Pengembangan Teknologi Tepat Guna dan Berbasis IoT dalam Menanggulangi Pencemaran Lingkungan di Desa Pengastulan
Desa Pengastulan merupakan desa yang terletak di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng yang berjarak 22 km dari Universitas Pendidikan Ganesha. Desa Pengastulan merupakan desa yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 5.539 yang terdiri atas 2.772 laki-laki dan 2.817 perempuan. Adapun Desa Pengastulan juga adalah kawasan padat penduduk dan perumahan yang ramai. Mayoritas dari penduduk desa ini bermata pencaharian sebagai pedagang dan nelayan karena lokasinya yang berada di Pesisir Pantai pengastulan dan berdekatan dengan Pasar Seririt.
Aktivitas penduduk menghasilkan sampah yang akhirnya mengganggu kehidupannya. Akibat dari kegiatan dan aktivitas jual beli yang dilaksanakan, tentu menghasilkan limbah berupa timbunan sampah yang menghiasi sudut-sudut desa. Timbunan sampah ini beragam jenisnya, mulai dari sampah organik berupa dedaunan dan kayu sampai sampah anorganik yaitu sampah plastik. Dilansir dari Baharatanews.id Desa Pengastulan menyumbangkan 2 ton sampah setiap minggunya hingga mengotori lingkungan seperti pantai, sungai, dan pemukiman warga Sampah-sampah ini tentunya sangat disayangkan apabila dimusnahkan begitu saja padahal seharusnya bisa dimanfaatkan lebih jauh lagi utamanya sampah plastik. Oleh karena itu, kami menawarkan solusi berupa penerapan teknologi tepat guna dan berbasis IoT dalam menanggulangi pencemaran lingkungan di Desa Pengastulan. Teknologi yang kami hadirkan diantaranya adalah 1) pengawasan di kawasan rawan pencemaran sampah berbasis IoT; 2) pengelohan sampah plastik menjadi BBM melalui Alat Pirolisis Plastik; dan 3) Pembentukan Bank Sampah yang terintegrasi dalam Aplikasi Tabungan Plastikku.
Dalam program ini kami akan melaksanakan pembentukan posko-posko bank sampah yang disebar disetiap Banjar Dinas Desa Pengastulan, membuat TPS di titik-titik yang sering dijadikan tempat penimbunan sampah dan melaksanakan edukasi terkait pemilahan sampah organik dan anorganik yang mana selanjutnya masyarakat akan menyetorkan sampah ke masingmasing posko bank sampah dan tercatat dalam aplikasi Tabungan Plastikku. Selanjutnya sampah plastik yang telah terkumpul kemudian diolah menjadi BBM dengan bantuan alat pirolisis yang telah dimodifikasi sedimikian rupa sehingga bisa menghasilkan bahan bakar berupa Solar, Minyak Tanah, dan Premium. Proses pirolisis sampah plastik merupakan proses pemanasan dengan sedikit atau tanpa adanya oksigen. Dalam kegiatan ini kami akan mengajak berberapa masyarakat Desa Pengastulan diantaranya adalah Masyarakat secara umum, Pecalang, dan Karangtaruna yang mana dalam kegiatan tersebut masyarakat yang berpartisipasi secara langsung ialah berjumlah 30 orang.
Link video YouTube Laporan Awal : https://youtu.be/LrfbPs_fvC8
Link video YouTube Laporan Tengah : https://youtu.be/zBvQoAlqGqo
Link video YouTube Laporan Akhir : https://youtu.be/9O3NCixclHo