Loading...

Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Eks-ODGJ Lewat Digitalisasi

01 November 2024
Universitas Negeri Malang

Projek

  • Judul:Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Eks-ODGJ Lewat Digitalisasi
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA TIMUR, MALANG, PONCOKUSUMO, WONOREJO.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Negeri Malang
  • Ketua:Halimatus Sa’Diyah
  • Angota#1:Halimatus Sa’Diyah, Salsabila Azkia Syaifudin, Nur Mujahidin Achmad Akbar

SDGs

Kesetaraan Gender Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Share

Deskripsi

T ANTANGAN sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Wonorejo, Kabupaten Malang. Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah pemberdayaan eks-Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), yang hingga kini belum sepenuhnya mandiri secara ekonomi. Di balik potensi besar dalam kerajinan tangan dan pertanian yang dimiliki desa ini, masalah seperti pemasaran yang terbatas dan minimnya keterampilan digital menghambat kemajuan ekonomi mereka. Menghadapi kenyataan tersebut, hadir sebuah inovasi yang menggabungkan teknologi digital dan pemberdayaan sosial, yakni program Sejiwa Danakarti. Program ini bertujuan untuk memberdayakan eks-ODGJ melalui pengembangan keterampilan kewirausahaan berbasis digital, dengan fokus pada pembuatan batik. Salah satu hambatan utama adalah rendahnya tingkat penjualan produk, yang sebagian besar hanya dipasarkan melalui media sosial WhatsApp dan promosi mulut ke mulut. Sebagai solusi, program ini memperkenalkan platform digital yang memungkinkan masyarakat Desa Wonorejo, khususnya eks-ODGJ, untuk memasarkan produk mereka secara lebih luas dan efisien. Inovasi yang diterapkan dalam program Sejiwa Danakarti adalah pengembangan sebuah website terpadu yang berfungsi sebagai tempat bagi komunitas eks-ODGJ untuk mengunggah dan memasarkan kerajinan tangan mereka. Website ini dilengkapi dengan fitur-fitur seperti galeri produk, informasi pelatihan, dan sistem pemasaran digital yang memudahkan transaksi melalui platform e-commerce. Selain itu, program ini juga menyelenggarakan pelatihan-pelatihan penting, yang mencakup keterampilan digital marketing, pengelolaan pesanan, dan peningkatan kesejahteraan mental para peserta. Implementasi program ini diawali dengan persiapan yang matang, termasuk koordinasi dengan berbagai mitra, pemerintah desa, serta Posyandu Jiwa Gardu Sawah. Setelah persiapan, dilanjutkan dengan tahap pelatihan yang tak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan dukungan untuk kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis peserta. Semua tahapan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri eks-ODGJ, yang sebelumnya merasa kurang dihargai dalam masyarakat. Hasil dari pelaksanaan program ini cukup menggembirakan. Selain meningkatnya pendapatan komunitas sebesar 6%, pertumbuhan laba mencapai 3,5%, dan aktivitas transaksi melalui website serta platform lain seperti Shopee juga mengalami lonjakan yang signifikan. Melalui pengukuran menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ), program ini mendapat skor sangat baik, dengan tingkat kepuasan peserta yang mencapai 95%. Lebih dari itu, 100% peserta pelatihan pengembangan diri berhasil lulus, yang menandakan peningkatan kesejahteraan psikologis mereka. Namun, dampak yang lebih besar juga terasa pada peningkatan sosial dan bisnis. Keberhasilan ini tidak hanya mempengaruhi kehidupan ekonomi eks-ODGJ, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi desa lainnya untuk mengadopsi model pemberdayaan yang sama. Keberlanjutan program menjadi kunci utama agar manfaat ini terus dirasakan, dengan berbagai fase penguatan kemandirian ekonomi yang telah direncanakan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Pencapaian ini menunjukkan betapa pentingnya teknologi dalam menciptakan perubahan sosial yang positif. Program Sejiwa Danakarti membuktikan bahwa dengan memadukan digitalisasi dan perhatian terhadap kesejahteraan mental, eks-ODGJ bisa mengubah nasib mereka, meningkatkan keterampilan, dan pada akhirnya berkontribusi lebih besar pada perekonomian desa. Sejiwa Danakarti bukan hanya sebuah program pemberdayaan, tetapi juga sebuah model pemberdayaan berbasis digital yang bisa diadopsi di berbagai desa lainnya, memberikan inspirasi dan harapan baru bagi komunitas rentan di Indonesia.

Top