Penerapan Agrivoltaic System Pada Pertanian Modern Di Desa Wringinpitu Kab. Banyuwangi Guna Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Wringinpitu merupakan salah satu desa di Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai seorang petani. Di desa Wringinpitu sendiri pertanian hidroponik sudah mulai berkembang. Tanaman hidroponik yang dibudidaya di Desa Wringinpitu mayoritas sayur sayuran dan buah buahan. Pada tanaman hidroponik terdapat beberapa hal yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas lingkungan sesuai dengan kebutuhan tanaman hidroponik. Salah satu masyarakat yang menanam dengan metode hidroponik yaitu Pak Pur. Awal mulanya Pak pur mempunyai hobi dalam bidang pertanian dan pada akhirnya Pak Purmencoba menanam dengan menggunakan metode hidroponik pada tahun 2014, dan pada bulan Januari 2022 Beliau mulai menanam anggur hidroponik, namun hidroponik juga memiliki kelemahan yang paling utama adalah sirkulasi air yang harus selalu mengalir setiap saat, untuk menjaga sirkulasi air maka diperlukan pompa air yang beroperasi setiap saat sehingga diperlukan listrik dalam jumlah besar sehingga membuat pengeluaran listrik tiap ulannya besar. Asimilasi pada buah anggur juga berpengaruh pada tingkat produksi buah anggur sehingga dibutuhkan sinar ultraviolet tambahan melalui penerangan lampu ultraviolet. Hal-hal tersebut merupakan kendala untuk menjalankan hidroponik Pak Pur sehingga produksi dari Pak Pur tidak maksimal.Maka dari permasalahan tersebut, tim mengusulkan sebuah solusi yaitu agrivoltaic system. Agrivoltaic system merupakan konsep menggabungkan penggunaan lahan pertanian an produksi energi listrik dari solar PV (photovoltaic) dalam satu lahan. Pada lokasi yang sama bisa menghasilkan tanaman pertanian dan energi listrik. Secara sederhana untuk menghasilkan listrik pada lahan pertanian maka lahan tersebut di pasang panel surya yang nantinya listrik tersebut digunakan untuk sumber listrik penerangan lampu ultraviolet dan pompa air. Sistem ini dipadukan juga irigasi tetes otomatis pada waktu tertentu.
Untuk tahapan-tahapan yang tim lakukan, pada periode pertama melakukan koordinasi dengan berbagai pihak baik dari pihak mitra, dosen pendamping, dan seluruh anggota tim. Pada tahap awal tim melakukan pembagian tugas dari masing masing anggota, pembuatan konsep desain dari sistem panel surya dan melakukan studi literatur untuk mengetahui kapasitas listrik yang bisa dibangkitkan dengan kapasitas yang dibutuhkan. Untuk periode ke dua tim membuat sistem panel surya dan pembuatan fitting lampu UV pada lahan milik Pak Pur. Tim juga melakukan pembelian alat dan bahan secara online, alat dan bahan yang digunakan sebagian besar dipesan secara online. Pada pelaksanaan periode ke 2 ini tim dibantu oleh mitra dan juga mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi untuk perancangan panel surya. Untuk periode terakhir tim melakuka pemasangan panel surya pada lahan dan pemasangan box panel kemudian tim juga melaksanakan sosialisasi tentang mekanisme dan perawatan dari sistem tersebut.
Capaian dari implementasi cukup memuaskan dan sesuai dengan harapan, sistem agrivoltaic yang dibuat berjalan dengan lancar mulai dari sistem panel surya dan sistem penyemprotan otomatis.Manfaat dari social project di masyarakat terutama pada mitra kami merasa terbantu dengan adanya agrivoltaic system ini dan memudahkan mereka untuk bertani anggur hidroponik. Menurut pak pur sendiri tidak perlu lagi menyiram lahanya secara manual karena sudah ada penyemprotan otomatis dan juga listrik yang dihasilkan dapat menekan biayalistrik bulanan.
Program ini dapat berjalan dengan maksimal karena kekompakan kolaborasi tim kami dengan pihak desa baik mitra kami maupun perangkat desa yang sangat antusias untuk menyelesaikan program ini dengan tepat waktu. Selain itu juga ada beberapa antusisas mahasiswa yang juga turut membantu mensukseskan program ini sehingga mendapat hasil lebih dari dengan yang diharapkan. Program tindak lanjut pasca program ini yaitu pembuatan penerangan jalan pada desa sasaran. Pada Desa Ringinpitu lampu penerangan jalan minim sehingga dibutuhkan penerangan jalan, untuk sumber energi dari lampu penerangan jalan tersebut mungkin bisa di ambil dari sistem panel surya yang telah di bangun.
Link video YouTube Laporan Awal : https://youtu.be/TPT5CURE_9M
Link video YouTube Laporan Tengah : https://youtu.be/WGRl6iZobm0
Link video YouTube Laporan Akhir : https://www.youtube.com/watch?v=_fb8clOEsjY