Loading...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Citeureup sebagai Desa Mandiri Pangan, Ekonomi, dan Energi melalui Teknologi Hidroponik berbasis Internet of Thing (IoT) untuk Mendukung Program Smart Nation.

28 Oktober 2020
Telkom University

Projek

  • Judul:Pemberdayaan Masyarakat Desa Citeureup sebagai Desa Mandiri Pangan, Ekonomi, dan Energi melalui Teknologi Hidroponik berbasis Internet of Thing (IoT) untuk Mendukung Program Smart Nation.
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Bandung, Dayeuhkolot, Citeureup.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Ihsan Mauludin
  • Angota#1:Tania Verasta
  • Angota#2:Theresia Deviyana Gunawan

SDGs

Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur, Industri dan Inovasi Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan

Share

Deskripsi

Pada awal program innovillage dosen wali kami membagikan postingan tentang innovillage di halaman google classroom kelas. Beliau menantang semua anak walinya untuk membuat proposal inovasi untuk di ikut sertakan  pada kegiatan innovillage. Diantara semua mahasiswa kami yaitu Ihsan Maulidin, Tania Verasta dan Theresia  Deviyana mempunyai satu pemikiran untuk melakukan suatu pengabdian masyarakat untuk membantu perekonomian di masa pandemi. Kami mulai menyatukan ide dan tercetus ingin membuat suatu sistem hidroponik dengan sumber energi panel Surya dan pemantauan dengan IoT. Setelah didiskusikan dengan dosen wali , beliau setuju dengan tema  yang kami ajukan sekaligus beliau menjadi dosen pendamping dalam program Innovillage.

     Kami mulai membuat proposal dan melakukan riset desa yang akan menjadi sasaran sosial projek kami. Desa yang menjadi sasaran kami adalh desa yang berlokasi di Bandung agar mudah di kontrol keberlanjutannya. Terdapat satu desa yang menarik perhatian kami untuk melakukan pengabdian masyarakat yaitu Desa Citeureup Kabupaten Bandung. Kami langsung mengunjungi Desa Citereup untuk melakukan survei lapangan. Sebelumnya kami bukan merupakan masyarakat Bandung, hanya saja karena adanya sosial projek ini kami harus ke Bandung dan melakukan survei lapangan.

  Survei yang kami dapatkan di desa Citeureup ternyata desa tersebut merupakan desa kawasan banjir. Ketika terjadi banjir sisa lumpur yang masuk ke dalam rumah warga dibuang di suatu lahan kosong yang tidak dimanfaatkan dan pada musim kemarau tempat itu mengering sehingga menjadi lahan kosong. Lahan tersebut menarik perhatian kami sebagai tempat untuk mengimplementasikan ide kami. Kamipun meminta izin pada aparat desa dan membicarakan tentang lahan tersebut ,ternyata warga setempat dan aparatur desa menyetujui bahwa kami mendapatkan izin untuk mengimplementasikan ide kami untuk membuat rumah hidroponik di lahan kosong terslapanga

   Kami langsung menyusun proposal dan berdiskusi dengan dosen pendamping melalui google meet karena masa pandemi jadi tidak bisa bertemu secara langsung. Proposal yang kami ajukan jadi satu jam sebelum pendaftaran ditutup sehingga sistem web innovillage mengalami down, kami awalnya sudah putus asa karena proposal yang kami buat belum tersubmit. Alhamdulillah ternyata terdapat perpanjangan waktu submit sehingga kami dapat meng-upload proposal dan menunggu pengumuman top 100 Sosial Projek Innovillage .

   Setelah pengumuman kami masuk dalam 100 daftar sosial projek yang terpilih untuk mengimplementasikan ide proposal yang telah kami ajukan. Sebelum terjun kelapangan kami melakukan koordinasi bersama dosen pendamping tentang timeline dan pembagian tugas masing masing anggota kelompok . Pada Minggu pertama sosial projek kami melakukan pendekatan dengan masyarakat dimana kami melakukan sosialisasi tentang sosial projek kami. Dengan kondisi masyarakat desa Citeureup yang heterogen banyak masyarakat yang mengabaikan apa yang kami sampaikan tapi tidak sedikit juga yang mau membantu. Para karang taruna dan ibu PKK siap membantu kami dalam melaksanakan sosial projek. Minggu pertama ini kami gencar untuk melakukan pembelian alat alat dan bahan untuk pembangunan rumah hidroponik. Setelah melakukan pembukuan bahan bahan  lahan yang akan kami jadikan lokasi diratakan terlebih dahulu bergotong royong bersama warga setempat. Pembangunan rumah hidroponik ini berlangsung sampai akhir Minggu pertama. 

      Pada Minggu kedua kami mulai membuat sistem hidroponik, sistem yang kami buat merupakan sistem NFT dan sistem  Wick . Dalam pembuatan sistem kami dibantu oleh teman temen dari kelompok study Bioenergi dan bioproduk jurusan teknik fisika. Mereka membantu kami dalam melakukan semai bibit hidroponik bersama masyarakat. Setelah semua alat selesai dan rumah hidroponiknya rampung dibuat kami memindahkan semai bibit ke dalam sistem hidroponik. Kami melakukan penanaman bersama sama dengan warga yang sudah ahli dalam hidroponik sehingga kami pun sebagai panitia untuk implementasi juga belajar bagaimana cara menanam hidroponik dengan benar. 

      Pada Minggu ketiga kami melakukan pembuatan alat untuk panel surya dan IoT sebelum kami melakukan pembuatan alat kami melakukan bimbingan pembelajaran dengan dosen teknik fisika lainnya yaitu Bapak Mamat Rohmat tentang sel Surya mengingat kami mempunyai keterbatasan yaitu belum menguasai sel Surya sepenuhnya karena merupakan mahasiswa tingkat awal sedangkan materi sel Surya merupakan materi mahasiswa tingkat atas. Selain itu juga kami melakukan pembelajaran IoT bersama dosen teknik fisika juga yaitu bapak Ahmad Qurtobi dan di bantu oleh mahasiswa mahasiswa bimbingan beliau yang menyusun tugas akhir tentang IoT . 

       Pada Minggu keempat kami melakukan pembelian alat hidroponik dan panel Surya , ternyata kami meemiliki kendala pada pembuatan alat IoT dan panel Surya jadi hanya sebagian alat dan bahan IoT dan panel Surya yang dapat kami beli dengan dana yang ada. Sehingga kami merancang rencana selanjutnya yaitu jika IoT dan panel suryany belum bisa berfungsi setidaknya masyarakat bisa mengetahui alat alat yang digunakan untuk merancang IoT dan panel surya. Kami melakukan edukasi kepada masyarakat tentang IoT dan sel Surya dengan menjelaskan fungsi fungsi alat yang sudah kami beli. Untuk  sel Surya kami menjelaskan fungsi bagiannya seperti panel Surya , aki, inverter dll begitupun dengan IoT kami menjelaskan secara sederhana bagaimana data bisa terkirim ke sistem internet. Proses edukasi ini berlangsung sangat menyenangkan dimana masyarakat  baik tua maupun muda datang dan bersemangat untuk belajar. Tak jarang Masyarakat yang berusia lanjut ikut datang kerumah hidroponik yang kami buat untuk ikut belajar bersama. Kami berharap program ini akan bermanfaat bagi masyarakat desa Citeureup kedepannya dan akan terus berlanjut.  

     Banyak sekali pelajaran yang kami dapatkan selama melakukan sosial projek terutama kami sangat senang bahwa menolong sesama itu sangat menyenangkan. Kebersamaan selama melakukan sosial projek ini akan kami kenang dan menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi kami. Demi keberlanjutan sosial projek kami , kami akan mengajukan proposal seperti PKM untuk melanjutkan program ini. Kami sangat berterima kasih kepada Innovillage yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengimplementasikan ide kami. Terimakasih juga untuk Dosen pendamping Ibu Dr. Eng . Amaliah R.I.U S.I., M.Sc yang sudah membimbing kami dalam melakukan sosial projek. Truntuk dosen pembimbing pembelajaran dan semua teman teman dari jurusan teknik fisika terimakasih sebesar besarnya. 

“ Sebaik baik Manusia Merupakan Manusia yang bermanfaat bagi diri dia sendiri dan orang lain”

KESAN DAN PESAN 

Kalau kami ditanya kesan pesan selama menjadi peserta innovillage sangat seru dan menambah banyak pengalaman. Dengan adanya kegiatan innovillage ini kami bisa mengasah kemampuan kami tidak hanya dalam bersosialisasi kepada masyarakat akan tetapi melatih kami bagaimana cara berpikir dengan cepat dan membantu masyarakat. Menjadi peserta innovillage membuat kami bisa berkerja nyata dan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga program innovillage ini akan ada lagi dan lebih baik lagi untuk kedepan nya , menjadi program yang akan menumbuhkan minat generasi muda untuk selalu bermanfaat bagi masyarakat. 

                 “ TERIMAKASIH INNOVILLAGE”

Top