Loading...

Sistem Pencegahan Banjir melalui Biopori Berbasis Mikrokontroller dan Short Message Service (SMS)

28 Oktober 2020
Telkom University

Projek

  • Judul:Sistem Pencegahan Banjir melalui Biopori Berbasis Mikrokontroller dan Short Message Service (SMS)
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat, Padalarang, Kertajaya.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Shafiyah Mahmudah
  • Angota#1:Maria Emerald Nainggolan
  • Angota#2:Muhammad Sholahuddin

SDGs

Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Desa Kertajaya terletak di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Daerah ini merupakan daerah yang sering dilanda banjir akibat tanah yang banyak dijadikan pemukiman penduduk sehingga daerah resapan air berkurang. Selain banyaknya daerah resapan air yang digunakan untuk pemukiman, warga di daerah tersebut kurang memahami siklus air, khususnya pada bagian resapan air ke tanah. Akibatnya, para warga tersebut tidak memperhatikan luas tanah yang nantinya akan terjadi penyerapan air oleh tanah.

Kurangnya daerah resapan air mengakibatkan seringnya banjir dan penggenangan air di tempat-tempat yang tidak seharusnya. Hal ini diakibatkan kurang efektifnya sungai dan aliran air lainnya di daerah tersebut. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya daerah resapan air menambah permasalahan sistem resapan air.

Dengan adanya beberapa permasalahan, maka tim kami membuat biopori untuk menambah daerah resapan air yang dapat pula dimanfaatkan untuk memupuk tanah sebanyak 100 titik dan peringatan dini banjir melalui pesan singkat jika ketinggian air meningkat pada daerah tersebut. Metode yang dilakukan pertama adalah observasi pada lokasi tersebut, lalu kami melakukan pengukuran lahan yang akan dipasang biopori dan lokasi untuk penanda ketinggian air. Setelah itu, proses belanja peralatan untuk pembuatannya dimulai yang diikuti dengan proses pembuatan biopori dan sistem deteksi tinggi air. Setelah semua selesai, maka proses selanjutnya adalah sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat di daerah tersebut.

Untuk memperluas daerah resapan air di daerah Desa Kertajaya,maka dibutuhkan sistem penyerapan air yang baik dan mudah pemasangannya. Pemasangan biopori dapat mengurangi resiko banjir di suatu daerah. Biopori ini tidak hanya menambah daerah resapan airsecara efektif, melainkan bisa membantu menyuburkan tanah karena di dalam biopori terdapat sampah organik yang bermanfaat sebagai pupuk. Penambahan alat pendeteksi banjir dibutuhkan pula untuk mencegah apabila air sudah terlalu tinggi. Alat pendeteksi banjir disediakan sebagai peringatan saat peresapan biopori tidak berjalan dengan baik atau volume air yang terlalu tinggi. Warga dapat langsung mengetahui potensi terjadinya banjir dari pesan yang dikirim oleh pendeteksi ketinggian air untuk bersiaga dan mengoptimalkan pencegahan.

Tonton video dokumentasi disini.

Top