Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Nyamuk DBD
01 November 2024
Universitas Negeri Gorontalo
Projek
- Judul:Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Nyamuk DBD
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:GORONTALO, BONE BOLANGO, TAPA, LANGGE.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Negeri Gorontalo
- Ketua:Dewi Safitri Abd. Gani
- Angota#1:Dewi Safitri Abd. Gani, Muhammad Taufiq Hidayah H. Abay, Irmayanti
SDGs
Menghapus Kemiskinan Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan Akses Air Bersih dan Sanitasi Kota dan Komunitas yang BerkelanjutanShare
Deskripsi
DESA Langge di kawasan dataran tinggi Gorontalo, menghadapi masalah kesehatan serius akibat tingginya angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama pada musim hujan. Kondisi alam desa yang lembap dan saluran air yang tersumbat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penyakit ini. Pada tahun 2024, tercatat 11 kasus DBD di Desa Langge, yang menunjukkan urgensi akan solusi pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Upaya konvensional seperti fogging dan kerja bakti telah dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah desa, namun keterbatasan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pengendalian nyamuk menjadi tantangan yang belum dapat teratasi dengan optimal. Salah satu solusi yang diusulkan oleh tim Aqola Bomb adalah penggunaan larvasida alami berbahan dasar limbah kulit nanas (Ananas comosus). Inovasi ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk secara efektif, tetapi juga menawarkan alternatif ramah lingkungan dibandingkan dengan larvasida berbahan kimia seperti abate yang dapat menimbulkan resistensi dan merusak ekosistem. Kulit nanas, yang sering kali menjadi limbah tanpa pemanfaatan, ternyata mengandung senyawa bioaktif seperti bromelain, flavonoid, dan saponin yang memiliki potensi sebagai insektisida alami. Dengan pemanfaatan limbah ini, Aqola Bomb menawarkan solusi untuk mengendalikan larva nyamuk tanpa menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, produk ini juga membantu mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh akumulasi limbah kulit nanas di sekitar kawasan industri pengolahan buah. Tim Aqola Bomb, yang terdiri dari mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, bersama masyarakat Desa Langge, telah berhasil memproduksi larvasida alami ini dengan melalui proses yang melibatkan pengolahan kulit nanas, seperti pencucian, pengeringan, dan ekstraksi untuk menghasilkan bahan aktif yang efektif. Selama proses produksi, masyarakat tidak hanya terlibat sebagai penerima manfaat, tetapi juga diajak berpartisipasi aktif dalam pembuatan produk, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta memberdayakan mereka dalam menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. Sosialisasi dan pelatihan tentang penggunaan Aqola Bomb juga telah dilakukan, termasuk sosialisasi mengenai bahaya DBD yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan akademisi. Program ini mendapatkan dukungan luas, tidak hanya dari masyarakatsetempat tetapi juga dari BUMDes dan Ikatan Apoteker Indonesia. Dengan adanya marketplace dan media sosial yang telah disiapkan, produk ini kini bisa diakses lebih luas dan memiliki potensi untuk dipasarkan ke wilayah lain yang memiliki masalah serupa. Keberhasilan program ini juga terbukti dari adanya penurunan kasus DBD di Desa Langge, yang menunjukkan bahwa Aqola Bomb efektif dalam mengurangi jumlah larva nyamuk. Namun, dampak program ini tidak hanya terbatas pada kesehatan. Program ini juga telah menumbuhkan semangat gotong royong di kalangan warga, serta memperkuat kemandirian desa dalam pengelolaan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Secara ekonomi, masyarakat kini memiliki peluang untuk menghasilkan pendapatan dari penjualan Aqola Bomb, yang dapat menjadi sumber ekonomi berkelanjutan. Inovasi Aqola Bomb berpotensi untuk dikembangkan lebih jauh, tidak hanya sebagai solusi lokal tetapi juga dapat diterapkan di tingkat nasional, dengan dukungan berbagaipihak. Pengelolaan limbah kulit nanas yang efektif, pemberdayaan masyarakat, dan kontribusi terhadap kesehatan masyarakat menjadikan Aqola Bomb sebagai model solusi inovatif yang dapat diadopsi oleh desa-desa lain dalam menghadapi permasalahan serupa. Program ini bukan hanya sekadar menyelesaikan masalah kesehatan, tetapi juga mendorong terbentuknya masyarakat yang mandiri, berkelanjutan, dan lebih peduli terhadap lingkungan.