Loading...

Website Sebagai Media Informasi Pasang Surut Danau "Situ Gede" di Desa Linggajaya Berbasis Artificial Intelegence

04 Oktober 2021
Telkom University

Projek

  • Judul:Website Sebagai Media Informasi Pasang Surut Danau "Situ Gede" di Desa Linggajaya Berbasis Artificial Intelegence
  • Tanggal:04 Oktober 2021 - 28 November 2021
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kota Tasikmalaya, Mangkubumi, Linggajaya.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Diaz setiadi
  • Angota#1:Didit Johar Maulana
  • Angota#2:Muhamad Hasan Basir

SDGs

Infrastruktur, Industri dan Inovasi Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan

Share

Deskripsi

Desa linggajaya merupakan salah satu desa yang berada di kota tasikmalaya yang dimana memiliki tempat wisata yang cukup terkenal, yaitu danau “situ gede”. danau tersebut memiliki keindahan yang luar biasa dan danau tersebut tepat berada di pinggiran Desa Linggajaya yang mana desa tersebut bukan hanya dijadikan tempat wisata bagi pemkot dan warga sekitar, tetapi sekarang sudah menjadi mata pencaharian yang utama di wilayah tersebut. warga desa tersebut biasanya menjadi nelayan dan hasil dari menangkap ikan tersebut bisa dijual ke pasar. Bahkan tidak sedikit juga dari warga desa tersebut yang berjualan di sekitar tempat wisata tersebut ( buka warung makan ). Permasalahan yang ada sekarang adalah ketika danau tersebut surut, pendapatan dari warga sekitar juga ikut terdampak, ketika danau tersebut surut, otomatis pengunjung danau tersebut menipis atau bahkan tidak ada. kenapa demikian? karena pengunjung tidak dapat melihat keindahan danau tersebut secara langsung, begitupun dengan nelayan sekitar yang biasa menyewakan perahu/kapal untuk pengunjung atau bahkan rakit untuk nelayan mencari ikan. permasalahan yang ada sekarang bisa diatasi jika kita tahu kapan danau tersebut surut dan pasang, setidaknya masyarakat sekitar bisa mencari opsi lain untuk tidak bergantung terlebih dahulu kepada danau tersebut. Mungkin setidaknya bisa berancang-ancang atau persiapan menghadapi masa dimana danau tersebut surut. Mengenai implementasi periode 2 ini, kelompok kami menyusun atau mendesain website yang nantinya digunakan untuk proses implementasi. Karena website sebagai case utama dari project kami. Permasalahan yang dihadapi oleh tim adalah lambatnya pembuatan alat dari mitra kita. 

Proses Implementasi

Pertama, kami melakukan kunjungan ke daerah sasar kami yang dimana daerah tersebut nantinya akan menjadi tempat sosial project kami, kami wawancara beberapa tokoh dari desa tersebut. Dan kami juga menjabarkan rencana sosial project kami kepada masyarakat desa. Setelah kami melakukan wawancara, kami berkoordinasi dan meminta izin terkait ide dan inovasi yang kami gagas (pembuatan platform atau website sebagai media informasi di daerah danau situ gede). Dan disini juga mengajak untuk berkolaborasi antara kami dengan perangkat desa setempat. Setelah semua alur koordinasi sudah selesai dilakukan, lanjut dengan melakukan pengecekan terhadap apa saja yang menjadi penunjang atau kebutuhan dari alat/sosial project kami, kami menghitung terlebih dahulu debit air yang masuk, lebar dll. Setelah hal tersebut diselesaikan. Kami melakukan proses pemasangan alat di daerah danau tersebut.

Untuk di periode kedua ini, kami tim 44 linggian jaya Telkom university mengawali pengerjaan untuk kembali merancang website yang nantinya akan dipakai untuk proses implementasi, dalam hal perancangan website di kordinir oleh Didit Johar Maulana. Kemudian setelah mendesain website, tim melakukan survey kembali atau meninjau kembali danau situ gede kota Tasikmalaya guna mengukur ketinggian air, debit air yang masuk dll. Untuk proses survey dan pengerjaan di lapangan, dibantu oleh mitra ( masyarakat setempat yang ada di sekitar danau situ gede ). Untuk proses pengerjaan secara Bersama sama (FULLTEAM) Untuk sementara dari pemetaan tugas seperti demikian. Progress dari waktu ke waktu yang dilakukan oleh tim kami adalah, pertama kita melakukan survey langsung ke lapangan, untuk meninjau debit, mengukur ketinggian air, dan kembali berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan bertemu dengan pejabat desa tersebut guna untuk berkoordinasi terkait sosialisasi yang akan dilakukan pada termin ke tiga. Jika dilihat dari segi progress web itu sendiri, untuk periode 2 ini kami masih mendesain daripada isi dari web tersebut ( mengumpukan data dll ), dari segi alat, tim masih mengumpulkan tools yang nantinya dipasang di TKP ( belanja alat ).

Sambil menunggu alat yang dipesan datang, kita melakukan plan B, yaitu mendesain ulang daripada website yang sebelumnya ada kekeliruan dan pada saat periode kedua diperbaiki. Tim kami juga kembali melibatkan pihak desa ( pengelola tempat ) untuk bekerja sama mensukseskan project kali ini. Dilihat dari respon masyarakat, sama seperti pada project periode pertama, project kami diterima dengan sangat baik. Contoh kecilnya ketika kita berkoordinasi mengenai sosialisasi, warga sekitar sangat antusias dan mitra sangat membantu untuk nantinya mereka mengumpulkan masyarakat yang lain ketika kita melakukan sosialisasi. Salah satu warga setempat /Bapak Godeg menyebutkan bahwa beliau akan sangat dapat merasakan manfaat dari project ini, karena disisi lain beliau juga termasuk dari mayoritas pekerja di desa tersebut yaitu petani. Petani akan sangat terkena dampak bilamana tanaman yang ditanam di Kawasan tersebut tergenang air ( banjir ) dikarenakan meluapnya situ/danau situ gede tempat project ini diimplementasikan. Maka dari itu dengan adanya project ini, bukan hanya masyarakat yang menggantungkan hidupnya di danau tersebut (warung warung di sekitar Kawasan) saja yang terkena dampak manfaat. Akan tetapi, para petani juga akan merasakan manfaatnya ketika project ini berhasil terealisasikan. Project ini singkatnya dapat memberikan informasi terkait danau tersebut pasang atau surut melalui web. Untuk periode ke 3 disini adalah kami melakukan finishing untuk alat dan kami melakukan sosialisasi dengan masyarakat setempat, Dalam hal ini kami sekaligus launching alat untuk dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Isi daripada sosialisasi tersebut adalah kita menjelaskan bagaimana alat tersebut berfungsi dan bagaimana warga sekitar menggunakannya. Sosialisasi ini dihadiri oleh warga sekitar wilayah social project kami dan juga dihadiri langsung oleh pejabat desa, sekaligus dihadiri oleh dosen pembimbing kami. Mengenai sosialisasi ini, kami mendapatkan sambutan dan antusiasme yang sangat luar biasa dari masyarakat desa. Dan dari pihak mitra atau warga pun akan ikut andil membantu menjaga daripada alat tersebut. Pengalaman yang paling berkesan bagi kami adalah ketika dapat berinteraksisecara langsung dengan masyarakat desa saat seluruh proses implementasi berlangsung, karena bagi kami hal tersebut adalah sebagai wujud peran kami sebagai mahasiswa untuk dapat berguna secara harfiah bagi masyarakat. Kami juga mendapat pengalaman yang baru dalam seluruhrangkaian dan lebih menantang kami untuk memecahkan seluruh permasalahankarena program atau perlombaan yang diselenggarakan tidak hanya sebagai bentuk pengabdian kami sebagai mahasiswa terhadap masyarakat, tetapi juga dibalut dengan teknologi sebagai wujud dari solusi atas problematika yang dialami oleh masyarakat itu sendiri.

Pesan yang inginkami sampaikan adalah kita harus selalu membuka mata dan peka terhadap segala sesuatu yang ada di lingkungan kita, kita harus cinta terhadap apa yang kita miliki disekitar kita yang sebelumnya belum pernah kita sadari. Dari sini kami juga sadar bahwa kecanggihan teknologi tidak hanya membantu masyarakat dalam memperoleh berbagai informasi, tetapi juga dapat membantu masyarakat dalam mempermudah mobilitas, dan hal tersebut berlaku jika dapat memanfaatkannya dengan baik dan benar. Maka, hal yang menjadi inti dari pesan ini adalah untuk terus semangat dalam menggali wawasan ilmu pengetahuan agar kita dapat memanfaatkan berbagai hal dengan positif dan sebaik mungkin, serta kepekaan kita terhadap lingkungan dapat menjadi sebuah tolak ukur akan menjadi apa dan siapa kita di masa yang akan datang. 

Link video dokumentasi

Top