Loading...

PENERAPAN DAT (DRAINAGE AGRICULTURE TECHNOLOGY) PADA LAHAN PERTANIAN BERBASIS IoT DENGAN TENAGA PANEL SURYA

Innovillage
Share post:

DAT (Drainage Agriculture technology) adalah teknologi smart farming yang berfokus pada pengairan dan penyiraman ke lahan pertanian dengan sistem monitoring dan otomatisasi. Dengan adanya program Pipanisasi yang telah berjalan mampu mendukung inovasi yang akan kami kembangkan. Sistem Monitoring pada DAT dilakukan melalui aplikasi mobile. Melalui aplikasi ini perubahan ketinggian air dapat ditinjau secara realtime. Selain itu, penyiraman pestisida dapat dilakukan DAT hanya dengan menggunakan aplikasi mobile.

Di desa tersebut telah berjalan program Pipanisasi yang telah berlangsung sejak tahun 2017 hingga sekarang. Pipanisasi ini bersumber dari hulu Sungai Cipager yang posisinya lebih tinggi dari pemukiman dan disalurkan melalui Irigasi. Namun Program ini hanya terealisasikan ke lahan bagian barat dan selatan. Selain itu, pembagian air ke beberapa wilayah mengharuskan menggunakan sistem buka tutup. Efek dari sistem buka tutup tersebut menyebabkan tidak ada cadangan air yang tersisa ketika pergantian penyaluran air dari lahan ke lahan, sehingga air yang mengalir ke lahan pertanian sangat sedikit dan terbatas. Dibutuhkan penampungan air sehingga saat penyaluran air tertutup, masih ada cadangan air yang tersimpan. Untuk membantu Program Pipanisasi agar lebih maksimal, kami mengusulkan pengembangan alat sebagai bentuk inovasi dari penerapan teknologi IoT dalam menyokong sistem penyaluran air ke lahan pertanian yaitu DAT (Drainage Agriculture Technology). DAT (Drainage Agriculture technology) adalah teknologi smart farming yang berfokus pada pengairan dan penyiraman ke lahan pertanian dengan sistem monitoring dan otomatisasi. Dengan adanya program Pipanisasi yang telah berjalan mampu mendukung inovasi yang akan kami kembangkan yaitu Penerapan DAT (Drainage Agriculture Technology) pada lahan pertanian berbasis IoT dengan tenaga panel surya.

Tanggal 25 November 2022 kami melakukan wawancara kepada Pak Kuwu sekaligus pamit dan menyerahkan kunci. Harapan Pak Kuwu dengan adanya inovasi ini yaitu “Kami di wilayah Desa Kubang banyak tanah tandus, tanah yang tidak produktif karena tanah tersebut tidak bisa dialiri dengan air. Dengan adanya sistem ini semoga bisa memproduktifkan tanah yang tandus dan juga bisa meningkatkan hasil ekonomi untuk para Petani di Desa Kubang”. Selain wawancara, Pak Kuwu meminta pemasangan aplikasi untuk aparat desa agar bisa memantau alat. Di sore harinya kami bersama aparat desa dan pemilik lahan mencoba langsung penggunaan alat di lapangan. Masih terdapat pipa dan sprinkler sisa dari tahap implementasi dikarenakan kami hanya menggunakan 4 sprinkler, pipa ini kami serahkan kepada pihak desa untuk pemeliharaan alat jika terjadi kebocoran pada pipa. Sensor ultrasonic yang tidak dipakai harapannya bisa menjadi tahap pengembangan project di bidang Pertanian untuk kedepannya.

Video implementasi project klik disini.

#Innovillage2022 #DigitalUntukSemua
Share post:
Top