Loading...

Menghemat Air dengan Inovasi Digital

01 November 2024
Universitas Syiah Kuala

Projek

  • Judul:Menghemat Air dengan Inovasi Digital
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:ACEH, ACEH BESAR, DARUSSALAM, LIMPOK.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Syiah Kuala
  • Ketua:Muhammad Hizqil Alfi
  • Angota#1:Muhammad Hizqil Alfi, Muhammad Milan Ramadhan Mulizar, Mahardika Shiddiq Anshari

SDGs

Menghapus Kemiskinan Akses Air Bersih dan Sanitasi

Share

Deskripsi

A QUASAVE hadir sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan pengelolaan air yang kurang efisien di Desa Limpok, Aceh Besar. Proyek berbasis teknologi digital ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan air yang lebih bijak. Dengan mengintegrasikan sensor Internet of Things (IoT) dan aplikasi berbasis web, AquaSave memungkinkan pengguna untuk memantau konsumsi air secara real-time. Sistem ini dapat mendeteksi pemborosan dan memberikan rekomendasi penghematan air yang efektif, bahkan pada rumah tangga dan usaha kecil seperti warung makan dan laundry. Di balik kesuksesan ini, tantangan besar yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan air yang efisien. Selain itu, pengembangan alat juga menemui hambatan seperti keterlambatan pengiriman perangkat, serta kesalahan teknis pada sensor dan aplikasi. Tim AquaSave berinovasi dengan mempercepat pengembangan alat dan aplikasi melalui kolaborasi internal dan eksternal, yang akhirnya menghasilkan sistem yang dapat berfungsi optimal. Salah satu fitur unggulan AquaSave adalah kemampuannya untuk memberikan informasi konsumsi air secara real-time kepada pengguna. Dengan demikian, masyarakat bisa dengan mudah memantau penggunaan air dan menghindari pemborosan. Dampak positif dari implementasi sistem ini sangat terasa. Masyarakat mulai menerapkan pola penggunaan air yang lebih efisien, dan tagihan air rumah tangga pun dapat lebih terkendali. Bahkan, beberapa pengguna melaporkan penghematan konsumsi air hingga 21%, angka yang jauh melebihi target awal. Proyek ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menunjukkan potensi pasar yang besar. Saat ini, layanan pengelolaan air yang ada masih mengandalkan sistem pembayaran bulanan tanpa pemantauan harian. AquaSave hadir untuk mengisi kekosongan tersebut dengan fitur pemantauan yang lebih canggih dan mudah diakses. Ke depannya, AquaSave berpotensi diperkenalkan ke lebih banyak desa atau bahkan kota besar yang ingin mengelola konsumsi air secara efisien. Untuk mendukung keberlanjutan proyek ini, diperlukan server untuk menyimpan data penggunaan air yang bisa diakses oleh pengguna secara berkelanjutan. Selain itu, tim AquaSave juga berencana mengembangkan teknologi komunikasi LoRa untuk memperluas jangkauan transmisi data. Dengan berbagai potensi pengembangan ini, AquaSave berkomitmen untuk terus memberikan solusi yang berdampak positif bagi pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Melalui proyek ini, tim AquaSave telah membuktikan bahwa inovasi teknologi tidak hanya bisa menyelesaikan masalah besar tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ke depan, AquaSave berharap dapat terus berinovasi, menjangkau lebih banyak masyarakat, dan menjadi bagian dari perubahan cara kita mengelola air dengan lebih bijaksana.

Top