Automatic Tea Garden Watering dengan Energi Terbarukan (Panel Surya) untuk Mempermudah Produktivitas Petani Perkebunan Teh di Provinsi Jawa Barat
Manfaat dari hadirnya ide “Automatic Garden Watering” berupa inovasi multifungsi irigasi ini adalah untuk memudahkan para petani terutama di Desa Sindang Reret, Kabupaten Bandung yang masih melakukan penyiraman tanaman secara konvensional. Ide yang dibuat adalah dengan memodernisasi perkebunan teh agar tenaga yang digunakan dapat lebih efisien dan menghemat waktu, disamping itu dapat juga dilakukan monitoring pada perkebunan ini guna mendukung peningkatan produksi serta panen yang dihasilkan dapat meningkat. Solusi yang kami tawarkan mengenai kondisi yang ada pada desa Sindang Reret yang masih menggunakan cara penyiraman tanaman yang konvensional/manual itu kurang efektif dan efisien. Maka dari itu kami ingin mempermudah para petani kebun desa Sindang Reret dengan cara memodernisasikannya. Dengan alat yang kami buat yaitu Automatic Garden Watering yang dapat memberikan solusi bagi petani kebun berupa multifungsi irigasi dengan memanfaatkan energi terbarukan matahari berupa panel surya sebagai sumber listrik dan pompa air pada tanki untuk menyuplai air ke perkebunan. Automatic Garden Watering ini diintegrasikan dengan smartphone melalui website menggunakan IoT sehingga dapat memberikan informasi ke para petani, mulai dari kelembaban tanah, ph, dan suhu.
Kami mulai melakukan tahap finalisasi pada bagian iot dan juga website, sekaligus kami mulai take video untuk keperluan laporan akhir. Pada hari Sabtu tanggal 26 – 27 November kami akan bermalam di desa untuk finalisasi project yang kami buat. Pada hari Sabtu kami mulai mencoba pemasangan pompa untuk irigasi dan berhasil mengalir, akan tetapi untuk air yang keluar dari springkle tergolong kecil. Keesokan harinya kami mulai memotong pipa pada springle dan juga pada pompa agar jadi lebih pendek, selain itu kami membuat kran pemisah antar 2 blok kebun sendiri agar tekanan air pada springkle dapat menembak lebih kencang, nantinya untuk penyiraman sendiri akan dilakukan secara bergantian antar dua blok kebun tersebut. Kami sempat terkendala pada pompa karena dinamonya sendiri tidak berjalan, kemudian kami mencoba reparasi terlebih dahulu dan dipasang ulang. Setelah pompa dirasa sudah berjalan dengan baik, kami mulai melakukan pemasangan iot dengan pemasangan usb power pada SCC dan pemasangan sensor kelembapan tanah dan juga pH tanah pada salah satu tanaman strawberry. Kemudian kami pun sampai di akhir acara dengan sosialisasi dan juga serah terima kepada petani dan juga pak rw setempat, dengan menjelaskan tentang sistem kerja pengairan, iot, dan juga website itu sendiri.
Untuk melihat video dokumentasi project klik disini.