Teknologi untuk Meningkatkan Nilai Jual Gula Kelapa
01 November 2024
Telkom University Purwokerto
Projek
- Judul:Teknologi untuk Meningkatkan Nilai Jual Gula Kelapa
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:JAWA TENGAH, BANYUMAS, CILONGOK, PERNASIDI.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Telkom University Purwokerto
- Ketua:Farhat Huda
- Angota#1:Farhat Huda, Stania Chlorita, Ilham Lii Assidaq
SDGs
Kemitraan Untuk Mencapai TujuanShare
Deskripsi
PETANI gula kelapa di Desa Pernasidi, Kabupaten Banyumas menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses informasi pasar dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi dan pemasaran produk mereka. Minimnya keterampilan teknologi di kalangan petani, ditambah dengan terbatasnya dukungan dari pemangku kepentingan, menyebabkan rendahnya nilai jual gula kelapa yang berdampak pada kesejahteraan mereka. Untuk mengatasi masalah ini, tim PaGar dari Telkom University mengembangkan proyek inovatif bernama CocoBase, sebuah platform berbasis teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan nilai jual gula kelapa di desa tersebut. CocoBase hadir sebagai solusi berbasis web yang memanfaatkan sistem database dan business intelligence. Proyek ini mengembangkan fitur-fitur yang memungkinkan petani untuk mengakses informasi pasar secara real-time, serta melakukan analisis harga dan permintaan pasar. Dengan menggunakan Telkom BigBox untuk data crawling dan teknologi OCA Blast untuk pengiriman informasi melalui WhatsApp, platform ini memberi petani akses langsung ke data penting yang sebelumnya sulit dijangkau. Implementasi CocoBase dimulai dengan koordinasi antara tim PaGar, perangkat desa, dan Kelompok Tani Gendis Asri. Sejak periode awal, tim melakukan survei untuk memaham permasalahan yang dihadapi oleh petani, dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk memastikan program yang dirancang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam proses ini, petani juga diberikan pelatihan teknologi agar bisa memanfaatkan platform dengan optimal. Salah satu fitur yang sangat diapresiasi oleh petani adalah kemampuan untuk memantau distribusi gula kelapa secara transparan dan mengelola data produksi dengan lebih efisien. Salah satu tantangan utama dalam implementasi adalah kurangnya keterampilan digital di kalangan petani. Oleh karena itu, pelatihan intensif dilakukan untuk meningkatkan literasi digital mereka. Selain itu, CocoBase juga mengadopsi pendekatan yang ramah pengguna dengan tampilan yang disesuaikan dengan karakteristik petani, menjadikannya mudah diakses meskipun oleh mereka yang tidak berpengalaman dengan teknologi. Dampak positif dari implementasi CocoBase sudah mulai dirasakan. Para petani kini dapat mengelola usaha mereka lebih mandiri, dengan kemampuan untuk mengakses informasi pasar, memantau harga jual, dan memperkirakan permintaan produk gula kelapa. Lebih penting lagi, mereka dapat mengurangi ketergantungan pada pengepul, yang selama ini mengambil keuntungan lebih besar dari harga jual gula kelapa. Dengan menggunakan CocoBase, petani bisa langsung menjual produk mereka ke pasar yang lebih luas dan lebih kompetitif. Tidak hanya memberi manfaat sosial, proyek ini juga memiliki potensi besar dalam dunia bisnis. Dengan menggunakan analisis pasar yang lebih akurat, CocoBase membuka peluang bagi petani untuk menjual produk dengan harga yang lebih baik, meningkatkan daya saing mereka di pasar yang lebih luas. Platform ini juga mengoptimalkan sistem pemesanan dan pembayaran, memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk membeli gula kelapa dari petani secara langsung. Dari segi keberlanjutan, CocoBase telah dirancang untuk terus berkembang. Tim PaGar berencana untuk memperluas jangkauan platform ini ke desa-desa lain, memungkinkan lebih banyak petani untuk memanfaatkan teknologi ini. Dengan dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah desa, BUMDes, dan mitra teknologi, CocoBase diharapkan dapat menjadi model yang dapat diadopsi oleh sektor pertanian di Indonesia, yang berfokus pada pemberdayaan petani dan pengembangan usaha lokal melalui inovasi digital.