Loading...

Inovasi Media Pembelajaran Inklusif untuk Siswa Disabilitas Sensorik

01 November 2024
Universitas Negeri Malang

Projek

  • Judul:Inovasi Media Pembelajaran Inklusif untuk Siswa Disabilitas Sensorik
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA TIMUR, MALANG, KLOJEN, ORO ORO DOWO.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Negeri Malang
  • Ketua:Aida Intan Amirotul Fitri
  • Angota#1:Aida Intan Amirotul Fitri, Shafa Salwa Khamila, Raja Luhur Sakti

SDGs

Pendidikan Bermutu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Share

Deskripsi

OXYTECH hadir sebagai solusi inovatif untuk mengatasi tantangan besar dalam pendidikan inklusif, khususnya di SMA Muhammadiyah 1 Malang, yang menjadi tempat bagi banyak siswa penyandang disabilitas sensorik. Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh siswa dengan disabilitas sensorik adalah keterbatasan media pembelajaran yang dapat membantu mereka memahami materi kimia, khususnya sistem periodik unsur yang memerlukan pemahaman visual yang mendalam. Sebagian besar media pembelajaran yang digunakan di sekolah masih berbasis konvensional, seperti buku ajar dan papan tulis, yang kurang efektif untuk siswa dengan gangguan penglihatan atau pendengaran. Inovasi OxyTech menawarkan solusi dengan mengintegrasikan berbagai teknologi canggih dalam satu kit pembelajaran yang dapat diakses oleh semua siswa, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus. Kit ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar multisensorik yang mendalam, yang menggabungkan teknologi Augmented Reality (AR), audiobook, video pembelajaran dengan bahasa isyarat, dan kartu Braille. Semua fitur ini bertujuan untuk memudahkan siswa dengan disabilitas sensorik memahami materi kimia dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Salah satu fitur unggulan dari OxyTech adalah teknologi AR yang memungkinkan siswa memvisualisasikan unsur-unsur kimia dalam bentuk tiga dimensi, seolah-olah mereka bisa memegangnya langsung. Fitur ini sangat penting untuk siswa tunanetra dan tunarungu yang sebelumnya kesulitan memahami bentuk fisik unsur-unsur kimia. Selain AR, aplikasi OxyTech juga dilengkapi dengan RobOxy, sebuah kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu siswa mencari jawaban atas pertanyaan mereka mengenai materi yang sedang dipelajari. Fitur ini memberi fleksibilitas bagi siswa, terutama yang kesulitan berbicara atau berkomunikasi, untuk tetap terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, aplikasi ini juga menyajikan materi dalam bentuk audiobook, memungkinkan siswa tunanetra mendengarkan penjelasan tentang sistem periodik unsur. Untuk siswa tunarungu, ada video pembelajaran yang dilengkapi dengan bahasa isyarat, memudahkan mereka untuk mengikuti pelajaran secara visual. Fitur-fitur ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mereka dengan pendekatan yang lebih interaktif dan sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Kit OxyTech juga termasuk buku marker Braille, yang memungkinkan siswa tunanetra untuk memindai materi yang ada dan mendapatkan visualisasi 3D dari setiap unsur kimia. Kartu Oxy yang dirancang seperti permainan domino juga memberikan cara yang menyenangkan untuk mempelajari hubungan antar unsur dalam sistem periodik. Dengan fitur-fitur ini, OxyTech tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai sarana untuk memberdayakan siswa dengan disabilitas sensorik, memberikan mereka kesempatan yang setara untuk belajar dan berkembang. Penerapan OxyTech di SMA Muhammadiyah 1 Malang telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Setelah uji coba, siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman materi kimia, dengan rata-rata nilai mereka meningkat pesat setelah menggunakan OxyTech. Selain itu, feedback dari guru dan siswa menunjukkan bahwa OxyTech tidak hanya membantu siswa disabilitas, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran bagi semua siswa, termasuk yang tanpa disabilitas. Guru-guru yang awalnya kurang familiar dengan penggunaan teknologi di dalam kelas kini menjadi lebih terampil dalam memanfaatkan AR dan teknologi lainnya untuk mendukung pembelajaran. OxyTech tidak hanya memberikan dampak dalam hal peningkatan pemahaman akademik, tetapi juga mendorong inklusivitas dalam pendidikan, dengan memastikan bahwa semua siswa, tanpa memandang kondisi fisik mereka, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan yang berkualitas. Ke depan, OxyTech memiliki potensi besar untuk diperluas ke sekolah-sekolah inklusi lainnya di Indonesia dan bahkan di luar negeri, menjadikannya sebagai contoh bagaimana teknologi dapat menghilangkan hambatan dalam pendidikan dan memberikan peluang yang setara bagi semua siswa.

Top