Loading...

Peningkatan Kinerja Pengrajin Kulit dengan Pendekatan Inventory Management Berbasis Website dan Pemaksimalan Teknik Zero Waste Fesyen

04 Oktober 2021
Telkom University

Projek

  • Judul:Peningkatan Kinerja Pengrajin Kulit dengan Pendekatan Inventory Management Berbasis Website dan Pemaksimalan Teknik Zero Waste Fesyen
  • Tanggal:04 Oktober 2021 - 28 November 2021
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Garut, Cibatu, Cibatu.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Nurfathin Dalila Shafwani
  • Angota#1:Nandang Laras Rezqi
  • Angota#2:Andry arifin

SDGs

Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Pada Desa Bandrek Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut terdapat UMKM yang bergerak di bidang fesyen berbahan kulit. Dimana UMKM ini menaungi para pengrajin di desa tersebut dengan jumlah tidak kurang dari 50 orang. UMKMtersebut menerima produk - produk yang dihasilkan oleh para pengrajin untuk kemudian dipasarkan secara langsung dan melalui e-commerce. Dengan adanya UMKM ini, maka banyak membantu kebutuhan para pengrajin akan tetapi dalam hal implementasinya masih terdapat kekurangan dari segi 3 efisiensi bahan baku yang digunakan untuk dapat menjadi output fesyen, kesadaran pemasaran produk yang lebih ramah lingkungan atau Green Marketing dan finansial manajemen untuk para pengrajin kulit untuk dapat mengembangkan usahanya yang ada di Desa Bandrek. Maka dengan program PLASMA akan menghadirkan pelatihan dan monitoring dari segi inventory management, peningkatan kualitas produk, pemasaran dan manajemen finansial bagi para pengrajin fesyen kulit.

Pendekatan yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan para pengrajin tersebut adalah membuat PLASMA bagi para pengrajin kulit. Dengan program PLASMA ini, akan direalisasikan dengan metode pelatihan secara bertahap dan monitoring secara berkala kepada pengrajin untuk dapat mempelajari teknik zero waste fesyen untuk dapat mengefisienkan bahan baku yang digunakan untuk dapat menjadi output fesyen agar 4 meminimalisir limbah yang dihasilkan lalu kesadaran pemasaran produk yang lebih ramah lingkungan atau Green Marketing berbasis online dan finansial manajemen untuk para pengrajin kulit untuk dapat sustainable dan mengembangkan usahanya diharapkan para pengrajin tidak ada bermasalah dalam finansialnya dan produk yang dihasilkan oleh para pengrajin mampu dikenal di kalangan luas. 

Proses Implementasi

Progres yang kami lakukan di periode pertama yaitu melakukan kordinasi bersama tim dimana 2 anggota melakukan survey lapangan terlebih dahulu. Setelah dilakukannya survey ditemukan berbagai masalah yang terjadi pada pengelolaan limbah kayu, masalah tersebut melingkupi bangkai kapal, kayu sisa pembuatan kapal, kayu sisa pembuatan furniture, dan limbah kayu yang dibuang sembarangan. Permasalahan tersebut diakibatkan karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan kayu. Kordinasi awal dosen pendamping membicarakan tentang masalah yang terjadi di lapangan, untuk itu kami berdiskusi mengenai rencana penyusunan user requirement untuk website Woodwaste mengenai item wawancara dan penentuan stakeholders. Kami juga berdiskusi mengenai rencana pembuatan mockup (prototype platform) Woodwaste. Terakhir, kami berdiskusi dan memberitahukan pihak ke 3 yang terlibat sebagai programmer pembuat Website Woodwaste.

Progres yang kami lakukan di periode kedua yaitu pertama, melakukan survey lapangan sekaligus meminta izin bekerjasama dengan pihak lainnya, survey tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan kayu agar bisa dimanfaatkan di bidang ekonomi. Kedua, melakukan rancangan pembuatan mockup agar efektif dalam pemanfaatan limbah industry kayu. Kordinasi dengan dosen pendamping yaitu membahas mengenai pembuatan mockup dan prototype untuk website Woodwaste, revisi mock up sekaligus diskusi dengan programmer untuk rancangan website Woodwaste yang lebih baik lagi.

Progres yang kami lakukan di periode ketiga yaitu melakukan diskusi awal dalam merencanakan sosialisasi peresmian website Woodwaste, kami berencana untuk mengadakan pelatihan kerajinan kayu yang mana kayu yang digunakan merupakan limbah kayu dengan tujuan optimalisasi limbah kayu menjadi hal yang bermanfaat, salah satunya cinderamata ataupun gantungan kayu yang bisa meningkatkan ekonomi. Selanjutanya kami bertemu dengan programmer untuk menanyakan perkembangan pembuatan website sekaligus melihat kembali apabila ada kekurangan ataupun kesalahan di dalam website. Kami juga melakukan diskusi lanjutan mengenai kegiatan sosialisasi peresmian website, dimana kami menentukan pembicara sekaligus mentor kerajinan kayu, kami juga mendata orang yang akan mengikuti kegiatan sosialisasi peresmian website Woodwaste.

Sebelum melakukan kegiatan sosialisasi peresmian website Woodwaste kami melakukan bimbingan dengan dosen pendamping, dosen memberikan arahan untuk membuat flow chart dan use case diagram sebagai penunjang penyempurna dalam membuat website. Memasukan data dari setiap stakeholders sampai lengkap, mengkonfirmasi kepada user perihal kesesuaian kebutuhan user, memperbaiki website sesuai dengan masukan user, melakukan finalisasi website Woodwaste, melakukan sosialisasi kepada user, dan yang terakhir memonitoring pemakaian website Woodwaste.

Kami mempunyai rencana untuk membuat sosialisasi website Woodwaste kepada masyarakat dengan bantuan salah satu organisasi masyarakat yang ada di Desa Karangsong, setelah mendapatkan rancangan anggaran biaya ternyata dana yang dianggarkan melebihi kekuatan kami, mereka sudah melakukan DP tanpa persetujuan kami pada pembayaran kursi, sound system, dan snack yang jumlahnya tidak sedikit. Maka dari itu menerima pembatalan acara sosialisasi dengan organisasi masyarakat tersebut. Beruntungnya kami memiliki rencana lain yaitu membuat kerajinan kayu bersama yang dihadiri pengrajin kayu berpengalaman dengan tujuan mengapresiasi pihak pemanfaat limbah industri kayu. Aktivitas terakhir yang kami lakukan yaitu mencari dan menentukan tempat yang akan digunakan saat diadakannya kegiatan sosialisasi peresmian website Woodwaste, membeli barang-barang yang kami perlukan, seperti memesan banner, memesan baju sekaligus topi, memesan makanan ataupun snack, dan terakhir tidak lupa kami juga mengundang mentor dan peserta pelatihan kerajinan kayu.

Semoga dalam implementasi kedepan nya lebih dapat di tinjau lebih mendetail dari setiap project yang dijalankan oleh seluruh tim dengan langsung mendatangi tim tersebut dalam implementasi dan tidak hanya Sebagian kecil saja yang didatangi. Hal ini juga menjadi bentung tanggung jawab panitia dalam menyelenggarakan innovillage untuk hal-hal yang diharapkan diawal dapat dijalankan dengan maksimal. 

Link Video Progress Implementasi

Top