Loading...

Meningkatkan Efisiensi Produksi Garam di Desa Lancok

01 November 2024
Politeknik Negeri Lhokseumawe

Projek

  • Judul:Meningkatkan Efisiensi Produksi Garam di Desa Lancok
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:ACEH, ACEH UTARA, SAWANG, LANCOK.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Politeknik Negeri Lhokseumawe
  • Ketua:Muhammad Raufan
  • Angota#1:Muhammad Raufan, M. Fredly Vanleuwen

SDGs

Menghapus Kemiskinan Mengakhiri Kelaparan Infrastruktur, Industri dan Inovasi Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab

Share

Deskripsi

DI tengah kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Lancok, Aceh Utara, untuk meningkatkan efisiensi produksi garam mereka, tim dari Politeknik Negeri Lhokseumawe melalui proyek sosial inovatif memberikan solusi berbasis teknologi. Sebagian besar masyarakat setempat masih mengandalkan metode tradisional menggunakan kayu bakar untuk memasak air laut menjadi garam, yang tidak hanya mahal tetapi juga merusak lingkungan. Proses ini memakan waktu hingga lima jam, dengan biaya pembelian kayu bakar yang tinggi, sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat. Untuk itu, proyek ini hadir dengan sebuah alat yang memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) berupa panel surya sebagai sumber energi pengganti kayu bakar, dengan harapan bisa mengurangi biaya produksi serta meningkatkan efisiensi proses. Proyek yang dikembangkan oleh Tim Saltera ini melibatkan penerapan teknologi yang mengintegrasikan panel surya, aki penyimpanan energi, dan komponen digital untuk kontrol jarak jauh. Teknologi ini dirancang untuk memanaskan air laut secara lebih efisien, mengurangi ketergantungan pada kayu bakar, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas garam yang dihasilkan. Dengan alat ini, waktu yang sebelumnya dibutuhkan lima jam untuk menguapkan air laut kini dapat dipersingkat, memberikan hasil yang lebih cepat dan lebih baik. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan sistem yang memastikan distribusi panas lebih merata, sehingga proses penguapan menjadi lebih efisien. Pelatihan juga diberikan kepada masyarakat setempat untuk mengoperasikan dan merawat alat baru ini. Tim Saltera berkomitmen untuk mendampingi masyarakat dalam setiap tahap implementasi, memberikan solusi bagi kendala teknis yang mungkin muncul, dan memastikan alat dapat berjalan optimal. Pendampingan ini tidak hanya berbicara soal teknologi, tetapi juga transfer pengetahuan kepada masyarakat agar mereka bisa mengembangkan inovasi ini secara berkelanjutan di masa depan. Dampak yang diharapkan dari implementasi alat berbasis energi terbarukan ini tidak hanya terbatas pada peningkatan hasil produksi dan efisiensi kerja, tetapi juga pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan. Penggunaan kayu bakar yang berlebihan selama ini memberi dampak buruk pada ekosistem setempat, namun dengan penggunaan energi surya, proses produksi garam bisa dilakukan dengan lebih ramah lingkungan. Tak hanya menguntungkan masyarakat, proyek ini juga mendukung pelestarian lingkungan, menjadikannya solusi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di Desa Lancok. Melalui inovasi ini, proyek Saltera tidak hanya menawarkan alat yang lebih efisien, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat Desa Lancok untuk mengembangkan produk mereka dengan lebih mandiri, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Dengan mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat setempat diharapkan dapat merasakan manfaat jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada ekonomi mereka, tetapi juga pada

Top