Loading...

Meningkatkan Daya Saing Perajin Besek Desa Tegaren

01 November 2024
Telkom University Surabaya

Projek

  • Judul:Meningkatkan Daya Saing Perajin Besek Desa Tegaren
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA TIMUR, TRENGGALEK, TUGU, TEGAREN.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University Surabaya
  • Ketua:Inez Rexana
  • Angota#1:Inez Rexana, Juzsi Yulia Insani, Devina Shafira Monic

SDGs

Kesetaraan Gender Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan

Share

Deskripsi

DESA Tegaren, yang terletak di Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memiliki potensi besar di sektor kerajinan anyaman bambu, terutama produk besek. Kerajinan ini telah menjadi bagian dari warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi, dengan sebagian besar perajin adalah ibu rumah tangga yang mengandalkan pendapatan tambahan dari usaha ini. Namun, meski memiliki potensi, perajin di Desa Tegaren menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait akses pasar yang terbatas dan ketergantungan pada pengepul yang sering memberikan harga rendah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pemasaran produk untuk meningkatkan daya saing mereka. Masalah utama yang dihadapi oleh para perajin di desa ini antara lain minimnya pemahaman tentang strategi pemasaran digital, keterbatasan perangkat teknologi, serta kurangnya akses ke pasar yang lebih luas. Produk besek yang mereka hasilkan juga belum memiliki branding yang kuat, sehingga sulit bersaing dengan kemasan modern. Dengan kondisi ini, usaha para perajin sulit berkembang dan keuntungan yang diperoleh pun tetap rendah. Inilah yang melatarbelakangi munculnya ide untuk mengimplementasikan strategi pemasaran digital berbasis teknologi. Sebagai solusi, program ini mengusulkan pembuatan website Beseque, yang berfungsi sebagai platform penjualan online bagi para perajin besek di Desa Tegaren. Website ini akan menjadi sarana pemasaran yang efektif, memperkenalkan produk besek ke pasar yang lebih luas, serta meningkatkan daya tarik produk dengan branding yang lebih kuat. Selain itu, perajin juga akan diberikan pelatihan digital marketing, yang meliputi cara penggunaan media sosial dan strategi pemasaran digital lainnya. Program ini juga menyediakan perangkat teknologi yang diperlukan, seperti laptop dan handphone, untuk mendukung pemasaran digital. Proses implementasi dimulai dengan survei lapangan untuk memahami kebutuhan perajin dan merancang solusi yang sesuai. Setelah itu, tim mengembangkan website Beseque, melibatkan perajin dalam pelatihan penggunaan website serta pengelolaan media sosial untuk mempromosikan produk mereka. Website ini diharapkan dapat memberi mereka kesempatan untuk menjual langsung produk mereka kepada konsumen, tanpa perantara pengepul, dan dengan harga yang lebih kompetitif. Selain itu, tim juga melakukan pengambilan foto produk besek yang akan ditampilkan dalam katalog website, untuk memperkuat citra dan menarik minat pembeli. Dampak yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya pendapatan perajin melalui akses pasar yang lebih luas dan berkurangnya ketergantungan pada pengepul. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pemasaran digital, perajin juga akan dapat mengelola pemasaran mereka sendiri, meningkatkan keterampilan digital mereka, dan melibatkan generasi muda dalam industri ini. Program ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga untuk membangun ekosistem pemasaran yang berkelanjutan melalui kerja sama dengan mitra bisnis dan platform digital. Setelah peluncuran website, evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas pemasaran digital yang diterapkan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa website Beseque berhasil meningkatkan penjualan produk besek, dengan lebih dari 100 produk berhasil dipasarkan melalui platform digital. Selain itu, perajin yang sebelumnya bergantung pada pengepul kini dapat memasarkan produk mereka secara langsung ke konsumen, dengan lebih mudah dan cepat, melalui WhatsApp Bisnis yang terintegrasi dengan website. Proyek ini telah menciptakan perubahan sosial yang signifikan, dengan peningkatan keterampilan digital di kalangan perajin serta kesadaran yang lebih tinggi tentang pentingnya teknologi dalam dunia bisnis. Melalui program ini, diharapkan bahwa perajin di Desa Tegaren dapat terus mengembangkan usaha mereka, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan mereka, sekaligus melestarikan budaya lokal. Dengan dukungan yang berkelanjutan dan evaluasi yang rutin, program ini memiliki potensi untuk berkembang lebih luas dan menjadi model bagi UMKM lain di Indonesia.

Top