Loading...

Upaya Membangun Bendungan Terintegrasi IoT

01 November 2024
Universitas Telkom

Projek

  • Judul:Upaya Membangun Bendungan Terintegrasi IoT
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA BARAT, BANDUNG, CIMENYAN, PASIR HONJE.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Telkom
  • Ketua:Bryan Gabriel Izaac Sasabone
  • Angota#1:Bryan Gabriel Izaac Sasabone, Rega Arzula Akbar, Muhammad Miftah Faqih

SDGs

Akses Air Bersih dan Sanitasi Energi Bersih dan Terjangkau Menjaga Ekosistem Darat

Share

Deskripsi

KETERSEDIAAN air merupakan penopang utama kehidupan masyarakat desa. Namun, sejak bencana longsor pada 2022 merusak bendungan di Kampung Pasir Honje, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, warga terpaksa bergantung pada jalur irigasi darurat. Aliran air yang tidak menentu membuat pertanian terganggu, panen menurun, dan kebutuhan sehari-hari semakin sulit terpenuhi. Bagi desa yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian, kondisi ini tentu memukul keras. Ditambah lagi, generasi muda mulai menjauh dari dunia pertanian, meninggalkan beban pengelolaan lahan pada kelompok yang semakin terbatas. Situasi ini mendorong sekelompok mahasiswa Telkom University menghadirkan solusi inovatif yang diberi nama  Serasi (Sistem Irigasi dan Pemantauan Bendungan Terintegrasi IoT). Proyek ini lahir dari gagasan untuk mengembalikan fungsi bendungan, menyediakan aliran air yang berkelanjutan, serta memadukan teknologi modern dengan energi terbarukan. Alih-alih hanya membangun ulang bendungan, mereka menghadirkan sistem terintegrasi yang bisa dikelola langsung oleh masyarakat. Langkah awal tim adalah merekonstruksi bendungan dengan bahan yang lebih kuat, tahan erosi, dan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Bendungan baru ini kemudian disambungkan ke jalur irigasi permanen yang menyalurkan air secara lebih adil ke lahan pertanian dan pemukiman. Proses pembangunan dilakukan bersama warga, terutama petani, agar desainnya benar-benar sesuai kebutuhan sehari-hari. Keunggulan utama Serasi terletak pada integrasi teknologi IoT. Tim memasang berbagai sensor untuk mengukur debit, kualitas, suhu, hingga kekeruhan air. Data dikirim secara real-time ke aplikasi sederhana yang bisa diakses warga. Dengan informasi ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi air setiap saat dan menyesuaikan penggunaan sesuai situasi. Inovasi ini bukan hanya memudahkan pengelolaan irigasi, tetapi juga memberi pengalaman baru bagi warga dalam memanfaatkan teknologi. Untuk mendukung operasional sistem, tim memanfaatkan  energi terbarukan  melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Energi ini digunakan tidak hanya untuk perangkat IoT, tetapi juga untuk lampu penerangan jalan umum di sekitar bendungan. Bagi warga, keberadaan penerangan malam hari di jalur yang dulunya gelap memberi rasa aman sekaligus menambah nilai nyata dari proyek ini. Serasi juga dirancang untuk menarik kembali minat generasi muda terhadap pertanian. Dengan menghadirkan teknologi modern, tim berharap anak-anak muda desa melihat pertanian bukan lagi sebagai pekerjaan tradisional, tetapi sebagai sektor yang bisa berkembang melalui inovasi. Sosialisasi bahkan dilakukan di SMP sekitar lokasi untuk memperkenalkan pentingnya teknologi ramah lingkungan sejak dini. Hasilnya terlihat jelas. Dari survei kepuasan, warga sepakat bendungan baru sangat membantu, penerangan jalan memberi manfaat nyata, dan sistem energi terbarukan membuat kehidupan lebih mudah. Meski begitu, mereka mengingatkan adanya tantangan berupa curah hujan tinggi dan ancaman longsor yang bisa merusak instalasi. Warga berharap ada pagar pengaman dan perawatan rutin agar proyek ini bisa bertahan lama.

Top