Loading...

"Fisdok" Solusi Smart Pelayanan Kesehatan

04 Oktober 2021
Universitas Widya Husada Semarang

Projek

  • Judul:"Fisdok" Solusi Smart Pelayanan Kesehatan
  • Tanggal:04 Oktober 2021 - 28 November 2021
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Tengah, Kabupaten Demak, Gajah, Banjarsari.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Widya Husada Semarang
  • Ketua:Muninggar Setia Pratama
  • Angota#1:Natanael Panenga Asi

SDGs

Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Sebuah kebanggaan besar menjadi top 120 Innovillage 2021, sebuah tanggung jawab besar bisa ikut mengembangkan desaku desa Banjarsari Kecamatan Gajah Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah dengan inovasi “FISDOK” Solusi Smart Pelayanan Kesehatan. 

Memang tak mudah untuk sampai di titik ini, banyak proses yang telah kami lalui dari drama hingga antusias warga yang membuat kami bahagia. Terkadang, ingin rasanya menyerah karena lelah tetapi hati kecil berkata untuk terus melangkah hingga terwujudnya FISDOK yang dapat membantu mengatasi problem-problem kesehatan di desa ini. Aplikasi “FISDOK” merupakan aplikasi yang berbasis android. Sehingga dapat memberikan kontribusi iptek inovasi terbaru aplikasi dalam pelayanan kesehatan pertama secara digital dengan menggabungkan layanan kesehatan fisioterapi, dokter dan bidan sehingga dapat saling berkolaborasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terutama di desa Banjarsari. Pada rencana awal fitur pelayana kesehatan hanya ada fisioterapi, dokter, dan klinik tetapi karena peran bidan di desa  juga dibutuhkan, maka ditambahkan fitur pelayanan bidan. Aplikasi “FISDOK” menerapkan teknologi yang menghubungkan antara pasien dan tenaga kesehatan secara online dengan fitur chatting, mempermudah dalam pelayanan visit. Aplikasi “FISDOK” menciptakan teknologi komunikasi dengan desain sederhana sehingga mudah dipahami dalam pemakaian dan pada fitur edukasi dapat menciptakan daya tarik tersendiri bagi pengguna. Selain itu untuk dokter keluarga BPJS pada detai informasi terdapat link untuk diarahkan menginstal aplikasi JKN agar mendapat layanan dokter secara geratis. Sehingga dengan hadirnya teknologi ini nantinya akan mendukung program pemerintah mengenai SDGs poin ke 3 yaitu desa sehat dan sejahtera. 

Darama hujan, terik panas-panasan, jungkir balik membuat vidio edukasi, bahkan ban bocorpun biarlah menjadi cerita di belakang layar kami. Dan hal terberat adalah ketika kami mencari seorang mitra dokter, fisioterapi, dan klinik yang mau bermitra di aplikasi kami sehingga dapat diimplementasikan di desa Banjarsari. Penolakan demi penolakan telah kami lewati. Kita bertemu, mempresentasikan, dan hasilnya pun penolakan. Tetapi kami terus bersemangat untuk mendapatkan mitra. Walau sekarang hanya segelintir yang bersedia  untuk menjadi mitra nakes kami, tapi kedepan kami akan terus berusaha agar fisioterapi, dokter, klinik, dan bidan mau bermitra dengan FISDOK sehingga proses pengimplementasi FISDOK di desa Banjarsari dapat terus berkembang. 

Terimakasih kepada Bapak Sigit selaku dosen pembimbing, Ibu Dani yang bersedia menjadi pemateri tentang fisioterapi dan memberikan terapi geratis selama periode implementasi sekaligus mitra Fisioterapi, Ibu Yane yang telah bersedia kolaborasi pengabdian masyarakat di acara loncing aplikasi. 

Terimakasih dr.Andika, fisio Pak Fiqi, bidan Subaedah yang telah bersedia menjadi mitra nakes di aplikasi FISDOK. Terimakasih kepada warga desa, ibu-ibu PKK, dan kepala desa Bapak Hariyadi yang telah memberikan izin dan bersedia menjadi mitra desa. Dan tak lupa juga terimakasih kami ucapkan kepada para mahasiswa fisioterapi Universitas Widya Husada Semarang yang telah bersedia dating ke desa Banjarsari untuk membantu loncing dan promosi aplikasi FISDOK, teman-temanku, orang tua kami, dan Universitas Widya Husada Semarang yang telah mendukung untuk mensukseskan sosial projek ini. Dan terimakasih kepada semua pihak yang telah bersedia  mensukseskan sosial projek ini yang tak dapat kami sebutkan satu persatu. 

Jika kita punya kemauan, maka harus segera kita wujudkan “But In the world Impossible is just an opinion”. Dan sebaik-baiknya manusia adalah orang yang mau berbuat sosial. Dengan doa, usaha, konsistensi, ketelitian, serta penyelarasan hati dengan fikiran maka semesta akan selalu mendukung kita. Terus mencoba karena kegagalan adalah kunci kesuksesan and never give up. Saatnya kaum muda yang berkarya untuk membangun desa and always keep spirit.  

Video dokumentasi bisa dilihat di sini.

Top