Loading...

Membuka Jalan Baru Literasi Digital di Desa Bojongsari

01 November 2024
Universitas Telkom

Projek

  • Judul:Membuka Jalan Baru Literasi Digital di Desa Bojongsari
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA BARAT, BANDUNG, BOJONGSOANG, BOJONGSARI.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Telkom
  • Ketua:Beltrand Epsan Palesang
  • Angota#1:Beltrand Epsan Palesang, Vincentius Radithya Evan Pratomo, Rivaldy Wilaga Gumelar

SDGs

Pendidikan Bermutu

Share

Deskripsi

 CHÓLE Fitrah merupakan komunitas pendidikan berbasis masyarakat yang berlokasi di Kampung Leuwihanja, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Komunitas ini berperan penting dalam mendampingi proses belajar 43 siswa yang terdiri dari jenjang PAUD hingga SMA, dengan tenaga pengajar hanya berjumlah tiga orang. Keterbatasan jumlah pengajar dan sumber belajar yang masih didominasi buku cetak menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Model belajar yang diterapkan masih sederhana dengan metode after school, sehingga perlu dukungan inovasi untuk menjawab keterbatasan tersebut. Melihat persoalan itu, Tim Ignite dari Universitas Telkom hadir dengan gagasan baru. Mereka merancang  LiteraVerse, sebuah perpustakaan digital berbasis aplikasi web. Inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk menyediakan akses bacaan yang lebih luas sekaligus memperkenalkan anakanak pada teknologi pembelajaran modern. Dengan LiteraVerse, buku tidak lagi terbatas pada bentuk fisik. Anak-anak bisa membaca melalui ponsel, tablet, atau komputer, di mana saja dan kapan saja. LiteraVerse dirancang dengan fitur-fitur ramah anak. Koleksi bukunya diperkaya dengan ilustrasi bergambar sehingga menarik perhatian siswa. Ada sistem filtrasi yang memudahkan pencarian buku berdasarkan usia, genre, atau bahasa. Aplikasi juga menyediakan menu e-Learning dan i-Learning, yang memungkinkan siswa belajar secara interaktif. Tidak hanya itu, antarmukanya dibuat sederhana agar mudah dipahami, baik oleh anak-anak maupun orang tua Proses implementasi inovasi ini dilakukan bertahap. Pada tahap awal, tim melakukan koordinasi dengan pengajar, orang tua, dan pihak desa. Sosialisasi digelar untuk memperkenalkan konsep perpustakaan digital. Tim juga menyiapkan perangkat pendukung seperti Telkomsel Orbit untuk koneksi internet dan proyektor untuk kegiatan belajar bersama. Anakanak diperkenalkan dengan buku digital berlisensi resmi yang diunduh dari internet. Sejak saat itu, para pengajar mulai melihat peluang baru dalam metode pembelajaran. Tahap berikutnya difokuskan pada pengem bangan aplikasi. Tim membuat flowchart, merancang antarmuka, hingga menyelesaikan coding versi beta. Mereka juga merakit komputer pembelajaran yang digunakan untuk menunjang akses digital. Uji coba aplikasi dilakukan secara daring, dengan melibatkan pengajar untuk memastikan fitur sesuai kebutuhan. Pada tahap ini, progres implementasi sudah mencapai sekitar 70 persen. Puncak implementasi berlangsung pada tahap akhir. Tim Ignite mengadakan pelatihan penggunaan LiteraVerse untuk siswa, pengajar, dan orang tua. Mereka mendampingi proses pendaftaran akun, memperlihatkan cara mengakses buku, serta menjelaskan fitur-fitur aplikasi. Kuesioner dibagikan untuk menilai kepuasan pengguna. Hasilnya, hampir 89 persen responden merasa puas dengan LiteraVerse. Semua responden sepakat bahwa pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, dan anak-anak menunjukkan minat baca yang meningkat.Data awal memperlihatkan perubahan nyata. Waktu membaca anak-anak bertambah sekitar 70 persen. Banyak di antara mereka yang mulai beralih dari menonton video pendek ke membaca buku digital. Orang tua juga mengakui bahwa aplikasi ini memotivasi anak-anak untuk belajar mandiri. Guru pun merasakan manfaat besar karena pembelajaran bisa berlangsung lebih interaktif dan tidak hanya bergantung pada buku cetak.

Top