar bagi inovator muda untuk mewujudkan ide-ide kreatif mereka dalam memberikan solusi bagi permasalahan sosial di masyarakat. Sebagai penerima pendanaan dalam program ini, para inovator mengaku mendapatkan dukungan yang tidak hanya berupa dana, tetapi juga pendampingan dan akses ke jaringan luas untuk mengimplementasikan proyek mereka secara berkelanjutan.
Salah satu penerima pendanaan, Eko Bagus Yanuar, Tim Sosmas BEM FTEIC dari Institut Teknologi Sepuluh November, mengembangkan Energi Baru Terbarukan PLTS untuk Kolam Bundar Desa Segoro Tambak dan Digitalisasi Pemasaran Produk Olahan Ikan Desa.
”Program Innovillage sangat menunjang untuk build up individu bagi semua pesertanya agar bisa cepat beradaptasi dengan sistem yang kompleks dan baru. Terimakasih Telkom Indonesia, pendanaan ini sangat membantu bagi kami dan warga desa, implementasi kami masih bermanfaat sampai detik ini dan ikut andil dalam program EBT pemerintah,” ujar Eko.
Selain itu, tim lainnya yang mendapatkan pendanaan dan menjuarai Innovillage 2023, Redooceit dari Telkom University, yang berfokus pada pengolahan sampah organik berbasis teknologi, bernama Maggofeed. Setelah dipilah, sampah diolah dalam mesin ini menjadi pakan maggot. Maggot yang dihasilkan memiliki nilai gizi tinggi dan dapat diolah lebih lanjut sebagai pakan unggas atau hewan ternak, membantu menciptakan solusi berkelanjutan dalam manajemen limbah organik.
"Innovillage adalah kesempatan luar biasa bagi kami untuk berkreasi dalam bidang inovasi sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengembangkan ide, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam membangun solusi yang berdampak nyata. Bagi saya pribadi dan tim, Innovillage adalah momen yang tak terlupakan, yang semakin memperkuat visi kami untuk menciptakan wadah yang membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan," jelas Caecarryo Bagus Dewanata, tim Redooceit.
Tim lainnya yang mendapatkan pendanaan dan menjuarai Innovillage 2022, dari Telkom University, menciptakan ‘Automatic Garden Watering dengan Energi Terbarukan (Panel Surya)’, yang berfungsi untuk mempermudah produktivitas petani perkebunan stroberi. Automatic Garden Watering irigasi multifungsi ini dapat dimanfaatkan oleh para petani yang masih melakukan penyiraman tanaman secara konvensional. Ide yang dibuat adalah dengan memodernisasi perkebunan stroberi agar tenaga yang digunakan dapat lebih efisien dan menghemat waktu.
“Dengan alat yang kami buat yaitu Automatic Garden Watering dapat memberikan solusi bagi petani kebun berupa multifungsi irigasi dengan memanfaatkan energi terbarukan matahari berupa panel surya sebagai sumber listrik dan pompa air pada tangki untuk pasokan air ke perkebunan. Automatic Garden Watering ini diintegrasikan dengan smartphone melalui website menggunakan IoT sehingga dapat memberikan informasi ke para petani, mulai dari kelembaban tanah, pH dan suhu,” jelas ketua tim, Wizman Rofiansyah.
Dengan total pendanaan yang diberikan mencapai miliaran rupiah, Innovillage terus berkomitmen untuk menciptakan dampak positif di berbagai sektor, mulai dari lingkungan, kesehatan, hingga pendidikan. Program ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dan inovator muda dalam mengembangkan solusi yang tidak hanya inovatif tetapi juga berkelanjutan.
Sebagai bagian dari ekosistem inovasi sosial, para penerima pendanaan Innovillage 2024 berharap dapat terus berkembang dan menjadikan proyek mereka sebagai solusi nyata bagi permasalahan yang ada di masyarakat. Dengan sinergi antara akademisi, industri, dan komunitas, inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat luas.
Penulis: Sonia Dewi | Editor: Runik Machfiroh | Foto: Tim