Loading...

Mengatasi Kekeringan dengan Teknologi Panen Hujan di Desa Citeko

01 November 2024
Telkom University Jakarta

Projek

  • Judul:Mengatasi Kekeringan dengan Teknologi Panen Hujan di Desa Citeko
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA BARAT, BOGOR, CISARUA, CITEKO.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University Jakarta
  • Ketua:Muhammad Radja Rizkyana
  • Angota#1:Muhammad Radja Rizkyana, Muhammad Roihan Aziz, Akmal Mahesa Herdaka

SDGs

Akses Air Bersih dan Sanitasi Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan Penanganan Perubahan Iklim

Share

Deskripsi

KEKERINGAN telah lama menjadi masalah utama bagi para petani di Desa Citeko, Kabupaten Bogor, yang sangat bergantung pada hasil perkebunan sebagai sumber penghidupan. Meskipun curah hujan tinggi selama musim hujan, air yang melimpah tidak dimanfaatkan secara optimal, meninggalkan kekosongan pasokan air di musim kemarau. Hal ini berimbas langsung pada penurunan hasil panen dan pendapatan petani, serta mengganggu ketahanan pangan lokal. Menyadari pentingnya masalah ini, tim yang terdiri dari mahasiswa dan dosen dari Telkom University mengusulkan solusi inovatif berupa sistem Rainwater Harvesting (RWH) yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Solusi yang dihadirkan bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan air hujan melalui sistem otomatisasi yang dapat menyiram tanaman dengan menggunakan sensor kelembapan tanah. Dengan kapasitas pengumpulan air hujan melalui toren besar, sistem ini memungkinkan distribusi air yang efisien, bahkan saat musim kemarau. Sensor yang dipasang pada sistem akan mendeteksi kelembapan tanah dan hanya mengaktifkan penyiraman ketika diperlukan, yang kemudian dapat dipantau melalui aplikasi berbasis smartphone. Pada tahap implementasi, tim mulai dengan pembuatan mikrokontroler untuk menyiram tanaman secara otomatis berdasarkan suhu dan kelembapan tanah. Tahap kedua melibatkan pemasangan sistem distribusi air dengan pipa dan sprinkler, yang kini sudah terpasang di lokasi strategis lahan perkebunan. Pada tahap ketiga, sistem mikrokontroler diintegrasikan dengan distribusi air dan dipadukan dengan teknologi IoT untuk otomatisasi penuh, yang akhirnya diuji di lapangan. Proses sosialisasi juga dilakukan untuk mengedukasi warga desa mengenai cara penggunaan sistem ini. Penerapan sistem ini memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Desa Citeko. Selain mengurangi ketergantungan pada air tanah, sistem ini juga menghemat penggunaan air dan menjaga kesuburan tanah, yang sangat penting untuk mempertahankan produktivitas pertanian. Dengan memanfaatkan air hujan yang selama ini terabaikan, sistem ini menjadi solusi yang efisien dan berkelanjutan bagi para petani yang bergantung pada keberlanjutan air untuk pertanian mereka. Proyek ini tidak hanya membawa dampak positif bagi perekonomian lokal, tetapi juga memberikan model keberlanjutan yang dapat diadaptasi oleh desa lain yang menghadapi masalah serupa. Dengan biaya yang terjangkau dan teknologi yang mudah diakses, sistem Rainwater Harvesting ini menjadi bukti nyata bagaimana inovasi teknologi dapat menyelesaikan permasalahan klasik seperti kekeringan, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Top