CegahBanjir.Id, Penerapan Tanggul Ecobrick sebagai Mitigasi Banjir Rob dengan Internet of Things
Desa Bagan Serdang terletak di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia dengan luas wilayah 163 hektar. Wilayah Desa Bagan Serdang terdiri atas pemukiman penduduk 31 hektar, rawa-rawa 21 hektar, perkebunan 6 hektar, hutan bakau 63 hektar, dan garis pinggiran pantai 42 hektar. Desa Bagan Serdang memiliki tiga dusun dengan jumlah penduduk 1.674 dan 466 KK. Menurut diskusi tim, desa ini masih butuh dikembangkan secara holistik dan berkelanjutan. Berada di pesisir laut dan masyarakat Desa Bagan Serdang kebanyakan memiliki mata pencaharian berhubungan dengan laut. Berdasarkan profil masyarakat desa, sebanyak 76% masyarakat menggantungkan hidupnya pada hasil laut yaitu sebagai nelayan, produksi ikan asin, penjual seafood, dan produksi terasi. Berdasarkan survei, masalah yang paling meresahkan bagi warga adalah banjir rob atau banjir akibat pasang air laut. Banjir disebabkan oleh air laut yang pasang, terlebih saat perbani dan letak rumah warga berada pada dataran rendah. Polusi lingkungan oleh sampah juga sangat parah karena masyarakat tidak memiliki pengetahuan mengenai pengolahan sampah, sehingga genangan air saat banjir semakin meluap. Rumah warga terendam air sampai setinggi kurang lebih 60 cm. Permasalahan ini terus terjadi tanpa ada solusi dan setiap tahun menjadi semakin parah terutama saat musim hujan. Masyarakat mengaku khawatir jika suatu saat nanti desa mereka tenggelam seperti desa pesisir lainnya yang mereka saksikan dari televisi. Banjir rob juga membawa sampah-sampah dari lautan sehingga lingkungan di Desa Bagan Serdang menjadi tidak asri dan kumuh.
Solusi dari tim untuk permasalahan banjir rob yang terus menerus dialami masyarakat Desa Bagan Serdang yaitu: Membuat bank sampah eco-brick, eco-brik yang telah terkumpul nantinya menjadi penahan banjir rob setinggi 100 cm mengelilingi pantai dan sungai Desa Bagan Serdang dengan panjang 2,5 km, tanggul dibuat dari ecobrick guna mengurangi banyaknya sampah plastik dan mengurangi biaya pembangunan lalu dicampur dengan semen, mebantu perekonomian warga dan solusi terakhir yaitu adanya alat pendeteksi ketinggian air laut yang dapat mengirimkan sinyal dengan Internet of Things (IoT) ke smartphone yang dimiliki oleh masyarakat Desa Bagan Serdang. IoT sebagai inovasi dari solusi yang kami tawarkan.
Proses pembuatan teknologi tim di bantu oleh organisasi ikatan mahasiswa muhammadiyah fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (IMM FISIP) yang mengbungkan kami dengan ikatan mahasiswa muhammadiyah fakultas teknek (IMM FATEK). Proses pembuatan teknologi di mulai pada tanggal 29 Oktober tim berdiskusi dengan IMM FATEK mengenai konsep ealy warning sistem berbasis IOT.
Pada kegiatan ini tim berhasil membuat jadwal kegiatan implementasi. Selain itu juga tim berhasil mendapatkan dukungan dari pengurus desa Bagan Serdang dan dinas lingkungan hidup dalam implementasi program innovillage dengan diberikan fasilitas berupa konsumsi dan dinas lingkungan hidup juga memberikan kami beberapa fasilitas seperti tong sampah, sabun cuci tangan dan alat pengumpul sampah lainnya.
Untuk melihat video dokumentasi project klik disini.