Loading...

Inovasi Filter Air Kolam untuk Peningkatan Kualitas Perikanan di Magelang

01 November 2024
Universitas Tidar Magelang

Projek

  • Judul:Inovasi Filter Air Kolam untuk Peningkatan Kualitas Perikanan di Magelang
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA TENGAH, MAGELANG, MAGELANG UTARA, POTROBANGSAN.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Tidar Magelang
  • Ketua:Iwan Setyawan
  • Angota#1:Iwan Setyawan, Reza Yusuf Kurniawan, Tatik Rofiqoh

SDGs

Kesetaraan Gender Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Share

Deskripsi

TEKNOLOGI inovatif kini hadir untuk menjawab tantangan besar yang dihadapi oleh petani ikan dalam mengelola kualitas air kolam. Kelompok Wanita Tani (KWT) Manunggal Jati di Kampung Dumpoh, Kelurahan Potrobangsan, Magelang Utara. Sebelumnya, mereka bergantung pada pengelolaan air kolam secara manual, tapi kini dapat merasakan manfaat dari alat filter air kolam dengan otomatisasi monitoring kadar oksigen dan pH air. Dengan menggunakan teknologi mikrokontroler dan pengiriman data melalui SMS, alat ini menawarkan solusi yang efisien dan hemat biaya, mengatasi permasalahan kualitas air yang mengarah pada tingginya angka kematian ikan dan rendahnya hasil panen. Inovasi ini tidak hanya memecahkan masalah teknis dalam pengelolaan kolam, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Sebelumnya, pemantauan kualitas air memerlukan pergantian air secara rutin dan pengecekan manual yang memakan waktu dan tenaga. Dengan alat ini, pemantauan kadar pH dan oksigen dapat dilakukan secara otomatis, tanpa perlu mengganti air secara berkala. Dampaknya, kualitas air kolam meningkat, angka kematian ikan menurun, dan hasil panen menjadi lebih optimal. Hal ini tercatat mengurangi tingkat kematian ikan dari 30 ekor menjadi hanya 5-7 ekor per kolam dalam dua minggu pertama. Inovasi ini juga membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Kualitas ikan yang membaik dan tingkat kematian yang menurun meningkatkan hasil penjualan dan keuntungan para petani. Selain itu, sebagian dari hasil panen dibagikan kepada anggota kelompok, sehingga juga membantu dalam penyediaan kebutuhan gizi warga. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi kelompok dalam mengembangkan usaha perikanan yang berkelanjutan. Proses implementasi alat ini dimulai dari pembelian komponen, perakitan, hingga pemasangan di lapangan. Koordinasi yang baik antara tim, dosen pembimbing, dan mitra memungkinkan setiap tahap berjalan dengan lancar. Sosialisasi penggunaan alat kepada anggota kelompok juga dilakukan dengan tujuan memastikan pemahaman yang tepat. Selain itu, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan alat berfungsi maksimal. Ke depan, tim berencana mengembangkan sistem ini dengan menambahkan panel surya sebagai sumber energi terbarukan untuk mengurangi biaya operasional, serta memperluas penggunaannya pada skala yang lebih besar. Dengan biaya terjangkau dan manfaat yang jelas, inovasi ini berpotensi besar diterima oleh pasar, terutama oleh pembudidaya ikan skala kecil yang membutuhkan teknologi efisien dan ramah biaya. Inovasi ini tidak hanya memperkenalkan solusi teknologi dalam perikanan, tetapi juga berpotensi memperkuat ketahanan pangan lokal, memberdayakan ekonomi masyarakat, dan mengurangi dampak lingkungan. Teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan ini menjadi langkah maju dalam menciptakan sistem budidaya ikan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Top