Pendekatan Budaya melalui Program “Lanting Mama” (Pengelolaan Anak Stunting dengan Pemberian Makanan Tambahan di Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk
04 Oktober 2021
Universitas Sari Mulia
Projek
- Judul:Pendekatan Budaya melalui Program “Lanting Mama” (Pengelolaan Anak Stunting dengan Pemberian Makanan Tambahan di Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk
- Tanggal:04 Oktober 2021 - 28 November 2021
- Lokasi Sosial Projek:Kalimantan Selatan, Kabupaten Banjar, Sungai Tabuk, Paku Alam.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Sari Mulia
- Ketua:Frimaurora
- Angota#1:Laili Fahriza
- Angota#2:Rini Kresti Sundari
SDGs
Infrastruktur, Industri dan InovasiShare
Deskripsi
Stunting merupakan sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain seusianya yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Menurut Joint Child Malnutrition Estimates tahun 2018-2019, prevalensi balita stunting di dunia sebesar 22,2% di tahun 2017 dan sebesar 21,9% di tahun 2018. Keadaan ini menjadi penyebab kurang lebih 2,2 juta dari seluruh penyebab kematian balita di seluruh dunia. Berdasarkan data Global Overview Child Malnutrition diperoleh prevalensi stunting menunjukkan penurunan dari tahun 2000 (32,5%), tahun 2015 (23,3%) dan tahun 2018 (21,9%) (Pusdatin, 2018). Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Provinsi berdasarkan e- PPGBM (Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) tahun 2018 angka kejadian stunting di provinsi Kalimantan Selatan adalah sebesar 28,2%. Sedangkan menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tercatat prevalensi balita sangat pendek tercatat sebanyak 13,33% di tahun 2018, jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya di tahun 2017 yaitu hanya sebanyak 10,63%. Selain itu, permasalahan dibidang kesehatan di Kabupaten Banjar terlihat dari Data Profil Kesehatan Kabupaten Banjar Tahun 2018 yang menunjukkan angka kematian ibu yang belum mencapai target Sustainable Development Goals (SGDs) yaitu sebesar 70 per 100.000 KH. Sedangkan Angka kematian ibu pada tahun 2017 adalah sebesar 91 per 100.000 KH. Permasalahan stunting pada anak balita merupakan konsekuensi dari beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan kemiskinan termasuk gizi, kesehatan, sanitasi dan lingkungan. Ada lima faktor utama penyebab stunting yaitu kemiskinan, sosial dan budaya, peningkatan paparan terhadap penyakit infeksi, kerawanan pangan dan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Faktor sosial dan budaya antara lain meliputi pengetahuan masyarakat tentang stunting, pola asuh, perilaku/praktek dan kebiasaan pemberian makanan pada balita. Ada beberapa faktor penyebab masih tingginya kejadian stunting diantaranya adalah penyebab langsung karena kurangnya asupan makanan dan adanya penyakit infeksi. Di samping itu, faktor lainnya adalah kurangnya pengetahuan ibu, adanya kesalahan dalam pola asuh, sanitasi yang kurang memadai dan belum memadainya pelayanan kesehatan serta masyarakat belum menyadari jika anak pendek merupakan masalah. Program penanganan kasus stunting (gangguan pertumbuhan fisik dan otak pada anak karena kurangnya asupan gizi dalam waktu lama) yang digalakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), belum dapat memecahkan permasalahan saat ini, khususnya di wilayah Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dengan program pemberian makanan tambahan (MT) balita melalui pemberian suplementasi gizi makanan tambahan. Selain itu faktor lain yang memengaruhi stunting yaitu perilaku hygiene sanitasi yang kurang baik, terutama hygiene sanitasi makanan. Balita yang mengkonsumsi makanan dengan hygiene sanitasi yang kurang baik dapat mengalami gangguan seperti pengurangan nafsu makan dan muntah-muntah. Indikator status gizi ini berdasarkan indeks TB/U memberikan informasi mengenai indikasi masalah gizi yang sifatnya kronis sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung lama. Misalnya: kemiskinan, perilaku hidup tidak sehat, dan pola asuh/pemberian makan yang kurang baik dari sejak anak dilahirkan yang mengakibatkan anak menjadi pendek. Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dapat digolongkan menjadi 3 yaitu asuh, asih, dan asah. Pola asuh Ibu dari kehamilan hingga melahirkan dan 1000 hari pertama kehidupan sangat berpengaruh dalam keadaan gizi dan pertumbuhan anak. Permasalahan yang muncul di Desa Paku Alam, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting diantaranya terkait dengan tingkat pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang gizi, pemberian ASI Ekskusif dan umur pemberian makanan pendamping ASI. Selain itu, permasalahan/hambatan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting tidak terlepas dari faktor-faktor sosial budaya dan lingkungan dalam masyarakat mereka berada, yang antara lain meliputi pengetahuan budaya dari masyarakat tertentu, adanya kebiasaan dan ketidaktahuan masyarakat yang bisa berdampak terhadap status gizi anak balita.
Kesan :
Dari awal mengikuti Innovillage 2021 hingga sampai pemilihan TOP 10, banyak sekali meninggalkan kesan yang mendalam, tidak hanya bagi diri pribadi dari anggota TIM namun juga bagi masyarakat yang telah menerima manfaat dari kegiatan Innovillage 2021. Selama program berlangsung baik TIM dan masyarakat sangat antusias untuk mencapai keberhasilan Program yang telah dilaksanakan, sikap kekeluargaan serta gotong royong dirasakan oleh TIM ketika bersama masyarakat sehingga memiliki kesan tersendiri kepada masyarakat. TIM sangat bangga dan berterimakasih kepada khususnya para penyelenggara Program INNOVILLAGE 2021, karena telah mendukung dan membatu untuk mengembangkan Program dari TIM sehingga dapat terlaksana dengan lancar.
Pesan :
Semoga innovilage 2022 nanti bisa lebih berkarya lagi dengan terus mengembangkan inovasi dan kreatifitas anak bangsa diberbagai sektor dengan kategori masing-masing sektor sehingga dapat mewujudkan desa yang unggul sebagai langkah awal wujud cinta tanah air
Kata – Kata Inspirasi :
Kemewahan mahasiswa adalah mengubah dunia, dimana inspirasi menjadi kunci agar semua berpartisipasi. Bahu – membahu perbaiki Negeri, bersama – sama mengabdi tanpa henti. Semangat bangun indonesia.
Video dokumentasi bisa dilihat di sini.