Loading...

Pengembangan Ikan Mas di Desa Bojongsari

28 Oktober 2020
Telkom University

Projek

  • Judul:Pengembangan Ikan Mas di Desa Bojongsari
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Bandung, Bojongsoang, Bojongsari.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Hilwa Ramadhanti Sakina
  • Angota#1:Erris Reyha Fahrezi
  • Angota#2:Fikri Fajrul Falah

SDGs

Pendidikan Bermutu Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Bojongsari adalah desa dikecamatan Bojongsoang, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Luas desa Bojongsari seluas 513 ha dengan jumlah penduduk ± 15.429 jiwa, terdiri dari 116 RT, 21 RW dan 4 dusun. Mata pencaharian desa Bojongsari ini berbeda-beda tiap masyarakatnya, seperti menjadi petani, buruh pabrik, pengepul ikan, bisnis rumahan. Dengan keadaan yang masih asri, dilingkupi lahan yang terbentang terisi padi disaat musim kemarau dan kolam pembenihan ikan di musim penghujan. Ini merupakan potensi yang bagus untuk bisa mengembangbiakan ikan di desa Bojongsari. Inovasi desa Bojongsari ini adalah para penulis ingin desa Bojongsari mampu untuk membudayakan ikan mas sendiri sehingga para masyarakat bisa mengembangkan usahanya dalam bidang ikan mas. Dengan membuat tempat pembudidayaan ikan mas yang memenuhi kriteria pembesaran ikan mas yang maksimal, ini akan membantu perekonomian para masyarakat desa Bojongsari.

Minggu ke minggu kami lalui dengan beberapa hal yang sangat kami bisa ambil pelajarannya. Minggu pertama dan kedua kami masih harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan masyarakat disana. Dengan banyak mengobrol dengan masyarakat, perwakilan sesepuh disana, ibu-ibu PKK, memberikan sebuah hal yang mampu membuahkan ide bagi kita. Walaupun diminggu pertama dan kedua tidak jauh dan tidak bukan untuk membahas progress kedepannya, tapi ini merupakan sarana yang tepat untuk mengetahu watak masyarakat satu sama lain. Bercerita dan berbagi pengalaman dan keaadaan desa Bojongsari Bersama Pak Asep selaku kepaa desa desa Bojongsari dan pak Aswan selaku sekertaris desa Bojongsari. Beliau-beliau ini yang membantu kami untuk tau bagaimana keadaan desa Bojongsari dengan baik. Ya kalau bercerita tentang sebuah tempat, tidak hanya baiknya saja, buruknya juga dibicarakan. Hal ini agar kita mampu menghadapi masalah kedepannya. Ohiyah, minggu kedua juga kita lebih sibuk melakukan rapat dan mempersiapkan acara seminar dengan para warga desa setempat. Mempersiapkan kebutuhannya, membeli barang, mempersiapkan konsumsi dan yang lain-lainnya. Rapat sampai malam, mencari alat-alat yang dibutuhkan, kehujanan, sampai kejebak hujan di coffe shop daerah Saparua menjadi cerita untuk kami. Bahkan mengikuti talkshow yang diadakan oleh innovilage pun kita selalu dalam keadaan Bersama, terlalu sibuk sepertinya.

Sampai di minggu ke 3 pelaksanaan seinar dimulai. Kita memilih konsumsi dari untuk acara seminar ini dengan makanan khas desa Bojongsari, ikan pindang. Kalau kalian ingin tau rasanya, sangat nikmat sekali, mungkin nanti bisa pesan lewat Instagram @gfish.indonesia. Seminarnya sangat keren, kita dibantu oleh bapak Nuslih Jamiat, kebetulan beliau merupakan dosen FKB di Telkom University, beliau sangat memahami tentang digital marketing. Beliau menjelaskan tentang bagaimana bagusnya untuk mulai berjualan online. Pengetahuan yang beliau berikan itu mungkin bisa ditempuh dengan formal di kuliah sampai S2, namun ajaibnya, dalam waktu 2 jam semua pengetahuannya bisa disampaikan dengan maksimal dengan pemahaman yang baik untuk para masyarakat. Masyarakat juga antusias, banyak yang bertanya, saling berbagi ilmu, keluhan dan lain-lainnya. Kami menikmati acara seminar itu.

Ketika minggu ke 3 selesai masuklah minggu ke 4, minggu ke 4 ini sangat sangat bikin pusing kepala sebenarnya, mengapa? Karna bisa dibilang kami tim ngikansari tumbang. Sampai-sampai fikri anggota kami harus pulang dulu kerumahnya karena supaya sakinya cepat membaik. Ya kami memang manusia biasa yang mempunyai limit dalam tenaganya. Tapi tak apa, kami masih bisa menghandle semuanya dengan baik. Minnggu ke 4 ini hanya penkontrolan lahan pembudidayaan ikan mas saja di carik desa. Kami menyewa lahan desa itu, untungnya pihak dari desa sangat baik memberikan kita yang terbaik, ya karna yang kami lakukanpum umtuk keadaan desa nantinya. Pembersihan kolam dengan mengambil para predator di kolam seperti belut dan hama-hama yang lainnya. Kami menggunakan Teknik pembibitan ikan lumpur jadi ya bawahnya tanah, tapi ini lebih baik. Karna kalau pakai tanahkan ikannya bisa makan yang lain-lain selain pakan ikan. Seperti memakan cacing dan yang lain-lainnya. 

Minggu ke 5, penyebaran bibit ikan mas dilakukan Bersama-sama didampingi oleh kepala desa pak Asep dan Pak Nuslih yang senantiasa membantu kami dalam progress ini. Penyebaran ikan-ikan kecil yang kami beli sebelumnya menjadi hal yang ajaib bagi tim kami, “ah akhirnya ikan ini bisa dibesarkan”. Kami berharap akan ikan mas yang kami tanam dapat tumbuh dengan baik. Diminggu ini juga kita membeli barang-barang yang lain, seperti alat cetak pellet, vacuum sealer, plastic embos, dan barang kebutuhan yang lain. Rencananya hal yang kami lakukan ini tidak berakhir saat innovilage sudah tutup buku. Inginnya kami bisa berbisnis Bersama dengan desa Bojongsari. Membangun sebuah perusahaan yang hasilnya dari daerah lain, atau bahkan bisa berkolaborasi Bersama. Saat ini kami sedang melakukan survey bersama dengan tiim dan dibantu dosen pembimbing. Kami mempersiapkan innovasi baru agar produk hasil desa Bojongsari tidak hanya dalam produk olahan ikan siap santap, namun olahan setangah jadi seperti sosis, baso dan yang lainnya. Karena innovillage ini kita jadi bisa berkreasi dan membangun banyak relasi dimana-mana, dipertemukan orang baik yang membantu dan satu hal yang lainnya. Nama produk kami saat ini diberi nama GFish yang berarti Golden Fish. Golden atau emas ini menggambarkan produk ikan kita adalah sebuah hal yang sangat berguna dan yang paling hebat. GFish Indonesia ini akan kami terus kembangkan demi keberlangsungan desa Bojongsari dan mungkin suatu saat dapat mengangkat daerah-daerah lainnya juga.

Innovilage tim Ngikansari ini sangat bisa berjalan dengan baik jika bukan dukungan keluarga kami, semangat tim, dan juga dukungan dan saran dari Dosen pembimbing kami, Bu Ajeng, terima kasih bu, telah mendengarkan keluh kesah kami. Telah memberikan semnagat dan wejangan yang sangat membangun. Walaupun tim kami suka banyak bercanda dengan ibu, namun bu Ajeng selalu dengan baik menjadi teman dengar kami. Tak lupa terima kasih kepada panitia tim Innovillage, BUMN, Telkom University, Alumni Telu yang telah mempercayakan sosial project kami sebelumnya. Terima kasih telah memberikan sebuah pengalamn yang indah di tahun 2020 ini yang mungkin banyak keluhnya, disaat pandemic ini kami masih bisa beraktivitas dengan baik, tentunya dengan protocol kesehatan yang ada. Semoga tujuan dan hasil yag kami berikan dapat membatu desa Bojongsari tersendiri. 

Tonton video dokumentasi disini.

Top