Membuka Ruang Ekonomi Baru bagi Ibu-Ibu PKK Menteng
01 November 2024
Universitas Palangka Raya
Projek
- Judul:Membuka Ruang Ekonomi Baru bagi Ibu-Ibu PKK Menteng
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:KALIMANTAN TENGAH, PALANGKARAYA, JEKAN RAYA, METENG.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Palangka Raya
- Ketua:Risfiah Ruli Cahyani
- Angota#1:Risfiah Ruli Cahyani, Joy Angel Aria Suma, Abed Nego Purba
SDGs
Kesetaraan Gender Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiShare
Deskripsi
TINGGINYA angka pengangguran di Kota Palangka Raya, khususnya di kalangan perempuan, menjadi persoalan yang cukup mengkhawatirkan. Banyak ibu rumah tangga memiliki waktu luang, tetapi belum memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan. Kondisi ini diperburuk oleh keterbatasan akses mereka terhadap pelatihan dan peluang usaha kreatif. Dari situlah lahir sebuah gagasan sederhana namun penuh makna: memberdayakan ibu-ibu PKK Kelurahan Menteng dengan keterampilan membuat batik ecoprint dan kemampuan memasarkan produk melalui media digital. Tim Arijoice dari Universitas Palangka Raya menggandeng sekitar 30 anggota PKK untuk terlibat dalam program yang berjalan selama dua setengah bulan. Program ini menggabungkan dua pendekatan: pengembangan keterampilan membuat batik dengan teknik ecoprint yang ramah lingkungan, serta pelatihan digital marketing untuk membuka peluang pemasaran di dunia maya. Kombinasi keduanya tidak hanya memperkuat sisi kreatif, tetapi juga menyiapkan jalur distribusi produk yang lebih luas dan modern. Proses awal program ini dimulai dengan pembelian peralatan dan bahan dari toko-toko lokal di Palangka Raya. Pilihan itu bukan semata demi kepraktisan, tetapi juga bentuk dukungan bagi roda ekonomi setempat. Setelah semua kebutuhan terpenuhi, tim mulai melakukan uji coba pembuatan batik ecoprint. Mereka mengeksplorasi beragam kombinasi daun, pewarna alami, hingga teknik pencetakan. Hasil dari uji coba itu menjadi panduan untuk memastikan kualitas dan estetika produk tetap terjaga, sekaligus menyusun standar operasional yang kelak digunakan dalam pelatihan. Materi pelatihan disiapkan secara rinci dan mudah dipahami, dilengkapi dengan gambar serta langkah-langkah praktis. Peserta tidak hanya belajar soal teknik mencetak motif pada kain, tetapi juga diajak memahami cara membuat konten menarik di media sosial seperti TikTok dan Facebook. Dengan demikian, setiap kain batik ecoprint yang dihasilkan tidak berhenti sebagai karya seni semata, melainkan siap dipasarkan ke publik yang lebih luas. Pengetahuan soal pengemasan dan strategi promosi digital juga memperkaya kemampuan mereka untuk bersaing di pasar modern. Dampak dari program ini mulai terlihat. Para ibu PKK yang sebelumnya hanya berperan di ranah domestik kini memiliki kepercayaan diri baru. Mereka tidak sekadar mampu menghasilkan karya, tetapi juga mulai memahami cara menjual produk ke masyarakat. Lebih jauh lagi, program ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Batik ecoprint yang dihasilkan tidak hanya mewakili kreativitas lokal, tetapi juga menyuarakan keberlanjutan lingkungan karena menggunakan bahan alami. Dalam setiap proses, terlihat jelas semangat kebersamaan antara tim mahasiswa dan ibu-ibu PKK. Mulai dari diskusi sederhana, praktik mencetak motif, hingga merancang strategi pemasaran, semuanya dilakukan dengan antusias. Program ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu lahir dari teknologi canggih. Di Menteng, Palangka Raya, batik ecoprint bersama pelatihan digital marketing telah membuktikan hal itu.