Loading...

Media Trasplantasi Terumbu Karang Menggunakan Metode Laba Laba dalam Pendidikan

Innovillage
Share post:

Tahap awal pelaksanaan implementasi adalah diskusi dengan team, koordinasi bersama dosen pembimbing mengenai eksekusi pelaksanaan ke objek implementasi innovilage 2022 di desa kepala pati kecamatan bengkalis kabupaten bengkalis, jarak tempuh menuju objek implementasi +-168 km menggunakan transfortasi darat dan 20 km menggunakan transfortasi laut, merancang proses pemetaan lokasi untuk pemasangan media transplantasi terumbu karang dengan menggunakan jaring laba-laba yang terbuat dari rakitan besi yang dibentuk menjadi bentuk laba-laba. Implementasi tahap awal melihat kondisi objek laut untuk meletakkan jaring laba-laba sebagai tempat hidupnya terumbu karang dengan aman di bawah laut, tujuan yang akan lakukan ini adalah mengedukasi masyarakat beserta anak sekolahan betapa pentingnya untuk melestarikan flora dan fauna di bawah laut.

Dengan adanya social project ini diharapkan akan menjadi lebih bermanfaat dan dapat membantu menambahkan tingkat kesadaran masyarakat dalam melestarikan budidaya ekosistem laut seperti terumbu karang. Kesulitan yang akan kami hadapi adalah ketika air laut pasang atau naik maka pemasangan jaring laba-laba akan lebih sedikit sulit untuk diletakkan atau dipasangkan dibawah laut, akan butuh tenaga khusus untuk pemasangan.

Tahap menengah pelaksanaan implementasi ini adalah menjalankan pemasangan jaring laba-laba dan terumbu karang yang diikat pada jaring laba-laba tersebut. Kami minta izin kepada pemerintah daerah setempat yaitu kepada desa untuk melaksanakan program SDGs Innovilage 2022 di wilayah tersebut. Pelaksanaan implementasi tahap 2 ini disaksikan oleh anggota kantor kepala desa dan bapak linmas setempat yang bersedia untuk menemani dan membantu peletakan jaring labalaba ke dalam laut, project social terumbu karang ini bertujuan untuk membudidayakan ekosistem laut dengan menggunakan metode jaring laba-laba yang sudah dimulai dari minggu pertama pelaksanaan implementasi tahap 2.

Pemasangan jaring laba-laba diberikan jarak 1 meter dari jaring lainnya, dengan kedalaman laut yang dipasangkan jaring laba-laba sedalam 1 – 2 Meter lebih ke dasar laut supaya nantinya ketika air laut surut maka jaring laba-laba yang sudah kami pasangkan tidak terkena surutnya air laut karena ditanam dan dipasangan hingga sampai 2 meter lebih.Tahap akhir ini pelaksanaan implementasi ini adalah melakukan pengecekkan perkembanganbiakkan pada terumbu karang yang menggunakan metode transplantasi dengan jaring laba-laba.

Untuk melakukan pengecekkan terumbu karang in tim kami melakukan penyelaman sedalam sekitar 2Meter, untuk melakukan penyelaman ini tim kami sudah terbiasa melakukan penyelaman sejauh 2Meter tersebut. Pengecekkan ke dasar laut ini tidak bisa lakukan yang bukan ahli dalam penyeleman atau yang tidak bisa berenang tidak disaran untuk ikut turun pada laut tersebut karena dapat menyebabkan bahaya yang akan terjadi. Setelah tim kami kembali ke permukaan laut setelah pengecekkan pada transplantasi terumbu karang ini, ternyata terumbu karang ini sudah mulai berkembangbiak setelah 2minggu pemasangan dan peletakkan pada laut tersebut, sehingga manfaat daripada media transplantasi ini dengan menggunakan metode jaring laba-laba berhasil berkembangbiak dengan baik dan akan dilakukan pantauan selanjutnya 1 bulan yang akan datang.Semoga dengan adanya project social ini, warga sekitar bisa sama-sama bekerja sama dalam membudidayakan terumbu karang dengan baik agar tidak kembali tercemar dan punah seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya.  

Link video YouTube Laporan Awal : https://youtu.be/5PKsNGICuY8

Link video YouTube Laporan Tengah : https://youtu.be/Lr1yfMMsPnI

Link video YouTube Laporan Akhir : https://youtu.be/eFU2i6SU5fw


#Innovillage2022 #DigitalUntukSemua
Share post:
Top