Loading...

Alat Pencegah Hama Otomatis Pada Bawang Merah Menggunakan Panel Surya

28 Oktober 2020
Telkom University

Projek

  • Judul:Alat Pencegah Hama Otomatis Pada Bawang Merah Menggunakan Panel Surya
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Bandung, Cimenyan, Mekarmanik.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Ervan Septa Irawan
  • Angota#1:Renra Alfino RAE
  • Angota#2:Muhammad Zakkilmu’tamar

SDGs

Infrastruktur, Industri dan Inovasi Menjaga Ekosistem Darat

Share

Deskripsi

      Kebutuhan utama dalam menjalani kegiatan sehari – hari pada era modern ini  salah satu nya adalah listrik. Listrik merupakan sumber daya yang digunakan hampir  seluruh manusia dalam menjalankan aktifitas yang membutuhkan perangkat  elektronik untuk dioperasikan. Dengan adanya listrik, kita dapat menikmati dan  menjalankan perangkat elektronik yang kita miliki, seperti smartphone, televisi, kipas,  laptop, dan sebagainya sehingga dapat menjalankan aktifitas sehari – hari dengan  lancara. Energi listrik dapat dihasilkan dengan batu bara, air, angin, matahari minyak,  nuklir, dan sebagainya lalu didistribusikan ke tiap tiap konsumen. Namun  penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber penghasil listrik memiliki dampak  yang besar, seperti polusi udara, pemanasan global, dan pencemaran air. Pada  zaman sekarang dampak negative dari penggunaan bahan bakar fosil tersebut sudah  dirasakan, sehingga dibutuhkan penghasilan listrik alternatif yang ramah lingkungan.  Alternatif yang telah kami ajukan merupakan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga  surya), yang mana mengandalkan matahari untuk menghasilkan listrik. 
     Pada bulan September kami mendapatkan kabar bahwa akan diadakanya  sebuah program bernama InnoVillage. InnoVillage merupakan program yang  melibatkan mahasiswa/i dengan daerah kampung halamanya untuk membantu dalam  menyelesaikan permasalahan yang terjadi di daerah. Peserta InnoVillage  memberikan inovasi sebagai solusi dari permasalahan tersebut sehingga dapat  dimanfaatkan secara sosial dan ekonomi. Program ini juga dapat disebut sebagai  pengabdian masyarakat, yang mana merupakan kegiatan sosial yang dilakukan  upaya membantu masyarakat setempat demi dengan metode ilmiah yang mana  merupakan penerapan dari Tri Dharama Perguruan Tinggi menuju pertumbuhan dan  kemajuan masyarakat. Dengan melakukan pengabdian masyarakat ini kita dapat  pengalaman yang berharga dalam ilmu pengetahuan, sosial, serta budaya – budaya  yang ada pada masyarakat tersebut.  
     Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut langkah pertama yang kami lakukan  adalah pengambilan data yang dibutuhkan pada daerah tertentu seperti lokasi dan  permasalahan yang sedang terjadi di lokasi tersebut, lalu berdasarkan hasil data  yang telah kami lakukan, kami membahas solusi yang baik untuk menyelesaikan  permasalahan tersebut. Dari pembahasan tersebut akhirnya kami memutuskan untuk  menerapkan PLTS skala kecil sebagai solusi dari permasalahan tersebut serta solusi  alternatif dalam menghasilkan listrik dengan ramah lingkungan. Pada kegiatan  InnoVillage ini, lokasi yang kami tempatkan sebagai survey dan pelaksanaanya  merupakan Desa Mekarmanik.  
     Desa Mekarmanik merupakan salah satu tempat penghasil sayuran terbesar di  bandung yang memiliki beberapa perkebunan seperti kentang, cabai, kol, dan  sebagainya. Daerah yang kami rencanakan sebagai tempat melaksanakan social  project ini merupakan daerah perkebunan bawang merah. Lokasinya tepat berada  diatas puncak yang tidak terhalang untuk sinar matahari terpapar secara merata.  Bawang merah ini dipanenkan 3 bulan sekali secara rutin, namun hasil dari panen  tersebut tidak menentu dikarenakan cuacanya yang tidak selalu mendukung serta  adanya hama bawang merah. Dalam pembasmian hama bawang merah tersebut,  pemilik kebun menggunakan bahan kimiawi secara rutin. Namun penggunaan bahan  kimiawi tersebut dapat mengurangi kualitas bawang merah tersebut. Mengingat lokasi  perkebunan yang lumayan rumit untuk diakses biaya dalam pembasmian hama  menjadi tidak sedikit dan juga tempat tersebut tidak memiliki pasokan listrik.        Maka  dari itu solusi yang kami ajukan dalam permasalahan ini merupakan Alat Pencegah  Hama Bawang Merah Otomatis Menggunakan Panel Surya. Alat Pencegah Hama  Bawang Merah Otomatis Menggunakan Panel Surya ini merupakan tiang yang  menggunakan panel surya sebagai penghasil listrik yang mana listrik tersebut akan  digunakan oleh lampu. Lampu yang dipasang ini akan digunakan untuk memantulkan  cahaya pada baskom yang bersikan air sabun untuk dipantulkan sehingga hama  bawang merah terpancing dan terbasmi. 
     Pada Minggu pertama pada pelaksanaan social project ini dilakukan dengan  bimbingan. Sebelum dilakukan bimbingan tim kami telah melakukan survey Kembali  pada lokasi tersebut untuk memastikan dan membuat data yang dibutuhkan dalam  penerapan alat yang akan dibuat. Pada bimbingan ini terdapat beberapa perubahan  dari awal perencanaan dalam pembuatan alat tersebut dikarenakan terdapat  beberapa kendala yang dihadapi sehingga untuk mengatasi kendala tersebut harus  dilakukan beberapa perubahan pada perancangan tersebut. Setelah dilakukan  bimbingan kami berdiskusi kembali mengenai perancangan alat yang telah dibuat  beserta desainya dengan menimbang hasil bimbingan tersebut. 
     Pada minggu ke - 2 kami melakukan survey dan pembelian pada komponen  yang dibutuhkan dalam pembuatan alat ini, namun beberapa komponen tidak dapat  ditemukan dikarenakan mengharuskan untuk membeli secara online. Kami  melakukan percobaan komponen – komponen yang sudah kami dapatkan agar  memastikan berfungsi dengan normal. Pada minggu ini juga terdapat beberapa  perubahan pada perancangan alat yang akan kami buat dikarenakan timbulnya  permasalahan baru yang akan diimplementasikan nantinya.  
     Minggu ke – 3 Kami memutuskan untuk melakukan pencarian dan pembelian  bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan tiang. Setelah ditemukan bahan yang  dibutuhkan kami langsung membuat tiang pada alat kami sesuai perancangan yang  telah didiskusikan. Namun kami tidak dapat menyelesaikan pembuatan tiang tersebut  dikarenakan keterbatasan alat dan pengalaman dari tim kami. Akhirnya kami  memutuskan untuk membawanya ke tempat pengerjaan las untuk diselesaikan.  Pada akhir minggu ini kami Kembali mencari komponen yang masih kurang agar  setelah diselesaikan pengelasanya dapat langsung dipasang. 
     Pada minggu ke – 4 Sambil menunggu hasil pengelasan tiang ini, kami  melakukan percobaan alat – alat kami yang telah datang dari pembelian online  kemarin seperti lampu sorot dan solar panel untuk memastikan agar tidak ada  kecatatan. Setelah itu Kami berdiskusi mengenai ketahanan tiang yang akan dibuat  nanti agar dapat bertahan lama dan juga mengenai transportasi yang dibutuhkan  untuk mengantar alat kami. 
     Pada awal minggu ke – 5 diawali dengan pengecatan tiang yang telah di las  kemarin. Lalu kami lanjutkan dengan pembelian pasir dan semen untuk pengecoran  tiang yang akan kami pasangkan di lokasi sasaran agar kokoh dan tahan lama,  mengingat lokasi sasaran berada pada puncak dan cuaca tidak menentu. Pada  minggu ini merupakan minggu implementasi alat kami. Sebelum dihari keberangkatan  kami membeli komponen yang masih kurag. Keesokan harinya kami berangkat  menuju lokasi dengan mobil pick – up untuk membawa alat – alat kami, namun  sebelum tiba di tujuan terdapat kendala pada akses lokasi tersebut dikarenakan  jalanya yang sangat sempit dan berlumpur. Kami memutuskan untuk membawa alat – alat kami satu per satu menuju lokasi sasaran yang mana merupakan perkebunan  bawang diatas puncak. Saat tiba dilokasi kami langsung mengerjakan project kami  dimulai dengan penggalian lubang di beberapa titik perkebunan, dengan menimbang  agar tidak merusak perkebunan tersebut. Lalu dilanjutkan dengan pembuatan  pengecoran untuk dimasukan kedalam lubang bersamaan dengan tiang agar kuat  dan tahan lama. Selama proses implementasi ini kami juga memberi edukasi  mengenai alat kami dan beberapa hal tentang PLTS pada warga setempat. Setelah  selesai proses pengecoran dan sudah kering kami melakukan pemasangan alat – alat kami pada tiang tersebut dan dilakukanya percobaan Kembali pada fungsi – fungsi alat tersebut. Hasilnya lampu solot dapat menyala dengan terang dan fitur – fitur seperti layer tampilan baterai dan timer pada remote lampu sorot serta solar  panel dapat berfungsi dengan baik.
     Setelah semua pemasangan pada alat kami selesai, kami memutuskan untuk  menginap dilokasi selama sehari untuk melihat hasil dari kerja alat kami. Keesokan  harinya tiba, setelah dilakukan pengecekan pada tiap – tiap tiang kami dapat  menyimpulkan bahwa alat kami berfungsi sesuai yang telah kami harapkan. Lalu  kami memberi tahu mengenai hasil dari project kami dan bagaimana cara  pengoperasianya kepada warga setempat.  
     Semoga alat yang telah kami buat dapat dirasakanya manfaat sehingga hasil  perkebunan bawang merah dapat meningkat dan bisa menjadi edukasi bagi warga  setempat maupun tamu yang akan datang. 
Kami ucapkan terimakasih pada PT. Telkom Indonesia dan Telkom University  karena telah mengadakan program InnoVillage ini. Dengan adanya program ini kami  dapat berpartisipasi untuk membantu warga setempat serta mendapatkan ilmu dan  pengalaman yang berharga.
Top