Loading...

Sistem Informasi KUBE MART (Kelompok Usaha Bersama) untuk Peningkatan kesejahteraan Masyarakat Desa Tegalwaru

28 Oktober 2020
Telkom University

Projek

  • Judul:Sistem Informasi KUBE MART (Kelompok Usaha Bersama) untuk Peningkatan kesejahteraan Masyarakat Desa Tegalwaru
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Bogor, Ciampea, Tegal Waru.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Ahmad Adli
  • Angota#1:Hana Nining Eka Nur Jayanti
  • Angota#2:Ela Nadila

SDGs

Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Share

Deskripsi

KUBE Mart adalah usaha yang bergerak dalam bidang penjualan seperti kebutuhan pokok (beras, telur, gula,dll). Kegiatan pemasaran dan proses penjualan pada KUBE Mart masih manual, dimana para pembeli harus datang langsung ke toko untuk membeli ataupun sekedar melihat-lihat produk yang tersedia di KUBE Mart. Kegiatan promosi nya juga masih sebatas mulut kemulut atau pun mengharapkan promosi dari pelanggan yang telah membeli produk di KUBE Mart. Maka persoalan menarik yang hendak dan perlu dibahas adalah bagaimana efektifitas KUBE sebagai salah satu program unggulan Kementerian Sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.  

Menurut Badan Pusat Statistik jumlah penduduk miskin Indonesia per Maret 2020 sebanyak 26,42 juta jiwa atau sebesar 9,78%. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 9,41% atau 25,14 juta penduduk. Persentase penduduk miskin terbesar terdapat di Maluku dan Papua, yaitu 20,34%. Sementara persentase terendah terdapat di Kalimantan sebanyak 5,81%. mBadan Pusat Statistik menyebutkan, kenaikan angka kemiskinan dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang memukul perekonomian Indonesia. Dampaknya dirasakan oleh 12,15 juta penduduk hampir miskin yang bekerja di sektor informal. Kelompok ini merupakan yang rentan terhadap kemiskinan dan terdampak Covid-19.

Selain itu terdapat faktor lain seperti konsumsi rumah tangga melambat, kunjungan wisatawan mancanegara menurun dan harga eceran di beberapa komoditas turun. Dibatasinya aktivitas bepergian dari daerah satu ke daerah lainnya membuat penjualan produk dan komoditi pada UMKM dan Usaha Bersama masyarakat Desa Tegalwaru menjadi terpuruk. Hal ini membuat turunnya tingkat kesejahteraan masyarakat yang mengandalkan jalur perdagangan tradisional sebagai solusi peningkatan kesejahteraan

Sistem Informasi KUBE Mart merupakan sebuah e-commerce berbasis web yang digunakan oleh UKM, UMKM dan Usaha Bersama milik masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui jalur perdagangan. Dengan adanya Sistem Informasi Kube Mart ini, akan membuat setiap desa memiliki media dalam mempromosikan hasil sumber daya alam maupun olahan yang bernilai yang merupakan jerih payah dari masyarakat desa dalam meningkatkan kesejateraan khususnya Desa Tegalwaru. Sistem ini nantinya akan dikelola oleh masyarakat Desa Tegalwaru dengan memberdayakan sumber daya manusia yang ada di desa. Dengan adanya sistem ini, diharapkan masyarakat mampu memasarkan hasil alam dan olahannya ke berbagai daerah di Indonesia. Sehingga hal ini akan mendorong ekonomi masyarakat desa Tegalwaru kearah yang lebih baik.

Awal mula social project, berasal dari kegelisahan masyarakat terhadap dampak pandemi covid 19 yang membuat ekonomi semakin merosot serta program kementrian sosial untuk menangani masalah kemiskinan di Indonesia. Dari hasil konsultasi dengan dosen pembimbing yakni Pak Seno, kami dari tim kube mencoba untuk menyuarakan ide dan gagasan untuk membantu menyelesaikan masalah ekonomi dan kemiskinan di masyarakat dengan mengikuti program Innovillage. Pembuatan proposal dengan pengajuan anggaran yakni Rp 14.500.000 dan video awal dibuat dengan waktu yang sangat terbatas dikarenakan keterlambatan informasi yang didapat oleh tim kube sehingga berkas pengajuan dirasa masih terdapat banyak kekurangan.

Ketika TOP 100 InnoVillage diumumkan,  Satu persatu judul project ditampilkan berdasarkan daerah. Daerah Jawa Barat, Jawa dan non Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Papua. Setelah sampai di judul ke 95, awalnya sempat pesimis dikarenakan daerah Jawa Barat sudah diumumkan diawal. Namun, tidak disangka ternyata proposal yang kami ajukan masuk menjadi Top 100 dengan nomor urut ke 99. Ya, satu angka sebelum judul terakhir yang membuat tim merasa tidak percaya akan apa yang sudah terjadi. Puji syukur dan rasa senang yang tidak terbendung bercampur dengan bingung dikarenakan waktu implementasi social project ini sangat sebentar. Sehingga, begitu kegiatan pengumuman TOP 100 InnoVillage selesai, kami segera mengadakan rapat untuk membahas keberlanjutan social project ini. Beberapa hari setelah pengumuman, akhirnya keluar SK penetapan TOP 100 InnoVillage yang berisi data peserta serta anggaran yang disetujui. Untuk Tim Kubemart sendiri mendapatkan anggaran di SK yakni Rp 13.062.087 dengan dana bersih yang diterima yakni Rp 13.056.287.

Tahapan pertama yang kami lakukan setelah mengadakan rapat adalah menentukan aktivitas awal yakni pengumpulan data terhadap aktivitas dari beberapa UKM yang ada di Desa Tegalwaru. Hal ini menjadi komponen utama dalam pembangunan sistem informasi. Selanjutnya, kami membuat ide mengenai sistem informasi yang akan dibangun untuk memasarkan produk hasil produksi UKM Desa Tegalwaru. Selanjutnya, kami melakukan koordinasi dengan Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementrian Sosial guna mendapatkan informasi mengenai rancangan dan harapan dari program KUBE Mart yang dijadikan program unggulan dari Kementrian Sosial dalam upaya menangani fakir miskin dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Selanjutnya, pada minggu kedua implementasi social project ini kami sudah melakukan pemetaan jenis UKM yang ada di Desa Tegalwaru. Kemudian, kami membuat rancangan basis data dan tampilan dari sistem informasi yang dibangun. Lalu, kami juga berkoordinasi dengan pihak pengelola UKM di Tegalwaru secara daring melalui aplikasi bertukar pesan (Whatsapp). Kemudian, kami juga memulai survey untuk menemukan perangkat-perangkat pendukung seperti layanan jaringan dan web serta perangkat komputer yang dibutuhkan.

Pada minggu ketiga ini, kami sudah melakukan konsultasi dengan konsultan mengenai pembangunan sistem informasi berbentuk e-commerce berbasis web untuk UKM yang ada di Desa Tegalwaru. Selanjutnya, kami membeli domain dan hosting (1 tahun) untuk membuat akses web yang telah dibuat menjadi online dan fleksibel sehingga dapat dibuka dimana saja selama sudah terhubung dengan internet. Selanjutnya, kami juga melakukan survey perlengkapan kembali dan membeli perlengkapan komputer yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem informasi khusus sebagai administrator guna mendukung proses pengelolaan sistem informasi untuk UKM Desa Tegalwaru. Kemudian, kami juga berkoordinasi dengan tim dan pembimbing untuk pembangunan sistem serta membuat inovasi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tegalwaru khususnya di bidang UKM.

Pada minggu keempat ini, kami sudah melakukan hosting sistem informasi berbentuk e-commerce berbasis web untuk UKM yang ada di Desa Tegalwaru. Kemudian, kami juga berkoordinasi dengan tim dan pembimbing untuk pembangunan konten sistem serta membuat inovasi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tegalwaru khususnya di bidang UKM. Terakhir dari kegiatan ini, yakni melakukan koordinasi dan finishing ke Desa Tegalwaru. Membuat media promosi produk serta memberikan fasilitas berupa sistem informasi kubemart dan sepaket perangkat komputer sebagai sarana untuk mengoperasikan sistem. Mengedukasi penggunaan sistem dan memberikan hak akses kepada perwakilan UKM Desa Tegalwaru agar dapat mengembangkan potensi desa melalui pasar digital. Total penggunaan dana dari implementasi social project ini adalah Rp 13.066.000.

Hasil dari implementasi social project ini berupa situs web penjualan secara daring yang kami beri nama “KUBEMART”. Didalamnya terdapat fitur untuk UKM mebuka toko dan memasarkan produknya serta menjadi media daring yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk membeli dan menjual produknya. Situs web yang sudah dibuat dapat diakses melalui url www.kubemart.id. Dengan adanya sistem ini, diharapkan masyarakat mampu memasarkan hasil alam dan olahannya ke berbagai daerah di Indonesia. Sehingga hal ini akan mendorong ekonomi masyarakat desa Tegalwaru kearah yang lebih baik

Link Video: bit.ly/VideoKubemart

KESAN DAN PESAN

“Life is trial n error. If you not try, you just get error”

---

Bagi tim kube, social project innovillage ini merupakan pengalaman pertama dalam menyuarakan ide demi pembangunan Indonesia. Banyak kekhawatiran dan kendala dalam menyelesaikan social project ini. Akan tetapi setelah dijalani, pengalaman baru ini terasa sangat berkesan dimana tim yang sebelumnya belum mengenal kompetisi social project jadi lebih mengetahui bagaimana sebuah social project itu berjalan serta melihat langsung kondisi masyarakat di desa. Setelah kegiatan ini, kami merasa bahwa kedepannya mampu menuangkan ide dan mengimplementasikan lebih banyak lagi program-program sosial yang bermanfaat.

---

Namun, dikarenakan adanya COVID-19 yang menjadi kendala utama bagi kemajuan dan inovasi di masyarakat membuat kami tidak akan menyerah untuk terus berinovasi. Semoga, dengan inovasi-inovasi ini kita semua bisa berkolaborasi bersama melawan COVID-19. 

---

Bersatu kita kuat lawan COVID-19, #KitaPastiMenang.


Intip keseruannya di video dokumentasi berikut

Top