Loading...

Terobosan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

01 November 2024
Universitas Hasanuddin

Projek

  • Judul:Terobosan Teknologi Pengeringan Rumput Laut
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:SULAWESI SELATAN, JENEPONTO, TURATEA, UJUNGLOE.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Hasanuddin
  • Ketua:Nur Adinda Ramadhan Hidayat
  • Angota#1:ur Adinda Ramadhan Hidayat, Nurshanty Maula Bahar, Gilang Ramadhan

SDGs

Menghapus Kemiskinan Mengakhiri Kelaparan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab

Share

Deskripsi

DI Desa Ujungloe, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pengelolaan rumput laut menjadi tumpuan ekonomi bagi banyak keluarga. Namun, kualitas produk yang dihasilkan sering kali terhambat oleh metode pengeringan yang masih konvensional. Proses pengeringan yang tidak optimal menyebabkan rusaknya hasil panen, bahkan menurunnya nilai jual rumput laut. Permasalahan ini lebih diperparah dengan kondisi geografis desa yang beriklim tropis dan kelembapan tinggi, yang mempermudah pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau tak sedap pada rumput laut. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebuah inovasi teknologi muncul dalam bentuk dryer storage rumput laut berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini dirancang untuk memastikan proses pengeringan dan penyimpanan yang lebih efisien, sekaligus meningkatkan kualitas hasil rumput laut. Teknologi ini menggunakan sensor UV, suhu, dan kelembapan yang terhubung dengan platform pemantauan secara real-time. Hal ini memungkinkan petani untuk mengontrol kualitas pengeringan rumput laut tanpa perlu keahlian teknis yang mendalam. Fitur utama dari alat ini adalah kemampuannya untuk memantau dan mengatur suhu serta kelembapan di area penyimpanan. Ketika kondisi yang tidak sesuai terdeteksi, sistem memberikan notifikasi kepada pengguna untuk mengambil tindakan preventif, seperti menyesuaikan suhu atau menggunakan lampu UV untuk mengurangi potensi kontaminasi. Dengan demikian, alat ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjamin kualitas produk rumput laut yang lebih baik dan lebih aman untuk konsumsi. Penerapan teknologi ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi petani rumput laut di Desa Ujungloe. Selama tiga bulan pertama setelah penerapan, petani melaporkan peningkatan pendapatan hingga 25%, berkat efisiensi yang dihasilkan dari pengurangan waktu pengeringan hingga 40%. Proses pengeringan yang lebih cepat ini juga mengurangi kerusakan hasil panen dari 30% menjadi hanya 10%, memberikan dampak langsung pada kestabilan ekonomi keluarga petani. Selain itu, proyek ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan internet di desa, sebanyak 70% dari petani mulai mengakses dan memanfaatkan konektivitas untuk memantau proses pengeringan mereka. Hal ini juga berkontribusi pada ekspansi bisnis bagi Telkom, yang menyediakan jaringan internet terbaik di daerah tersebut, membuka peluang pasar baru bagi layanan berbasis IoT. Meskipun begitu, tantangan masih ada. Beberapa petani masih beradaptasi dengan teknologi baru ini, dan kapasitas alat pengering masih terbatas, sehingga sistem antrean diperlukan. Namun, dengan meningkatnya manfaat yang dirasakan, ada potensi besar untuk pengembangan lebih lanjut. Dukungan pemerintah dan akademisi juga dapat mempercepat adaptasi teknologi ini di kalangan petani, serta meningkatkan infrastruktur jaringan untuk memaksimalkan dampak positif inovasi ini di masa depan. Inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengubah sektor pertanian tradisional menjadi lebih modern dan efisien. Dengan dukungan yang terus berlanjut, teknologi IoT ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas rumput laut, tetapi juga mengarah pada perkembangan sektor pertanian yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. 

Top