Loading...

Upaya Mengatasi Stunting Melalui Bank Susu Kambing

01 November 2024
Universitas Brawijaya

Projek

  • Judul:Upaya Mengatasi Stunting Melalui Bank Susu Kambing
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA TIMUR, MALANG, KEDUNGKANDANG, CEMORO KANDANG.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Brawijaya
  • Ketua:Khofifah Aqsha Rosyadi
  • Angota#1:Khofifah Aqsha Rosyadi, Devangga Ajiansyah Hermawan, Khaidar Syaif Al Malik

SDGs

Mengakhiri Kelaparan Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan

Share

Deskripsi

S TUNTING masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kota Malang, di mana sekitar 3.000 dari 34.000 anak berisiko mengalami kondisi tersebut. Stunting menghambat perkembangan fisik dan kognitif anak, dengan dampak jangka panjang yang mengancam kesehatan individu serta memperburuk masalah sosial dan ekonomi. Salah satu penyebab utama adalah kurangnya akses terhadap makanan bergizi, ditambah dengan masalah kemiskinan yang meluas dan pemahaman masyarakat yang terbatas tentang pentingnya gizi yang seimbang. Melihat kondisi ini, sebuah solusi inovatif muncul dalam bentuk program “Pemanfaatan Susu Kambing dalam Program Penanggulangan Stunting dengan Model Bank Susu Berbasis Desa” di Desa Cemoro Kandang. Program ini bertujuan tidak hanya untuk menyediakan susu kambing berkualitas bagi anak-anak dan ibu hamil yang berisiko stunting, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat setempat, khususnya peternak kambing. Susu kambing dipilih karena kandungannya yang kaya akan gizi dan dianggap lebih cocok untuk balita yang mengalami alergi terhadap susu sapi. Melalui sistem bank susu, hasil penjualan susu kambing akan digunakan untuk mendukung kehidupan ibu hamil dan balita di desa tersebut, memastikan mereka mendapatkan gizi yang cukup selama masamasa kritis pertumbuhan. Ini menciptakan siklus keberlanjutan yang saling menguntungkan:meningkatkan akses gizi, memberdayakan peternak lokal, dan mengurangi angka stunting. Sejak dimulai pada Januari 2025, program ini telah mengalami sejumlah kemajuan signifikan. Koordinasi dengan tim, dosen pendamping, dan perangkat desa dilakukan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan. Pada 14 Januari 2025, distribusi susu kambing tahap pertama dilakukan di posyandu Desa Cemoro Kandang, dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang melihat potensi besar susu kambing untuk meningkatkan kesehatan keluarga mereka. Salah satu fitur utama dari inovasi ini adalah pengemasan susu kambing dalam botol plastik ukuran 150 ml, yang disterilkan untuk memastikan kualitas dan keamanan susu. Proses pemerahan susu kambing dilakukan dengan cara konvensional, dan susu yang telah diperah diolah dengan cara pemasakan untuk sterilisasi bakteri sebelum didistribusikan. Selain manfaat langsung bagi kesehatan, program ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Peternak kambing memperoleh peluang untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui penjualan susu kambing, sementara masyarakat desa belajar pentingnya gizi bagi pertumbuhan anak-anak mereka. Keberlanjutan program ini sangat diharapkan, mengingat banyaknya masyarakat yang merasa terbantu dan berharap program ini dapat terus berlanjut untuk mengatasi masalah stunting di masa depan. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyasar isu kesehatan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui kolaborasi yang saling menguntungkan, sekaligus memberikan solusi konkret terhadap permasalahan sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh banyak keluarga di Desa Cemoro Kandang

Top