Loading...

Pemanfaatan Sumber Daya Angin sebagai Energi Alternatif di Desa Cikawunggading

28 Oktober 2020
Telkom University

Projek

  • Judul:Pemanfaatan Sumber Daya Angin sebagai Energi Alternatif di Desa Cikawunggading
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Cipatujah, Cikawungading.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Sulthan Rizky Abdurahman
  • Angota#1:Rio Mandala Nuryan Putra
  • Angota#2:Maulana Muhanmad Aziz

SDGs

Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Desa Cikawunggading, Tasikmalaya , Provinsi Jawa Barat, Indonesia merupakan desa yang memiliki tempat wisata yaitu pantai selatan. Letak gerografis Desa Cikawunggading yang terletak di bagian selatan kota Tasikmalaya membuat Cikawunggading menjadi salah satu daerah yang memiliki keindahan pantai selatan yang mana dekat dengan kota Pangandaran yang terkenal dengan pantainya yang bagus, maka dari itu desa ini tidak kalah nya indah dengan pantai Pangandaran. Selain itu, Desa Cikawunggading juga mempunyai saung-saung yang di gunakan masayarakat sekitar maupun wisatawan untuk menikmati indahnya pemandangan pantai selatan tersebut.

     

Pada saung saung tersebut kita melihat ada beberapa saung yang tidak memiliki alat penerangan, yang mana jika matahari telah tengelam maka saung tersebut akan gelap sekali. Setelah kita melihat keadaan tersebut kita memiliki ide yang mana pemanfaat angin dari pantai tersebut di buat menjadi energy listrik yang dapat menerangi saung-saung yang tidak memiliki penerangan. Adapun sebagian saung yang memiliki penerangan akan tetapi cahayanya tersebut agak redup. 

Alat yang kami buat ialah kincir angin yang dapat menghasilkan daya listrik kurang lebih sekitar 500 watt yang mana daya tersebut sudah cukup untuk menerangkan lebih dari 10 saung yang di butuhkan. Kincir angin tersebut akan menghasilkan arus DC, arus tersebut akan di alirkan kepada inverter yang memiliki dua output yang mana output pertama akan mengalirkan arus dc langsung ke lampu yang akan digunakan dan output yang kedua akan kita alirkan ke Aki mobil yang cukup untuk menampung listrik untuk semalam lampu penerangan.

Pada awal sebelum kita membuat alat kita survey lokasi mana yang akan kita alokasikan untuk pengimpelentasian innovillage tahun ini, dan pada akhirnya kita mendapatkan lokasi yang cukup strategis untuk pemasangan alat yang sesuai dengan ide kita semua. Setelah itu kita membuat proposal untuk mengajukan dana pembuatan alat tersebut, pada saat itu kita mengajukan dana dengan sebesar Rp.10.000.000 yang mana dana pembutan project yang di setujui ialah Rp. 6.531.043.

Setelah anggaran yang di setujui turun ke rekening ketua maka pada hari itu juga tim kita melakukan pembelanjaan yaitu pembelian 1 Set Kincir angina yang mana sudah termasuk dengan inverter yang mengontrol pengeluaran daya listrik dari kincir angin tersebut. Setelah itu pada hari keesokannya kita belanja tiang yang akan di gunakan untuk penempatan kincir angin tersebut, tiang yang kita gunakan memiliki tinggi 5,8 meter yang mana 1 meter dari tiang tersebut akan kita tancapkan kedalam tanah sebagai penyangga alat tersebut agar tidak roboh. Pada minggu depannya kita belanja lampu-lampu DC, kabel-kabel, saklar, dan lainnya alat yang menunjang kelancaran pada alat kita yang akan kita rakit.

Dua Minggu berlalu setelah menunggu alat-alat lengkap kita baru memulai perakitan, yang mana proses perakitan nya hanya 2 hari di butuhkan untuk membuat alat tersebut siap untuk di gunakan. Setelah kita merakit alat nya dan siap untuk digunakan kita menghitung kembali dana yang kita telah keluarkan, dan ternyata anggaran yang di setujui dengan pengeluaran lebih banyak pengeluaran yang digunakan ialah Rp.8.762.500. Dana yang kurang tersebut kita mendapat dana sumbangan dari kelompok kelompok yang kelebihan dana.

Setelah alat dan laporan sudah siap pada tanggal 11 Desember 2020 kita berangkat ke lokasi yang akan kita tuju bersama beberapa kelompok lain yang pengimplementasiannya berdekatan dengan lokasi yang akan kita implementasikan. Pada hari esoknya kita baru memulai pemasangan alat di point yang telah kita tentukan. Setelah alat terpasang kita berkoordinasi dengan rumah warga yang berdekatan dengan kincir angina tersebut untuk menitipkan alat control yang akan digunakan untuk di simpan di dalam rumah warga agar tidak terjadi kehilangan bila controller tersebut kita simpan di luar ruangan. 


Setelah alat semua terpasang kita memasang beberapa lampu untuk saung yang dibutuhkan pencahayaannya. Untuk system kerja kincir angina yang kita gunakan ialah daya yang dihasilkan oleh kincirangin tersebut akan di keluarkan oleh dua output yang berbeda, bila mana output lampu di butuhkan daya maka listrik yang di keluarkan oleh kincir angina tersebut akan mengalir langsung ke listrik yang di butuhkan, bila mana listrik tidak di gunakan tetapi kincir angina menghasilkan arus listrik maka arus tersebut akan di alirkan ke aki yang telah kita siapkan. Maka dari itu bila kincir angin tidak menghasilkan daya tetapi dibutuhkan arus listirk maka aki tersebutlah yang akan mengalirkan listrik untuk lampu tersebut.

 

Tidak terasa kurang lebih 5 minggu berjalan membuat sosial project ini sangat menyenangkan. Bagi kami 11 ESC Team, kami merasakan mendapatkan keluarga baru dan menambah skil dalam hal pengabdian masyarat. Pembinaan setiap minggu yang diberikan melalui zoom meeting dengan pembicara-pembicara keren membuat kami selalu semangat setiap ingin mengimplemntasikan atau dalam proses pengerjaan pembuatan alat. Semoga kedepannya INNOVILLAGE semakin kreatif dan terstuktur menjadi program yang lebih baik. Mungkin dapat terwujud atau melakukan ekspansi bekerja sama dengan universitas lain, sehingga program buatan Telkom Indonesia X Telkom University X BUMN ini akan menjadi suatu program keren yang dapat terjalin Kerjasama dengan berbagai belah pihak dengan dukungan bantuan seluruh masyarakat Indonesia tentunya, karena dari kita, oleh kita, dan untuk kita. 

“Walaupun acara yang kita laksan saat pandemic tapi semangat kita tidak pernah pudar” – Rio Mandala Nuryan Putra

“Sangat suka dengan kegiatan INNOVILLAGE ini karena menambah relasi dan menambah ilmu” – Maulana Muhammad Aziz

“Walaupun acara innovillage ini bentok dengan beberapa kegiatan acara saya akan tetapi alhamdulilla saya berhasil melaksanakan tanggung jawab dengan penuh dan terlaksanakan. Terima Kasih Inovillage 2020 telah memberikan pengalaman yang baru, semoga Innovillalge tahun depan hadir lagi dan memberikan pengalaman yang lebih baru kepada mahasiswa-mahasiswa nya” – Sultan Rizky Abdurahman

LINK YOUTUBE

Channel Youtube 11 ESC Team 

https://www.youtube.com/channel/UC5flnErY8BAL49Mit3mf-Ug

Penjabaran Ide

https://innovillage.id/wp-content/uploads/cfdb7_uploads/1602557723-file-proposal-Eleven-ESC-memperdayakan-energy-angin-untuk-menjadi-energy-listrik-yang-cukup-di-masyarakat-sekitar.pdf

Progres Minggu 1

https://www.youtube.com/watch?v=QOHbfj9VZQE&t=7s

Progres Minggu 2

https://www.youtube.com/watch?v=Xf3rMJZVjK4&t=118s

Progres Minggu 3

https://www.youtube.com/watch?v=AO8p5BM-25A&t=7s

Progres Minggu 4

https://www.youtube.com/watch?v=Kv7f7Oyv8qU

FINAL Project 

https://www.youtube.com/watch?v=-r-g7JkNWtk&t=12s


Jangan sampai terlewat tonton video dokumentasinya

Top