Perancangan Implementasi Budidaya Tanaman Kangkung dengan Sistem Internet Of Things
28 Oktober 2020
Telkom University
Projek
- Judul:Perancangan Implementasi Budidaya Tanaman Kangkung dengan Sistem Internet Of Things
- Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
- Lokasi Sosial Projek:Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sumbawa, Labuhan Badas, Labuhan Badas.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Telkom University
- Ketua:Alliefandi Satriawan
- Angota#1:Tiara Safitri Usman
- Angota#2:A.Annisa Chika Parawansa
SDGs
Infrastruktur, Industri dan InovasiShare
Deskripsi
Lewat pengabdian masyarakat yaitu Innovillage 2020 yang diselenggarakan oleh Telkom University, membuat kami mendapatkan wadah dalam pengimplementasian kegiatan tersebut. Bersama dengan tim kami, yang beranggotakan Alliefiandi Satriawan selaku ketua dari tim kami, kemudian ada A. Annisa Chika Paranwasa dan Tiara Safitri Usman. Kami bertiga berasal dari Fakultas Elektro, S1 Teknik Telekomunikasi Telkom University. Kami menggangkat permasalahan tersebut di Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Melihat dari keadaan tanah didaerah tersebut yang selalu kering dikarenakan Provinsi NTB merupakan salah satu provinsi dengan masa kemarau yang berkepanjangan. Menurut kepala bidang kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencanaan Daerah (BPBD) Provinsi NTB Agung Pramuja pun menjelaskan bahwa, wilayah Nusa Tenggara Barat terutama Lombok bagian selatan hampir 90 hari tidak mengalami hujan, sehingga menyebabkan musim kemarau berkepanjangan dikawasan tersebut. Berita tersebut dikeluarkan pada pertengahan bulan juli lalu. Dengan tersebarnya berita tersebut, membuat kami merancang inovasi penyiraman tanaman otomatis yang mengembangkan penelitian sebelumnya dengan membedakan tambahan fitur yaitu tampilan output pada website dan juga alat dapat mengetahui kapan kangkung siap panen atau belum melalui tinggi kangkung tersebut. Terpilihnya pengimplementasian di Provinsi NTB tentu atas dasar keadaan tanah yang sedemikian rupa sering mengalami kekeringan sehingga dibutuhkan alat yang dapat mengontrol tingkat kebasahan dari tanah tersebut. Tetapi pada kenyataannya, dikarenakan sedang dalam masa pandemic dan sulit untuk mengjangkau desa tersebut jadi kami meminta rekan kami untuk mewawancarai petani didaerah NTB sana, juga mencari referensi diberbagai jurnal terkait karakteristik tanah di NTB sehingga dapat kami bandingkan dengan Bandung. Pengimplementasian kami terapkan di Kampung Bahuan, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah. Terpilihnya desa tersebut dikarenakan dekat dengan kediaman sementara kami, dan juga tanah disana memiliki karakteristik yang sama dengan tanah NTB sehingga kami menerapkannya disana.
Untuk penanaman kangkung sendiri dapat ditanam dimedia tanah jenis apapun. Semisal, jenis tanah Latosol (Jenis tanah tua) atau bahkan jenis tanah andosol (Salah satu jenis tanah vulkanik). Kangkung dapat ditanam dimedia-media tanah tersebut dengan catatan kondisi tanah yang menjadi media penanaman tersebut harus dalam kondisi basah. Sehingga berdasarkan pernyataan tersebut yang membuat kami menerapkannya didaerah tersebut.
Cara kerja dari alat kami yaitu, menggunakan sensor kelembaban tanah yaitu sensor soil moisture FC-28, kemudian sensor pH tanah untuk keasaman tanah, dan untuk ketinggian tanaman menggunakan sensor Ultrasonik HC SR04. Menggunakan Arduino Uno sebagai mikrokontroller, yang diprogram melalui software Arduino IDE yang disambungkan dengan database yaitu firebase menggunakan module esp 8266 sebagai WiFi dan berujung tersambung dengan menampilkan keluarannya di Website local host yang sudah disediakan. Untuk kategori tanah yang lembab dan basah yaitu bila < 600 dan bila sudah diatas angka tersebut, kelembaban sudah berkurang dan pompa air akan menyala. Sementara untuk keasaman tanah berada pada range 0.00 - 7.00 untuk tingkat keasaman. Sehingga jika sensor membaca bahwa kondisi tanah tidak sesuai dengan yang sudah kami beri strandarisasinya, maka pompa akan menyala serta data akan masuk kedalam database dan akan tertampilkan lewat website kami. Website yang kami sediakan dapat diakses melalui link berikut https://storyofkale.annasik.com/ctw.html yang dapat diakses untuk semua device.
Tonton video dokumentasi di sini.