Loading...

Solusi Inovatif Pengelolaan Limbah Peternakan

01 November 2024
Universitas Brawijaya

Projek

  • Judul:Solusi Inovatif Pengelolaan Limbah Peternakan
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA TIMUR, MALANG, NGANTANG, SUMBERAGUNG.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Brawijaya
  • Ketua:Moh. Amirur Rosyidin
  • Angota#1:Moh. Amirur Rosyidin,Fajrul Fallaah Hidayatulloh, Fahmy Almaliki Dwi Aditya

SDGs

Energi Bersih dan Terjangkau Infrastruktur, Industri dan Inovasi Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan Penanganan Perubahan Iklim

Share

Deskripsi

I NOVASI yang dihadirkan oleh tim Biogester bertujuan untuk mengatasi permasalahan limbah peternakan di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, melalui pengembangan digester biogas portable yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Desa ini menghadapi masalah lingkungan akibat pengelolaan kotoran ternak yang masih dilakukan secara tradisional, yakni dibuang begitu saja ke saluran air atau sungai. Tidak hanya mencemari lingkungan, cara ini juga berpotensi menyebabkan peningkatan gas metana yang berbahaya dan mengurangi kualitas hasil peternakan. Tim Biogester merespons tantangan tersebut dengan merancang digester biogas portable yang mudah dipasang, murah, dan ramah lingkungan. Dengan menggunakan bahanbahan sederhana dan biaya produksi yang terjangkau, teknologi ini dirancang agar peternak bisa mengolah limbah ternak menjadi biogas yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Tidak hanya itu, sistem ini juga dilengkapi dengan aplikasi monitoring berbasis IoT yang memungkinkan peternak memantau dan mengontrol sistem secara real-time dari jarak jauh. Inovasi ini bertujuan untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s) 2045, khususnya dalam hal pengelolaan limbah dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Progres implementasi teknologi ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tim Biogester telah berhasil mengembangkan prototipe digester biogas yang dapat mengolah limbah ternak hingga 15 kg per hari dan menghasilkan biogas yang setara dengan 1 tabung LPG 3 kg setiap minggu. Selain itu, peternak juga dapat memanfaatkan pupuk organik yang dihasilkan sebagai tambahan pendapatan. Dengan menggunakan biogas sebagai sumber energi alternatif, para peternak dapat menghemat biaya LPG hingga Rp 160.000 per bulan, yang tentunya turut meningkatkan kesejahteraan mereka. Meski begitu, proyek ini tidak berjalan tanpa tantangan. Salah satu kendala utama adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran peternak terhadap manfaat dan cara pengoperasian teknologi biogas ini. Untuk itu, sosialisasi dan edukasi kepada peternak menjadi sangat penting. Tim Biogester juga menghadapi keterbatasan infrastruktur, seperti akses terhadap air yang cukup dan ruang yang memadai untuk instalasi alat. Namun, meskipun ada beberapa tantangan, dukungan dari pemerintah desa, koperasi peternakan, serta pihak terkait lainnya memberikan harapan besar bagi keberhasilan proyek ini. Ke depannya, teknologi ini memiliki potensi besar untuk diperluas dan direplikasi di desa-desa lain yang menghadapi masalah serupa. Inovasi digester biogas portable ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan limbah peternakan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi peternak. Dengan pengembangan lebih lanjut, termasuk dukungan kebijakan yang tepat, diharapkan proyek ini dapat mendukung transformasi peternakan menuju praktik yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Top