Loading...

Pemanfaatan Energi Angin bagi Masyarakat Pesisir di Utara Indonesia

04 Oktober 2021
Telkom University

Projek

  • Judul:Pemanfaatan Energi Angin bagi Masyarakat Pesisir di Utara Indonesia
  • Tanggal:04 Oktober 2021 - 28 November 2021
  • Lokasi Sosial Projek:Sulawesi Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, Beo Selatan, Tarohan.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Irvin Judah Lalintia
  • Angota#1:Vivian Lee
  • Angota#2:Alfiah Zalfa Tsabitah

SDGs

Energi Bersih dan Terjangkau

Share

Deskripsi

Desa Beo, lebih tepatnya dusun Taloara terletak di Kecamatan Beo, Kabupaten paling utara Indonesia yaitu Kabupaten Talaud, sebuah wilayah kepulauan di Provinsi Sulawesi Utara. Sebagian besar warga dusun Taloara bekerja sebagai nelayan ataupun wiraswasta. Keberadaan desa yang ada di wilayah pelosok utara mengakibatkan sering terjadi pemadaman listrik, karena keterlambatan masuknya kapal minyak untuk mengisi sumber energy pada PLN yang menggunakan tenaga diesel. Selain itu, karena terletak di wilayah pesisir dengan cuaca alam yang cepat berubah-ubah sehingga sering terjadi bencana alam seperti pohon roboh yang mengakibatkan terganggunya jaringan listrik. Hal ini sangat berpengaruh akan keberlangsungan kehidupan bagi masyarakat yang ada. Setelah ditinjau berdasarkan permasalahan yang ada di dusun Taloara yaitu pemadaman listrik yang sering terjadi dan hal-hal yang menonjol dari dusun ini seperti letak geografisnya yang berada di pesisir pantai. Kami Orion Wind mendapatkan suatu ide untuk memanfaatkan letak geografis dari dusun Taloara dimana di willayah pesisir sumber daya angin sangat baik dengan tingkat kecepatan angin rata-rata bisa mencapai 6 m/s pada keadaan normal. Kami membuat judul social project ini dengan nama “Pemanfaatan Energi Angin Bagi Masyarakat Pesisir di Utara Indonesia”. Pemanfaatan energi angin yang ada akan kami lakukan melalui pembuatan kincir angin model Darrieus-H dengan beberapa perubahan yang bertujuan untuk menghemat biaya sehingga dapat menghasilkan lebih banyak kincir angin bagi masyarakat setidaknya setiap rumah atau dua rumah dapat menggunakan satu buah kincir angin. Dalam penerapan social project ini yang merupakan pembuatan kincir angin model Darrieus-H, terdapat beberapa langkah-langkah yang akan diimplementasikan sesuai dengan periode yang telah ditentukan. Beberapa langkah-langkah tersebut seperti berdiskusi dengan team, dosen pembimbing maupun kepada masyarakat sekitar, kemudian mengurus hal-hal yang bersangkutan dengan penyuratan dan perizinan, lalu pemesanan alat dan bahan bersamaan dengan persiapan-persiapan dasar yaitu meninjau lokasi peletakan kincir angin dan segala susunannya, selanjutnya pengerjaan kincir angin hingga disalurkannya arus listrik ke rumah masyarakat.

Besar harapan kami dengan adanya kincir angin ini dapat membantu masyarakat yang ada, baik sebagai sumber energi cadangan jika terjadi pemadaman listrik, untuk penerangan jalan dusun, terlebih untuk menghemat pengeluaran masyarakat membayar tagihan listrik. Pada saat ini, kami tim Orion Wind telah melaksanakan program kami dalam pembuatan kincir angin ini. Kincir angin model Darrieus-H telah berdiri tegak sebanyak 3 buah di dusun Taloara. Hal ini tak lepas dari kolaborasi antara tim Orion Wind bersama dengan masyarakat yang antusias dalam pembuatan kincir angin ini. Setelah kami uji coba, kincir angin ini bisa menghidupkan lampu di dalam rumah dan dapat dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar. Pembuatan kincir angin ini sangat efektif dan dapat berlanjut untuk ke rumah-rumah masyarakat yang lainnya.

Pesan dan Kesan 

Kami dari Tim Orion Wind sangat berterima kasih kepada pihak INNOVILLAGE 2021 karena telah membuat program seperti ini untuk melatih anak muda dalam kreativitas dan kepekaan akan lingkungan sekitar tempat tinggal. Terima kasih telah memilih Tim Orion Wind menjadi salah satu penerima pendanaan ini dengan judul “Pemanfaatan Energi Angin Bagi Masyarakat Pesisir di Utara Indonesia”. 

Dalam kegiatan ini kami dari Tim Orion Wind mendapat banyak sekali pembelajaran baik secara penyusunan ataupun dalam hal penerapan. Melakukan hal ini bukanlah hal yang mudah, namun waktu demi waktu dilewati dan mulai belajar sedikit demi sedikit hingga dapat sampai di titik sekarang ini bisa menyelesaikan projek hingga selesai dibantu juga oleh masyarakat sekitar dengan penuh peluh dan canda tawa. Semua bukan karena kekuatan kami tapi karena kemurahan Allah Yang Maha Kuasa.

Kata Inspirasi 

Kami sangat bersyukur dapat kesempatan ini dan semuanya bukan karena kekuatan kami tetapi oleh karena kemurahan Tuhan.

Tonton video dokumentasi di sini.
Top