Aquaponik sebagai Urban Village melalui Digitalisasi dan Energi Baru Terbarukan Tuk Pengembangan Soft Skill Santri Ponpes Darussholihin
Pondok Pesantren Darussholihin merupakan sebuah nama pondok pesantren yang ada di Kota Surabaya tepatnya di Jalan Kauman, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya, Jawa Timur. Kelurahan Benowo merupakan bagian dari Kecamatan Pakal yang terletak di wilayah barat kota surabaya yang tersebar di 34 RT dan 6 RW. Luas wilayah Kelurahan Benowo 198 Ha dan terletak pada ketinggian 50 m dari permukaan laut. Pondok Pesantren Darussholihin didirikan oleh seorang perantauan asal Purwodadi Jawa Tengah yang bernama Kyai Haji Ahmad Ridlwan pada tahun 1976 dengan dibantu tokoh-tokoh masyarakat Benowo pada waktu itu, di antaranya adalah Mbah H. Ilyas (Jawar), H. Ghofur (Benowo), H. Dasuqi (Benowo), H. Mansur (Benowo) dan tokoh-tokoh yang lain. Awal mula berdirinya Ponpes Darussholihin dari kurang maraknya kegiatan syiar di kawasan Benowo dan ditambah dengan beberapa gejala negatif yang bertentangan dengan nilai dan norma agama islam. Pondok pesantren Darussholihin mengalami banyak perubahan dalam bidang perkembangan pengajaran ilmu agama, awalnya hanya fokus pada bidang ilmu Al-Quran saja tapi pada bidang ilmu lainnya seperti ilmu nahwu, ilmu shorof, ilmu tafsir, ilmu hadist, ilmu balaghoh sastra, ilmu tarikh sejarah, ilmu tasawuf, ilmu fiqih. Sedangkan untuk rutinitas santri selain Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dikelas yakni: pembacaan manaqib, istighosah, muhadzaroh, khataman qur’an dan dibaiyah. Pembelajaran kepada santri ialah refleksi nilainilai kehidupan nyata yang dapat mengembangkan potensi manusiawi mereka untuk menghadapi perannya di masa mendatang serta menjadikan mereka manusia yang berkualitas dan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakatnya kelak, sehingga sisi inilah yang cocok diterapkan pada santri. Disamping itu, background mayoritas santri dari kalangan menengah kebawah memperkuat landasan untuk merealisasikan program Innovillage ini. Namun pada sejak adanya pandemi banyak santri yang memutuskan untuk kembali ke daerah asalnya sehingga jumlah santri yang masih berada di Pondok Pesantren Darussholihin semakin berkurang. Pada tahun 2022, santri Pondok Pesantren Darussholihin tersisa sebanyak 47 santri mayoritas Santri berasal dari daerah keluarga yang kurang mampu dan berasal dari wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Untuk keluarga kurang mampu pondok pesantren tidak mematok biaya untuk santri dalam menuntut ilmu atau santri dapat membayar seikhlasnya. Berdasarkan data sekretaris Ponpes Darussholihin (2022) pekerjaan orang tua santri terdiri dari 80% sebagai petani, 15% sebagai pedagang dan 5% sebagai pekerja swasta.
Dari data santri yang tinggal dan belajar Ponpes Darussholihin bahwa latar belakang sosial ekonomi keluarga dan pekerjaan orang tua maka: 1) secara mayoritas sosial ekonomi keluarga santri masih dibawah rata-rata garis kemiskinan atau termasuk dalam masyarakat berpenghasilan rendah, 2) mempunyai pengalaman bertani dan beternak ikan secara sederhana, 3) bila dilihat secara umum rutinitas santri masih mengedepankan sisi akademis dan teknologi tanpa ada nilai untuk menunjang skill mereka dalam hal bermasyarakat untuk kehidupan kelak. Pondok Pesantren Darussolihin tidak hanya mengajarkan ilmu agama saja namun juga menanamkan refleksi nilai-nilai kehidupan nyata yang dapat mengembangkan potensi manusiawi mereka untuk menghadapi perannya di masa mendatang serta menjadikan mereka manusia yang berkualitas dan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakatnya kelak. Pondok Pesantren Darussolihin memberi kebebasan kepada santrinya untuk memiliki kegiatan lain pada siang hari (sekolah ataupun bekerja) namun tetap mengikuti kegiatan mondok pada malam harinya dan tetap mematuhi peraturan dari Pondok Pesantren. Namun permasalahan yang dihadapi oleh santri adalah saat ini adalah mayoritas santri pagi hingga siang hari lebih fokus pada pendidikan formal di sekolah dan pada malam hari mengikuti program yang di desain antara lain pengajian dari Pondok, sehingga kurangnya wadah untuk santri dalam mengembangkan life skill.
Dengan permasalahan di Pondok Pesantren Darussholihin tersebut maka diperlukan pendampingan life skill sehingga pengalaman yang bertani dan beternak secara sederhana tersebut lebih optimal dengan metode yang lebih efisien, murah dan modern. Dengan demikian maka life skill bertani dan beternak modern yang didapatkan santri di Ponpes Darussholihin pada program Innovillage akan dapat kualitas diri dan diharapkan memperbaiki tingkat sosial ekonomi keluarga santri dan dapat memberikan edukasi sehingga melakukan transfer ilmu di daerah asal santri tersebut sehingga dapat menciptakan lahan pekerjaan yang layak bagi masyarakat di daerah asal Santri. Pondok Pesantren Darussolihin dan dapat mengurangi angka kemiskinan. Hal ini dapat mengembangkan potensi manusiawi peserta didik menghadapi perannya dimasa yang akan datang serta menjadikan santri menjadi manusia yang berkualitas dan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakatnya kelak. Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan tim pada Ketua Yayasan Ponpes Darussholihin Gus Abdul Hakim diperoleh data bahwa Ponpes Darussholihin memiliki luas tanah 5.000 m2 dengan luas bangunan 2.000 m2 dengan potensi lahan 3000 m2 yang masih sangat luas dan belum optimalnya produktivitas dan memerlukan suatu metode atau cara untuk membekali life skill bagi para santri untuk bekal masa depan di kehidupannya. Di lain pihak, lahan yang ada di ponpes dapat dioptimalkan dengan mengikutsertakan santri-santrinya agar mendapatkan nilai tambah bagi santri dan lahan ponpes secara optimal.
Berdasarkan permasalahan yang dialami oleh santri yang berlatar belakang dari keluarga petani yang perlu ditingkatkan self-efficacy pada diri santri, tim berupaya untuk memberikan solusi dengan pengembangan soft skill entrepreneur santri Pondok Pesantren Darussolihin. Melalui pembuatan alat Akuaponik menggunakan sistem otomasi dengan inovasi pemanfaatan energi panas matahari sebagai sumber listrik dalam menjalankan mesin dan penggunaan teknologi informasi sederhana dalam pendampingan dan pengembangan soft skill.
video implementasi awal : https://youtu.be/bYy0x53hV9k
video implementasi tengah : https://youtu.be/NL8vr_rbixM
video implementasi akhir : https://youtu.be/5MybUbAQ6Co