Loading...

Aplikasi Kartu Tanda Pengenal Kambing (KTP-k) Berbasis Android menggunakan IoT pada Program Fattening Kambing Era 5.0

Innovillage
Share post:

Desa Dawuhan adalah desa yang terletak di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Akan tetapi, dikarenakan ide yang akan diimplementasikan harus melakukan pemasangan Eartag peternak Desa Dawuhan menolak untuk menjalin kerjasama sehingga tim Smart Goat memutuskan untuk berpindah ke Bumirejo yang berlokasi di ( https://maps.app.goo.gl/F37dgw6kYfi8yAVS9?g_st=iw ). Desa Bumirejo merupakan salah satu desa bagian dari wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.Secara umum mayoritas pekerjaan masyarakat di desa Bumirejo adalah sebagai Petani dengan usaha sampingan memelihara ternak yaitu domba. Berdasarkan Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang tercatat bahwa jumlah populasi ternak kambing pada tahun 2019 berjumlah 261.546 ekor, yang mana data ini terus meningkat dari tahun 2017, sehingga Desa Bumirejo cocok dijadikan sebagai tempat pengimplementasian.

ketua tim bersama anggota tim melakukan diskusi terkait tindak lanjut kegiatan INNOVILLAGE setelah pengumuman TOP 150 INNOVILlAGE dan Pelaksanaan Bootcamp.

Berdasarkan hasil kunjungan lapang ke desa Bumirejo terkait social project tentang “Aplikasi Kartu Tanda Pengenal Kambing (KTP-k) berbasis android menggunakan IoT pada program Fattening Kambing Era 5.0)” mendapatkan respon yang baik dari kepala desa dan juga para peternak, yang mana kepala desa merasa sangat terbantu dengan adanya social project ini dan peternak juga membayangkan betapa praktisnya penggunaan aplikasi KTP-k dalam recording ternak. Berikut adalah manfaat yang diterima oleh masyarakat dalam beberapa aspek diantaranya :

Dampak Ekonomi : Dengan adanya sistem Aplikasi KTP-Kambing, ternak akan menjadi lebih terkontrol dan termonitoring karena pada sistem kami terdapat cctv yang berperan dalam keamanan kandang, dan juga terdapat sensor-sensor seperti cahaya, kelembaban dan amonia pada kandang yang memonitoring kesehatan ternak sehingga meminimalisir ternak sakit atau hilang, hal ini sangat berdampak dalam aspek ekonomi peternak. selain itu dengan adanya fitur formulasi pakan, kita dapat mengoptimalkan dan juga menciptakan suatu keuntungan bagi petani dan peternak, yang mana pada fitur formulasi pakan kita dapat menginformasikan berbagai solusi alternatif pakan seperti jerami padi, limbah tebu dan berbagai macam limbah pertanian lainnya yang biasanya terbuang dan tidak dimanfaatkan, sehingga dapat meminimalisir pengeluaran biaya pakan.

Dampak Sosial : Secara tidak langsung, dalam jangka panjang target akhir dari aplikasi KTP-K ini mampu menghadirkan kolaborasi serta komunikasi positif antara pihak peternak, akademisi dan juga pemerintah dalam peningkatan kualitas infrastruktur dan teknologi di bidang peternakan. Selain itu Ancaman krisis pangan dan gizi adalah suatu pokok permasalahan yang sangat berdampak buruk bagi suatu negara terutama di Indonesia, menanggapi hal tersebut, salah satu cara peningkatan kualitas sektor peternakan adalah dengan menghadirkan Aplikasi KTP-k. Melalui berbagai macam fitur aplikasi KTP-K ini harapannya dapat meningkat kualitas hasil peternakan di indonesia.

Dampak Lingkungan : dengan adanya fitur Perhitungan dan formulasi pakan yang mengoptimalisasi pakan yang digunakan serta bahan-bahan limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif dapat mendukung Terciptanya lingkungan yang bebas pencemaran udara dan tanah akibat limbah sisa peternakan dan pertanian.

Berkaitan dengan tujuan Indonesia melalui point SDgS khususnya dalam mengakhiri kelaparan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, dan infrastruktur industri dan inovasi terutama di bidang peternakan. Aplikasi KTP-Kambing akan terus dikembangkan supaya dapat lebih memajukan dan mempermudah pekerjaan peternak agar dapat mengoptimalisasi tujuan dari poit SDgS.

Video implementasi project klik disini.
#Innovillage2022 #DigitalUntukSemua
Share post:
Top