Loading...

Tranformasi Sosio Ekonomi Masyarakat dalam Sistem Pertanian Bawang Merah Organik Berteknologi Digital

04 Oktober 2021
Universitas Pendidikan Ganesha

Projek

  • Judul:Tranformasi Sosio Ekonomi Masyarakat dalam Sistem Pertanian Bawang Merah Organik Berteknologi Digital
  • Tanggal:04 Oktober 2021 - 28 November 2021
  • Lokasi Sosial Projek:Bali, Kabupaten Bangli, Kintamani, Songan B.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ketua:Anak Agung Gde Suyoga Wiguna
  • Angota#1:Putu Suardamayasa
  • Angota#2:Ni Ketut Wira Dewi

SDGs

Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Inovasi Social Project

Desa Songan merupakan salah satu desa Bali Aga yang terletak di kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli, provinsi Bali, Indonesia. Secara geografis, desa Songan B terberkahi oleh zonasi galian C, dan ketersediaan sumber air danau batur yang berlimpah. Aktivitas penggalian C di desa Songan B masih aktif, sebagian besar dihegemoni oleh investor dan pemilik lahan, sedangkan masyarakat hanya sebagai buruh angkut galian, dengan pendapat yang masih kecil (1,5 jutaBangli). Kondisi SDM penduduk desa Songan B, mengacu pada profil desa terdapat banyak penduduk yang tidak bersekolah, warga yang menamatkan pendidikan SMP, dan SMA dalam jumlah yang relatif kecil. Hanya sebagian kecil yang dapat menyelesaikan pendidikan hingga keperguruan tinggi. Hal tersebut mencerminkan bahwa terdapat kesenjangan yang sangat besar. Masyarakat desa Songan B memiliki sosio-culture yang unik. Sosio-culture ini memperparah kemiskinan masyarakat di sana yang menunjukkan rendahnya SDM masyarakat sehingga banyaknya penduduk yang berpencaharian sebagai petani bawang merah. Potensi pertanian yang menonjol di desa Songan B adalah tanaman jeruk, bawang merah, dan hortikultural. Produksi pertanian seperti bawang merah, pisang, dan hortikultura lainya masih bernilai ekonomis rendah, karena diolah secara konvensional tanpa adanya sentuhan IPTEKS. Selain itu pertanian bawang merah masih menggunakan pupuk anorganik, penggunaan pupuk anorganik ini sangat berdampak buruk bagi lingkungan yang mana ketika musim hujan, kandungan pupuk anorganik tersebut akan mencemari air danau. Sektor pertanian di kawasan pesisir danau perlu dieskalasi ke kawasan perbukitan kering galian C.

Lahan bekas galian C yang sudah ditinggal investor dapat direvitalisasi menjadi lahan untuk bercocok pertanian bawang dengan pemanfaat iptek, air danau Batur dapat diangkat keperbukitan untuk irigasi. Tekstur dan kandungan mineral tanah di Desa Songan B sangat baik untuk menyemai tanaman bawang merah dan hortikultural lainnya. Kubangan bekas galian C dapat direstorasi menjadi reservoar tampat penampungan air yang dipompa dari danau batur, kemudian dengan menerapkan irigasi sistem gravitasi dan tetes cair, untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertanian bawang dapat tercukupi. Berdasarkan detail ulasan potensi, prospek, dan problematika yang terdapat di desa Songan B, kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli, Bali dapat dirumuskan permasalahan utama yang akan ditangani dalam program Innovillage tahun 2021 yang meliputi: (1) Minimnya integrasi IPTEKS dalam pemanfaatan bekas galian C sebagai lahan untuk mengembangkan budi daya pertanian bawang bagi masyarakat desa Songan B yang berdampak pada keterbatasan pendapatan per-karpita (2) Kolaborasi industri bisnis dalam segmen pasar digital antara aspek yang bersangkutan belum terbentuk sehingga membutuhkan kebaruan konsep teknologi dalam penerapannya agar masyarakat desa Songan B dapat memperoleh pendapatan yang optimal. Kegiatan Social Project Innovilage 2021 dilakukan untuk meningkatkan pendapatan per-kapita dari masyarakat sekitar. Proses produksi dan pemasaran yang masih konvensional menyebabkan rendahnya pendapatan yang diterima masyarakat.

Video dokumentasi tonton di sini.

Top