Loading...

Optimalisasi Penjernihan dan Pembersihan Air Secara Otomatis

28 Oktober 2020
Telkom University

Projek

  • Judul:Optimalisasi Penjernihan dan Pembersihan Air Secara Otomatis
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Cipatujah, Cipatujah.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Erdy Yudhistira
  • Angota#1:Dimas Prasetio
  • Angota#2:Ghozi Albizia Aurell Zulfan

SDGs

Akses Air Bersih dan Sanitasi Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Sebagai negara perairan terbesar di dunia, mayoritas penduduk Indonesia memanfaatkan sumber daya alam untuk menunjang kebutuhan hidupnya sehari-hari. Adanya sanitasi air bersih ini memilik peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat luas, karena penduduk Indonesia tiap tahun bertambah maka sangat di butuhkan air bersih dalam jumlah yang banyak.

Indonesia merupakan negara kepulauan jadi tak jarang jika ada desa-desa yang dekat dengan pantai. Sebagian besar desa di Indonesia mempunyai permasalahan air bersih yang cukup memprihatinkan, masyarakat hanya mengandalkan air dari tanah (sumur) untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kurangnya air bersih memiliki banyak dampak. Salah satunya dapat menganggu kesehatan masyarakat, adanya bakteri dapat menimbulkan penyakit.

Seperti yang telah diketahui bahwa sanitasi air bersih sangat berpengaruh dan berperan besar dalam kehidupan bangsa ini. Maka sudah seharusnya dilakukan pemaksimalan. Salah satu cara agar sanitasi air ini menjadi maksimal adalah dengan adanya sistem penjernihan air yang baik dan mudah digunakan.

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.

Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak sanitasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, persediaan air bersih melimpah karena belum adanya limbah-libah dari pabrik yang membuang limbah sembarangan dan polusi udara yang sangat memprihatinkan.

Ketika kami datang ke desa atau pantai untuk survey, kami melihat daerah pantai Cipatujah memiliki air yang cukup kotor dan sampah yang cukup banyak maka dari itu kami mencoba untuk membuat alat penjernih dan pembersih air untuk wilayah pantai Cipatujah agar air yang digunakan jernih dan bersih dari sampah.

Berdasarkan permasalahan tersebut, kami memiliki keinginan untuk membuat suatu alat untuk membuat air menjadi bersih dan jernih, bebas dari sampah. Kami mencoba membuat alat untuk membersihkan air secara otomatis dengan menggunakan media pasir sebagai penjernih air kemudian ditambahkan dengan sensor untuk mengetahui jumlah sampah yang tertampung di alat dan kejernihan air yang keluar.

Adapun skematik alatnya yaitu, kami menyusun pasir sesuai dengan urutan pada alat tersebut adapun urutan pasir yang kita gunakan yaitu pasir ziolit, karbon aktif, pasir aktif, dan terakhir pasir silika dengan membatasi setiap pasir dengan bio spons agar tidak tercampur satu sama lain. Kemudian diatas alat tersebut terdapat sensor ultrasonik untuk mendeteksi jika sampah sudah penuh makan sensor ultrasonik akan memberi sinyal dan membunyikan alarm untuk memberitahu warga sekitar jika sampah sudah penuh dan layar pada LCD akan bertuliskan sampah penuh. Kemudian pada bagian bawah terdapat sensor kejernihan air sensor tersebut memberitahu bagaimana keadaan air yang keluar dari hasil penyaringan jika air bersih maka pada layar LCD akan bertuliskan air bersih sedangkan, jika air kotor maka LCD akan bertuliskan air kotor.

Pelaksanaan diskusi project kami lakukan secara langsung maupun secara online. Secara langsung kami lakukan diskusi di Lab ESC Telkom University, sedangkan untuk diskusi online kami lakukan melalui Google Meet maupun Group Chat Line. Sedangkan untuk pembuatan alat, kami lakukan di Lab ESC Telkom University. Setiap minggu nya, kami melakukan pertemuan dengan dosen pembimbing untuk melaporkan progress kelompok kami dan menerima masukan serta saran untuk project kami.

Melalui program innovillage ini, kami belajar banyak hal. Dimana kami diharuskan untuk berfikir kreatif dan kritis, dan belajar hal-hal baru mengenai teknologi, kearifan local, dan kerjasama tim untuk membuat alat. Banyak sekali pelajaran yang kami dapatkan baik dari dosen maupun dari warga desa, yang mana pelajaran ini akan kami gunakan untuk pengembangan diri kedepannya dan pengalaman yang berharga untuk kehidupan kami kedepannya. Kami sangat berterimakasih kepada Innovillage dan Telkom Indonesia atas diselenggarakannya program ini. Kami berharap dengan diselenggarakannya program ini akan melahirkan future leader yang siap membangun daerah pada misi selanjutnya. Semoga program Innovillage ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan agar terciptanya desa yang maju dan banyak melahirkan future leader.

Selama kegiatan innovillage berlangsung, kami melakukan dokumentasi
Simak video dokumentasi disini

Top