Loading...

Vacum Pengering Padi Berbasis Radiasi Elektromagnetik

01 November 2024
Universitas Cipasung Tasikmalaya

Projek

  • Judul:Vacum Pengering Padi Berbasis Radiasi Elektromagnetik
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA BARAT, TASIKMALAYA, CISAYONG, SUKASETIA.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Cipasung Tasikmalaya
  • Ketua:Husna Darussalam Hakim
  • Angota#1:Husna Darussalam Hakim, Ria Puspita, Putri Purnamasari

SDGs

Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur, Industri dan Inovasi Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab Menjaga Ekosistem Darat

Share

Deskripsi

PENGERINGAN padi yang terganggu oleh cuaca berkabut, terutama di musim hujan, menjadi tantangan besar yang dihadapi petani Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Proses pengeringan tradisional yang mengandalkan sinar matahari tidak efektif, sehingga banyak padi yang rusak atau hilang akibat dimakan burung dan ayam. Tak jarang, hasil panen petani bisa berkurang hingga 15% karena masalah ini. Namun, kini ada sebuah terobosan teknologi yang dapat mengatasi masalah tersebut, yaitu Smart Grain Warming Micro Radiation Technology. Inovasi ini merupakan sebuah sistem pengeringan padi yang menggunakan radiasi mikro dalam tabung vakum untuk mengeringkan padi secara cepat dan merata, tanpa bergantung pada cuaca. Alat ini bekerja dengan cara memanaskan padi dari dalam ke luar, memastikan setiap butir padi kering dengan kadar air yang stabil. Keunggulan lainnya, sistem tabung vakum membantu melindungi padi dari kontaminasi debu, jamur, serta gangguan dari hewan seperti burung dan ayam yang biasa merusak hasil panen. Ini adalah solusi yang sangat relevan untuk daerah-daerah dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung pengeringan alami. Dengan teknologi ini, proses pengeringan yang dulunya memakan waktu berhari-hari kini bisa selesai dalam hitungan jam. Padi yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dan lebih tahan lama, yang tentu saja meningkatkan harga jual di pasaran. Lebih penting lagi, inovasi ini mampu mengurangi risiko kehilangan panen akibat hujan atau gangguan hewan, memberikan jaminan ebih bagi petani untuk menghasilkan padi yang berkualitas. Proses implementasi inovasi ini dimulai dengan tahap koordinasi dengan perangkat desa dan kelompok tani. Tim proyek juga memberikan pelatihan intensif kepada petani dan pemuda desa mengenai cara mengoperasikan dan merawat alat pengering, serta memanfaatkan aplikasi digital yang terintegrasi untuk memantau suhu dan kelembapan selama proses pengeringan. Setelah melalui tahap uji coba dan monitoring, alat pengering ini akhirnya digunakan secara rutin oleh para petani di desa. Dampaknya sudah terlihat dalam waktu singkat: efisiensi pengeringan meningkat drastis, kualitas padi lebih terjaga, dan kerugian panen berkurang. Bukan hanya petani yang merasakan manfaatnya. Pemuda desa yang dilibatkan dalam pelatihan juga mendapatkan keterampilan baru dalam teknologi pertanian, membuka peluang kerja di bidang yang semakin berkembang. Keberhasilan proyek ini semakin diperkuat dengan pembentukan kelompok pengelola lokal yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengoperasian alat. Dengan adanya kelompok ini, proyek ini dapat berkelanjutan tanpa ketergantungan pada tim proyek, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Secara keseluruhan, inovasi Smart Grain Warming Micro Radiation Technology tidak hanya membantu petani mengatasi kendala pengeringan padi yang selama ini menjadi masalah utama, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat Desa Sukasetia. Teknologi ini membuka jalan bagi modernisasi pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan menguntungkan. Dengan potensi ekspansi ke desa-desa lain yang menghadapi masalah serupa, inovasi ini memiliki prospek yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Top