Loading...

Rancang Bangun Sistem Penjernihan dan Pengaliran Air Sungai Berbasis Biosand Filter

28 Oktober 2020
Akademi Telkom Jakarta

Projek

  • Judul:Rancang Bangun Sistem Penjernihan dan Pengaliran Air Sungai Berbasis Biosand Filter
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Banten, Kota Serang, Kasemen, Margaluyu.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Akademi Telkom Jakarta
  • Ketua:Ilham Gumilang
  • Angota#1:Syifa Aulia
  • Angota#2:Asyifa

SDGs

Akses Air Bersih dan Sanitasi Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Program yang kami implementasikan adalah “Rancang Bangun Sistem Penjernihan Dan Pengaliran Air Sungai Berbasis Biosand Filter”, berlokasikan di Desa Margaluyu, Kota Serang, Provinsi Banten. 

Kelurahan Margaluyu ini beralamat di Jln. Raya Banten km. 7.5 Kp. Kroya Baru kode pos 42191. Desa Margaluyu merupakan hasil pemekaran dari Desa Banten yang awal mulanya dari Desa kasemen dan seiring berjalannya waktu Tahun 2012 Desa Margaluyu ini berubah menjadi Kelurahan Margaluyu sejalan dengan mekarkannya Kota Serang dari Kabupaten Serang.

Luas wilayah kelurahan Margaluyu Kecamatan Kasemen adalah 358,1 Ha dengan 12 lingkungan, 7 RW dan 25 RT dan wilayah kelurahan Margaluyu terdiri dari ±450 Ha tanah pertanian dan ±96 Ha adalah pemukiman.

Pada program Innovillage yang diajukan ini akan ber-koordinasi dengan para tokoh masyarakat diantaranya Camat Kecamatan Kasemen, Kepala Desa dan Lurah di Desa Margaluyu, serta para Masyarakat yang tinggal di Desa Margaluyu.

Social Project yang diajukan bertema “Rancang bangun sistem penjernihan dan pengaliran air sungai berbasis biosand filter” ini di maksudkan untuk membantu para warga desa dengan prioritas pengaliran air ke desa Margaluyu agar dapat mendapat pasokan air yang bersih.

Permasalahan utama yang ada di Desa Margaluyu adalah lokasi sungai yang cukup jauh dari cluster perumahan para penduduk, hal ini menyebabkan perumahan yang letaknya lebih jauh menjadi sulit mendapatkan pasokan air saat adanya kemarau selain itu kualitas air yang berada di sungai itu tidak cukup baik digunkan untuk keperluan sehari - hari.  

Solusi yg diajukan mengadopsi pada "rancang bangun sistem penjernihan dan pengaliran air berbasis biosand filter" berikut adalah beberapa program yang akan diimplementasikan :

  1. Pembuatan sistem penyaringan slow sand filter (SSF) atau biosand filter untuk menjernihkan air sungai yg tadinya kotor menjadi layak pakai sehingga bisa di gunakan untuk keperluan sehari-hari.
  2. Pembuatan pipa untuk pengaliran air ke rumah warga agar tidak perlu pergi ke sungai yg jarak nya lumayan jauh sehingga akan mempermudah warga untuk mendapatkan pasokan air.

Filter biosand (BSF) adalah sistem pengolahan air titik penggunaan yang diadaptasi dari slow sand filter tradisional. Filter biosand menghilangkan patogen dan padatan tersuspensi dari air dengan menggunakan proses biologis dan fisik yang berlangsung di kolom pasir yang ditutup dengan biofilm. BSF telah terbukti menghilangkan logam berat, kekeruhan, bakteri, virus, dan protozoa. BSF juga mengurangi perubahan warna, bau, dan rasa tidak enak. Penelitian telah menunjukkan korelasi antara penggunaan BSF dan penurunan kejadian diare. Karena efektivitasnya, kemudahan penggunaan, dan kurangnya biaya berulang, biosand filter sering dianggap sebagai teknologi yang tepat di negara berkembang. Diperkirakan lebih dari 200.000 BSF sedang digunakan di seluruh dunia.

Kemudian proses pengimplementasian program dilaksanakan selama 5 minggu (18 Oktober – 4 Desember 2020)

Proses Minggu Pertama (18 Oktober – 7 November 2020)

Pada Minggu pertama ini, tim kami melakukan koordinasi terhadap pejabat daerah yang bersangkutan serta berdiskusi tentang peng-implementasi-an program yang kami bawakan untuk Desa Margaluyu. Selain itu kami juga telah melakukan survei ke beberapa lokasi disana yang ditunjukkan langsung oleh pejabat daerah terkait (lurah). 

Di hari yang berbeda, kami melakukan percobaan membuat perangkat prototype BSF dengan alat sederhana. Namun, karena bentuknya yang kecil mengakibatkan penyaringan yang kurang maksimal. Dengan itu rencana untuk selanjutnya, kami akan mencoba berkonsultasi ke pihak yang lebih mengerti di bidang ini. 

Di hari yang berbeda juga (09 November 2020), tim kami telah melakukan uji laboratorium terkait air yang akan di filterisasi. Setelahnya akan kami bawa ke pihak pakar untuk menyelesaikan masalah kandungan air yang ada.

Proses Minggu Kedua (10 November – 14 November 2020)

Pada Minggu kedua ini, kami berkonsultasi pada pihak yang mengerti di bidang filterisasi agar kami mengerti dasar – dasar dari setiap komponen – komponen yang akan di tempatkan pada alat prototype yang nanti akan kami buat di Desa Margaluyu. 

Di hari yang berbeda kami mencoba membuat alat sederhana dengan satu komponen yaitu menggunakan pasir silika yang lebih halus dari sebelumnya, pasir silika yang kami beli di cuci terlebih dahulu dan di masukkan ke botol agar bahan dapat di gunakan dengan maksimal. 

Pada tanggal 14 November 2020 Kami berangkat ke Desa Margaluyu untuk melakukan sosialisasi kepada warga di Desa Margaluyu agar penduduk mengetahui apa maksud tujuan kedatangan kami ke Desa mereka didampingi Pak Lurah dan Pak Rt setempat. Setelah bersosialisasi kami survei tempat untuk tempat pelaksanaan pembuatan alat BSF ( Biosand Filter ).

Proses Minggu Ketiga (18 November – 22 November 2020)

Pada Minggu ketiga ini, tim kami melakukan pembelian alat dan bahan untuk pembangunan sistem filterisasi air, sebelum pembelian alat tim kami melakukan survey ke toko-toko alat bahan terdekat dari Desa Margaluyu agar mudah dan cepat dalam pengiriman barang nya. 

Setelah membeli semua alat dan bahan dengan lengkap, proses pemasangan pun dilakukan. Dimulai dari pengukuran jarak sumber air dengan penampungan air (toren) yang belum difilter dan alat filterisasi. Lalu dari tampungan air yang sudah difilter ke lokasi yang dekat dengan rumah warga. 

Setelah pengukuran, tim kami dan masyarakat sekitar mulai membersihkan jalur untuk pemasangan pipa karena jalur yang kami gunakan ditumbuhi banyak semak-semak dan rumput-rumputan.

Proses Minggu Terakhir (23 November – 4 Desember 2020)

Pada Minggu Akhir ini, tim kami melakukan pembelian barang material untuk membuat pondasi tempat penempatan tower untuk toren air yang berukuran 1000ltr yang akan menampung air bersih yang akan di alirkan secara gravitasi atau mengandalkan ketinggian pada toren tersebut agar tidak perlu menggunakan pompa lagi untuk pengalirannya. 

Setelah tower terpasang dengan kokoh kami membeli kabel untuk pompa agar dapat mengaliri aliran listrik dari rumah warga ke tempat pompa di letakkan, kita menggunakan aliran listrik yang berada di rumah warga terdekat. 

Kemudian setelah semua siap, tim kami melaksanakan pemasangan alat biosand filter di tempat yang sudah di rencanakan, menyambungkan pipa – pipa dari kali ke pompa agar bisa menarik air tersebut masuk ke filter backup dan masuk ke pipa yang menuju ke toren 1 dan pompa ke 2 menyedot air yang berada di toren ke 2 menuju tabung filter utama 1 dan 2 untuk di lakukan penjernihan air yang maksimal dan menghasilkan air bersih untuk di tampung di toren 2 yang nantinya akan digunakan oleh warga Desa Margaluyu.

Setelah pengimplementasian selesai dan alat sudah bisa dipakai, kami berharap dengan adanya alat filterisasi air tersebut, warga disana khususnya yang berada dekat dengan alat tersebut dapat menggunakannya dengan rasa tanggungjawab serta memberikan manfaat yang signifikan terhadap keberangsungan hidup sehari-hari. 

Dengan mengikuti program Innovillage ini, kami menjadi mengerti apa itu rasa tanggungjawab dan senangnya membantu sesama, terlihat sekali dari ekspresi senang warga disana setelah air jernih pertama keluar dari alat filter. Selain itu, karena dengan adanya program ini, banyak sekali daerah di seluruh penjuru Indonesia yang kurang dalam suatu hal, yang secara sadar atau tidak sadar telah sangat terbantu dengan inovasi-inovasi dan bantuan dari mahasiswa yang mengikuti program ini. Semoga segala bantuan dan perangkat yang diberikan dapat bermanfaat dan memudahkan permasalahan didaerah-daerah tersebut.

Tonton video dokumentasi di sini.
Top