Loading...

IMT Tracker : Aplikasi Tracking Pola Makan Untuk Mengendalikan Indeks Massa Tubuh Normal

Innovillage
Share post:

Masyarakat Indonesia belum sepenuhnya menerapkan gaya hidup sehat terutama dalam mengatur pola makan yang baik dalam kehidupan sehari-harinya. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa 95,5 persen orang Indonesia melakukan diet yang tidak sehat. Permasalahan masyarakat yang kurang menjalankan diet sesuai dengan yang dianjurkan disebabkan oleh pemahaman masyarakat yang minim terkait gizi seimbang bagi tubuh. Salah satu contoh masyarakat yang kurang menjaga pola makan yang teratur dapat ditemukan di masyarakat desa Sekeloa. Pada saat ini, 80% masyarakat Sekeloa berisiko terkena penyakit tidak menular.

IMT Tracker merupakan solusi untuk masyarakat Sekeloa dalam mengatasi masalah menentukan makanan yang sehat dan memenuhi kebutuhan. Aplikasi ini juga turut membantu meningkatkan keadaan ekonomi dari masyarakat yang memiliki UMKM dengan menjadikan mereka sebagai mitra untuk persediaan bahan baku dari rekomendasi makanan pengguna. Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk mengontrol nilai IMT menuju angka ideal serta menentukan status gizi seseorang berdasarkan kategori IMT. Agar tubuh bergizi seimbang, dibutuhkan zat gizi yang diperoleh dari berbagai nutrisi berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air dengan jumlah kalori yang cukup. Pada penentuan jumlah kalori harian, rumus yang kami gunakan adalah perhitungan KKB sederhana yang dianjurkan oleh Kemenkes.

Langkah-langkah implementasi dari IMT Tracker dimulai dari tahap perencanaan yaitu tahap pembuatan ide rencana dan penentuan target masyarakat yang ingin dijangkau. Tahap selanjutnya merupakan tahap perancangan yaitu perancangan dari aplikasi yang akan dibuat. Pada tahap perencanaan dan perancangan ini dilakukan di minggu yang sama yakni diminggu pertama. Berikutnya adalah tahap pelaksanaan yaitu tahap dimana aplikasi sudah diluncurkan (launching) ke masyarakat. Tahap ini berlangsung selama 2 minggu, dari minggu kedua hingga minggu ketiga. Di minggu ketiga, tahap pengawasan dan pemeliharaan mulai dilakukan yang berlangsung hingga minggu keempat. Lalu pada tahap terakhir, minggu keempat, evaluasi dan laporan terhadap pelaksanaan project akan diberikan kepada puskesmas atau lembaga Kesehatan yang ada di daerah tujuan.

Video Implementasi tahap awal : https://youtu.be/VDZRs08bE-o

Video Implementasi tahap tengah :https://youtu.be/VDZRs08bE-o

Video Implementasi tahap akhir :https://youtu.be/caXJjbTElJA

#Innovillage2022 #DigitalUntukSemua
Share post:
Top