Loading...

Solusi Inovatif untuk Mengatasi Stunting

01 November 2024
Universitas Syiah Kuala

Projek

  • Judul:Solusi Inovatif untuk Mengatasi Stunting
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:ACEH, ACEH BESAR, KUTA MALAKA, SAMAHANI.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Syiah Kuala
  • Ketua:Israk Faradila
  • Angota#1:Israk Faradila, Muhammad Shidqi, Janasha Dara Reskyna

SDGs

Mengakhiri Kelaparan Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan

Share

Deskripsi

S TUNTING merupakan masalah serius yang mengancam masa depan generasi muda Indonesia, khususnya di daerahdaerah dengan prevalensi tinggi seperti Aceh. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Aceh mencapai 29,4%, jauh di atas target nasional yang sebesar 14%. Masalah ini sangat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia dan berpotensi menghambat pembangunan berkelanjutan. Salah satu faktor utama yang menyebabkan stunting adalah kurangnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu hamil dan menyusui, mengenai pentingnya nutrisi yang seimbang selama kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan anak. Menyikapi hal ini, inovasi bernama StunCare hadir sebagai solusi berbasis teknologi untuk memprediksi, memantau, dan mencegah stunting dengan cara yang lebih efektif. StunCare memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk memberikan prediksi risiko stunting secara akurat dan memberikan rekomendasi nutrisi yang tepat. Aplikasi StunCare dirancang untuk menganalisis data ibu hamil, seperti berat badan, tinggi badan, riwayat penyakit, dan konsumsi makanan, untuk mengidentifikasi risiko stunting pada anak sejak dini. Selain itu, StunCare juga dilengkapi dengan alat ukur berbasis IoT yang menggunakan sensor untuk memantau pertumbuhan bayi, mengukur berat badan dan tinggi badan, serta mengintegrasikan data ini dengan aplikasi untuk memantau perkembangan anak dalam grafik waktu nyata. Pada periode implementasinya dari 9 Desember 2024 hingga 28 Februari 2025, tim pengembang StunCare melakukan berbagai tahapan penting, mulai dari pembagian tugas tim, pengadaan alat dan bahan, hingga pengujian alat dan aplikasi. Dengan melibatkan 58 ibu hamil dan 178 ibu dengan anak usia 0-2 tahun di Kecamatan Kuta Malaka, tim berhasil mengumpulkan data penting yang menjadi dasar bagi analisis yang lebih mendalam dan pengembangan model prediksi stunting berbasis AI. Proses pengujian alat dan aplikasi di lapangan juga menunjukkan keberhasilan, dengan respons positif dari masyarakat dan tenaga kesehatan setempat. Hasil survei kepuasan yang dilakukan menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang sangat tinggi, mencapai 90,91%, yang menunjukkan bahwa inovasi ini telah memenuhi ekspektasi masyarakat dan memberikan dampak positif. Penerapan teknologi ini di Puskesmas Kuta Malaka juga membawa manfaat besar. Tenaga kesehatan kini memiliki alat bantu yang lebih modern dan akurat dalam memantau pertumbuhan anak, sehingga dapat memberikan layanan yang lebih efisien dan tepat sasaran. Sosialisasi yang dilakukan sebelum implementasi juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting. Para ibu kini lebih paham tentang bagaimana menjaga asupan gizi selama kehamilan dan masa pertumbuhan anak. Inovasi StunCare memiliki potensi besar untuk diterapkan secara lebih luas, tidak hanya di tingkat kecamatan, tetapi juga di tingkat kabupaten dan provinsi. Jika dikelola dengan baik, StunCare dapat menjadi bagian integral dari sistem kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Dengan dukungan dari institusi kesehatan dan pemerintah daerah, StunCare berpeluang untuk membantu mencegah stunting secara lebih masif, memberi dampak positif bagi masa depan anak-anak Indonesia, dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Inovasi ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah sosial dan kesehatan yang mendalam.

Top