Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Layanan Darurat dengan Aplikasi BlueSOS
04 Oktober 2021
Telkom University
Projek
- Judul:Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Layanan Darurat dengan Aplikasi BlueSOS
- Tanggal:04 Oktober 2021 - 28 November 2021
- Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Bandung, Dayeuhkolot, Citeureup.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Telkom University
- Ketua:Agny Nadya Yusniaulia
- Angota#1:Diva Rifayani
- Angota#2:Dwi Lestari Ayuningsih
SDGs
Pendidikan Bermutu Infrastruktur, Industri dan InovasiShare
Deskripsi
Desa Citeureup atau lebih tepatnya wilayah Sukabirus merupakan salah satu wilayah yang cukup rawan akan tindak kejahatan. Selain itu kesadaran masyarakat wilayah Sukabirus akanpentingnya layanan darurat publik seperti pemanggilan ambulance atau keamanan masih mengandalkan cara konvensional. Berdasarkan pengalaman warga yang pernah mencoba menggunakan layanan darurat global, respon dari pihak terkait cukup memakan waktu serta terkadang tidak terhubung sama sekali, sehingga solusi tercepat yang terpikirkan oleh warga adalah dengan cara konvensional tersebut. Melalui pernyataan tersebut kami berencana melakukan social project berupa pembuatan aplikasi ‘BlueSOS’ yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, tepat dan mudah. Aplikasi ini menawarkan fitur yang tersambung dengan fasilitas pelayanan darurat seperti rumah sakit terdekat, polisi, pemadam kebakaran serta keamanan setempat. Aplikasi akan langsung tersambung pada satu layanan darurat terdekat, bukan pada layanan pusat. Sehingga diharapkan pengguna bisa mendapatkan pelayanan secepat mungkin tanpa menunggu respon yang lama karena cakupan wilayahnya yang tidak terlalu luas. Melalui solusi ini kami berharap masyarakat dan keamanan setempat akan teredukasi serta dapat menjalankan tanggung jawab secara maksimal dalam menjaga lingkungan masyarakat yang aman dan selalu siaga untuk memberikan pertolongan bagi warga yang membutuhkan
Proses Implementasi
Periode I
Pada masa implementasi periode ke-1, kami fokus pada koordinasi awal serta survey kepada pihak yang terkait. Koordinasi awal dilakukan tim bersama dosen pembimbing, disini kami membahas apa yang akan dilakukan selama proses implementasi, untuk poin lengkap pembahasan selama bimbingan tertera pada form laporan bimbingan. Dalam koordinasi awal, kami juga menentukan pembagian tugas serta tempat yang harus didatangi saat survey. Agny dan Diva yang berdomisili di Bandung bertugas untuk melakukan survey ke lapangan serta melakukan sosialisasi terkait aplikasi yang akan dibuat. Sementara itu, Dwi Lestari yang berdomisili di Bekasi, bertugas untuk pembuatan video Youtube, design awal aplikasi serta sebagai penghubung dengan pihak developer. Meskipun tidak bertempat di domisili yang sama, tim selalu melakukan koordinasi dan diskusi melalui jarak jauh. Survey pertama dilakukan pada hari Selasa tanggal 12 Oktober 2021. Kami mengunjungi ketua RW terdekat yang berada di wilayah Sukabirus.
Berdasarkan hal tersebut, kami memutuskan untuk menggunakan ide alternatif yang sudah dibahas bersama tim, yaitu dengan mengganti fitur rumah sakit dengan layanan ambulance dari Rumah Zakat, hal ini dapat menjadi solusi dari harapan ketua RW untuk dapat menggunakan layanan darurat rumah sakit yang tidak dipungut biaya atau gratis.
Periode II
Di sela-sela kegiatan survey, kami melakukan koordinasi awal dengan pihak developer, topik yang dibahas antara lain design awal aplikasi, bagaimana aplikasi akan berjalan, perjanjian biaya, dll. Rencananya, semua hal seputar pembuatan dan pengembangan aplikasi akan difokuskan pada periode ke-2. Pada hari Kamis, 21 Oktober 2021 tim melakukan survey terakhir untuk periode ke-1. kami menargetkan untuk mendapat izin pencantuman nomor hotline pemadam kebakaran. Pemadam kebakaran yang kami cantumkan merupakan pos pemadam kebakaran Ciparay yang berada dibawah naungan Disdamkar Kabupaten Bandung, alasan kami memilih pos tersebut adalah mengingat jarak antara Ciparay dan Sukabirus cukup dekat sehingga ketika terjadi keadaan darurat, petugas dapat lebih cepat sampai di lokasi. Setelah kami mendapatkan 3 nomor hotline, kami kembali mendatangi kantor ketua RW, disana kami menjelaskan bahwa kami telah mendapatkan persetujuan untuk mencantumkan 3 nomor hotline pada aplikasi ‘BlueSOS’. Pak Rahmat sebagai ketua RW merespon dengan sangat baik, terutama terkait layanan ambulance yang tidak dikenakan biaya. Akhirnya pada hari itu Pak Rahmat menandatangani surat mitra kerjasama dan memberikan nomor hotline untuk fitur keamanan setempat.
Periode III
Pada masa implementasi periode ke-3 kami melakukan sosialisasi kepada warga. Periode ini dimulai dengan pematangan perencanaan dari rancangan yang sudah kami peroleh pada periode ke-2. Kami menentukan tempat snack box yang akan kami gunakan untuk konsumsi, alat yang dipakai saat presentasi, protokol Kesehatan yang digunakan, Menyusun materi apa saja yang akan disampaikan dan siapa yang akan membantu dalam proses dokumentasi. Semua hal tersebut kami bahas melalui zoom meeting Bersama anggota tim.
Warga menyambut ide kami dengan sangat baik dan menyampaikan rasa terimakasih kepada tim kami karena telah memberikan wadah untuk mempermudah warga Ketika terjadi keadaan darurat, mereka juga menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak Telkom university terutama penyelenggara program Innovillage 2021 Karena telah menyelenggarakan serta membantu tim kami dalam implementasi social project ini. Para pengurus RT menyatakan bahwa mereka akan melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada warganya terkait aplikasi ini.
Kedepannya kami perlu mempertimbangkan lebih lanjut pengembangan dari aplikasi ini, mungkin ditambahkan fitur untuk mengetahui posisi pihak layanan darurat dimana, ditambahkan opsi pihak layanan darurat yang lain, ataupun detail detail lainnya. Namun hal ini masih sulit untuk dipertimbangkan, karena pada periode ke-2 pihak developer menyampaikan untuk menambah fitur yang lebih detail, dibutuhkan opsi login pada aplikasi. Namun hal tersebut tidak sejalan dengan tujuan kami pada proposal pengajuan untuk membuat aplikasi sederhana tanpa fitur login terlebih dahulu.
Meskipun masih memiliki banyak kekurangan, kami berharap social project yang kami lakukan dapat memberikan manfaat bagi warga serta dapat menjadi wadah untuk membuat lingkungan sukabirus aman, damai serta siaga dalam menghadapi keadaan darurat.
“Man Saara Ala Darbi Washala” Barang siapa yang berjalan pada jalannya, maka dia akan sampai pada tujuannya.